FS || 48

614 55 6
                                        

Hari berjalan begitu cepat semua persiapan yang Y/n dan Mark jalani pun sudah selesai dengan cepat bahkan satu minggu sebelum acara berlangsung.

Sekarang kedua keluarga sudah berkumpul di hotel tempat mereka besok melakukan acara sakral pernikahan, sejak kemarin Mark dan Y/n tidak bertemu sama sekali walaupun mereka berada di dalam hotel dan lantai yang sama, hanya sesekali Mark mengirimkan pesan pada kekasihnya itu dan itu juga hanya dibalas seadanya dengan Y/n.

Ini bukan semacam di pingit, karena satu minggu yang lalu mereka masih bertemu dan sempat makan malam bersama, setelah itu mereka berdua berjanji tidak akan bertemu satu sama lain saat 2 hari sebelum acara di gelar.

Mark berdiri di depan jendela menghadap balkon yang menampilkan keindahan malam kota Jakarta, ini sudah jam 10 malam tapi jalanan masih begitu ramai dan keadaan tubuhnya masih begitu segar, entah padahal besok dia harus bangun pagi-pagi sekali tapi entah mengapa rasanya belum mengantuk.

Dia memang sedikit gugup untuk hari esok sampai-sampai semua yang ada dipikirannya menuju kehari esok saja.

Suara ketukan dari pintu kamar membuat pandangan Mark teralihkan menatap pintu kamar, lalu ada satu langkah yang memasuki kamar milikinya.

Dengan senyum tipis dan satu lengan membawa satu tumbler ditangannya, itu Jisung adik Y/n.

"Titipan dari calon isteri." Jisung menyodorkan tumbler itu pada Mark dengan senyum kecil di belakangnya.

"Apa?" Mark menerima itu dengan rasa penasaran.

Jisung duduk diujung ranjang milik Mark lalu menaikan keuda bahunya. "Engga tahu, aku cuman di suruh anterin aja." Gumannya, saat melihat Mark sudah duduk di samping dirinya. "Katany biar rileks dan bisa tidur."

"Gugup banget kak?" Tanyanya dengan mengangkat satu alisnya.

Mark terdiam sesaat lalu mengangguk. "Banget, aku engga nyangka bakal ada di posisi seperti ini."

Ia mengangguk setuju. "Kakak juga pasti gugup." ucapnya berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar. Tapi langkahnya terhenti saat Mark berkata

"Kamu engga ada yang mau di omongin sama aku?" tanya Mark heran biasanya setau dirinya dia akan mendapatkan wejangan dari semua anggota inti perempuan tapi Mark cuman mendapatkan wejangan dari ayah mertuanya saja.

Jisung membalikan badan. "Aku yakin kakak bakal jaga Kak Y/n dengan baik." Ada senyum diujung kalimatnya.

Senyum di bibir Mark mengembang, benar dia berjanji tidak akan menyakiti Y/n atau membuat nangis perempuann itu.

Sepeninggalannya Jisung, botol yang masih berada dalam genggamannya Mark buka dia meminum isi tumbler itu yang diperkirakan ini coklat panas.

Rasa manis pada minuman itu membuatnya sedikit lebih tenang.

***

Ballroom hotel sudah ramai diisi oleh keluar inti dari kedua belah pihak, Mark sudah siap membacakan ijab kabul yang sudah dia hafalkan satu minggu yang lalu. Dan hari ini dia akan mengatakan hal itu dengan suara yang lantang. Saat sudah membacakan ijab kabul dalam satu tarikan nafas Mark tersenyum rasa gugupnya kini menguap keudara bersamaan tepuk tangan yang riuh.

Tidak hanya hal itu saja membuat ballroom meriah, kedatangan Y/n dari balik pintu berjalan menghampirinya juga membuat semua orang bersorak dengan penuh kegembiraan.

Senyum di bibir Mark makin melebar saat melihat Y/n berjalan kearahnya, dia terlihat lebih cantik berkali-kali lipat.

Sesuai agenda acara setelah ijab kabul Mark dan Y/n langsung mengelar acara resepsi, beberapa tamu sudah bermunculan semakin siang dan semakin sore hari tamu semakin banyak padahal seingatnya Y/n tidak mengundang orang sebanyak ini kenalan orang tuanya juga tidak mungkin sebanyak ini, tapi dia sadar saat lelaki yang menikahinya ini bukan lelaki sembarangan jadi dia tahu banyaknya tamu undangan yang akan datang tentu dari kolega Mark dan keluarganya yang berada di Jakarta.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang