Y/n terbangun dan tidak menemukan Mark disampingnya, dia memejamkan matanya beberapa kali agar pandangannya mulai terlihat jelas, pandangannya sudah terlihat jelas tapi Y/n kembali menutup matanya ingatannya berputar dengan kejadian semalam yang dimana benar-benar membuat Y/n sangat merasakan surge dunia, bibirnya mengembang saat Mark selalu memuji.
Setelah beberapa menit bermalas-malasan diatas tempat tidur Y/n memutuskan untuk berjalan menuju kamar mandi, setelah selesai dia bergegas keluar kamar dan mencari keberadaan Mark.
Langkahnya terhenti saat melihat Mark yang sedang sibuk dibalik pantry entah apa yang lelaki itu lakukan tapi nampaknya kegiatannya itu sangat merepotkannya.
Dengan langkah pelan Y/n berjalan mendekat kearah Mark dan memelukanya dengan tiba-tiba membuat si pemilik tubuh berlonjak kaget.
"Kamu masak?" Y/n menarik lengannya dari pingang Mark dan berdiri tepat disamping lelaki itu.
Mark menoleh menatap Y/n dengan senyum dia mengangguk, "Cuma roti panggang."
Y/n menaikan sebelah alisnya menatap Mark. "memang bisa?"
"Pakai alat panggang Sayang, aku cuman olesin slai aja." Ujarnya membuat Y/n terkekeh dan diikuti dengan Mark.
"Besok kita pulang ya." Ujar Y/n membuat kegiatan Mark terhenti saat sedang mengoleskan roti dengan slai lalu ia menolehkan kepalanya.
"Kok buru-buru?" Mark mengerutkan dahinya.
Y/n berjalan menuju meja makan, menuangkan air putih dan meminumnya. "Engga, lagian kita udah lama disini loh."
"Baru tiga hari," ungkap Mark, "kamu keinget omongan Nina semalam ya?" lanjutnya lagi dan manatap Y/n yang sedang sibuk dengan ponsel ditangannya tanpa mau menoleh kearanhnya
Y/n menghentikan gerakn jarinya dia diam beberapa saat, memang dia di Toronto baru tiga hari tapi selama ini dia udah menghabiskan masa cutinya itu karena persiapan pernikahannya dan bahkan ini sudah bukan dibilang waktu cuti karena ini dispensasi waktu yang diberikan Doyoung untuk dirinya bukan karena Y/n karyawannya melainkan karena ia sahabat Mark. dan Y/n sadar akan hal itu jadi dia merasa tidak enak.
"Engga," Y/n menggelengkan kepalanya tangannya kembali sibuk dengan ponsel di depannya. "Aku cuma mau punya waktu lebih banyak dirumah aja." Alibinya.
Mark menganggukan kepalanya, memberikan satu piring yang sudah diisi oleh roti dan beberapa buah yang tadi sudah dia potong. "Oke nanti aku pesen tiket pulangnya. Ini bukan karena omongan Nina yang semalam kan."
"Engga, tenang aja." Y/n tersenyum sambil mengigit satu roti yang dibuat Mark. "Enak loh." Dia menunjukan roti yang sudah berhasil dia kunyah. Menyamarkan ekspresi sesungguhnya yang sebenarnya dia juga teringat ucapan Nina semalam.
Mark tersenyum lalu beranjak dari kursi dan mencium pucuk kepala Y/n, "kalau ada apa-apa harus cerita oke, entah itu yang buat kamu nyaman atau engga." Ujar Mark setelah kembali duduk di kursi, melanjutkan sarapan mereka.
Y/n mengangguk masih dengan mulut yang sibuk mengunyah.
"Hari ini mau kemana?" Tanya Mark.
"Beli oleh-oleh ngga sih." Jawab Y/n dengan nada girang, hal yang selalu dia suka dalam berpergian adalah membeli cendra mata.
Mark tersenyum, "Okey, abis sarapan kita berangkat ya."
***
Mereka berdua sudah tiba di Bloor Street West tempat yang Mark pilih untuk Y/n membeli oleh-oleh nanti, disini mereka berdua sambil berjalan kaki bersama di suguhi pemandangan toko-toko yang menjual beberapa busana vintage dan barang-barang yang unik. Selain itu juga mereka bisa berjalan dari Queen Street West, lalu berjalan ke Bathrust West.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
