Ini sudah hari ketiga Y/n masih berada di rumah sakit, dokter akan memberi ijin jika kondisi tubuh Y/n sudah benar-benar membaik dengan maksud tidak pucat seperti sebelumnya. Dan tentu sejak Y/n berada dirumah sakit Mark tidak mungkin beranjak dari sana dia selalu ada diruangan Y/n setiap saat bahkan kantornya pun ditinggalkan begitu saja walaupun sempat di protes oleh Papahnya Mark berbicara dengan jujur tentang kondisi Y/n dan akhirnya Papanya pun memberikannya ijin untuk meninggalkan kantor.
"Aku mau pulang." Ujar Y/n yang kini hanya bersandar pada ranjang yang sedikit di tegakan. Ada raut wajah yang bosan pada wajah Y/n karena dia hanya berbaring di tempat tidur saja.
Mark memajukan tubuhnya mengusap sisi rambut Y/n. "Nanti kalau kamu udah baik-baik aja, kita pasti pulang."
"Aku udah baik-baik aja Mark, udah engga mual lagi."
Mark menganggukan kepalanya mengerti Y/n mungkin sudah merasa baik-baik saja tapi tidak tahu kedepannya nantikan, lagi pula dokter belum mengijinkan Y/n untuk pulang kerumah. "Besok kalo dokter udah bolehin kamu pulang, kita akan pulang."
Y/n hanya memajukan bibirnya, kesal. "Aku bosen banget disini." Jujurnya karena sejak pertama masuk rumah sakit bahkan sampai sekarang Y/n tidak pernah keluar dari ruang inapnya itu karena Mark sudah memberikannya tablet yang biasanya Y/n gunakan untuk mengisi rasa bosannya tapi sepertinya tablet pun sekarang menjadi bosan.
"Aku mau ke taman, boleh ya." Ujar Y/n lagi sambil menatap Mark.
Mark hanya memejamkan matanya sesaat tidak mungkin dia menolak saat melihat Y/n sudah memohon seperti itu. "Aku ambil kursi roda dulu." Ucap Mark sebelum berjalan keluar dari ruang inap.
Setelah beberapa menit kemudian Mark datang dengan kursi roda di tangannya, menaruh kursi itu disamping ranjang tempat Y/n lalu mulai menggendong tubuh Y/n dan di pindahkan kesana tidak lupa juga Mark memindahkan kantung infus yang masih menempel pada lengan Y/n.
"Akhirnya." Ujar Y/n senang saat dirinya keluar dari ruang inapnya.
Mark hanya tersenyum sambil terus mendorong kursi tersebut menuju taman di lantai 1 sedangkan kamar rawat Y/n berada dilantai 2.
"Aku kangen banget sama suasana rumah." Ucap Y/n saat ini mereka berdua sudah berada di taman rumah sakit dengan Mark yang terduduk di kursi panjang.
"Aku tahu." Mark menganggukan kepalanya, "tunggu sampai besok ya." Ucapnya karena bukan hanya Mark yang kangen suasana rumah dia juga sama karena berada dirumah sakit membuat Mark tidak bisa satu ranjang Y/n membuat setiap malam dirinya harus tertidur di sofa.
"Kamu enggak ke kantor engga dimarahin sama Papah?" Tanya Y/n yang mulai heran.
Mark menggelengkan kepalanya tentu saja. "Aku udah ijin buat jagain kamu disini."
Y/n hanya menganggukan kepalanya. "Kamu mau makan sesuatu?" Tanya Mark yang mana kebetulan sekali taman rumah sakit berdekatan dengan kantin.
Ada keheningan beberapa saat Y/n berpikir, lalu berkata. "Mau kentang goreng, boleh ngga?"
Mark tersenyum sambil menganggukan kepalanya "Boleh," ujarnya. "Kamu tunggu sini ya, jangan kemana-mana."
"Okey." Y/n mengacungkan jempol pada kehadapan Mark.
Sebelum pergi Mark mengelus pucuk kepala Y/n terlebih dahulu setelah itu dia berlari masuk kedalam kantin, Y/n memajukan tubuhnya saat melihat ponsel Mark yang tergeletak di kursi dia mengambil benda pipih tersebut saat sudah berada di dalam genggamannya tiba-tiba saja ponsel milik Mark berdering, Y/n langsung melihat siapa nama yang membuat ponsel Mark berdering dan nama yang muncul disana adalah Bella.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
