Mark terbangun saat jam sudah menunjukan pukul 4 sore, dia merasa lapar karena melewatkan makan siangnya tapi kalau dia makan sekarang waktu untuk menjemput Y/n di kantor tidak akan keburu karena pasti jalanan sangat-sangat padat.
Mark turun dari kamarnya dengan tubuh yang sudah di bungkus rapih oleh jaket jeans, sebelum keluar rumah dia berjalan menuju pantry untuk mengambil air putih terlebih dahulu dan menengaknya sampai habis.
Lalu dengan langkah lebar dia berjalan menuju garasi rumahnya, Mark menekan remote kecil pada lengannya lalu disusul dengan suara bip dan kedua lampu mobilnya menyalah.
Mark masuk kedalam mobil segera menghidupkan mesin mobilnya lalu bergegas keluar dari halaman rumahnya.
Dari tempat tinggalnya menuju kantor Y/n memakan waktu sekitar 30 menit, disepanjang perjalanan Mark membelokan mobilnya menuju drive thru makanan cepat saji karena perutnya benar-benar terasa lapar.
Sekitar jam lima kurang Mark sudah memarkirkan mobilnya di basement kantor Y/n, dia mulai memakan pesanannya sambil menunggu jam kerja Y/n selesai.
Lima belas menit kemudian mobilnya di ketuk dari arah luar, di susul dengan wajah Y/n di baliknya.
Mark tersenyum saat melihat Y/n sudah masuk kedalam mobil.
"Udah lama?" Y/n menarik seat belt dan memakinya.
Mark menggeleng. "Engga kok. Capek ngga?" Telapak tangannya mengusap-usap punggung tangan Y/n lalu berpindah pada pipi perempuan itu.
"Lumayan." Y/n terkekeh.
"Padahal kamu bisa masuk besok atau lusa Sayang, engga hari ini banget."
Y/n menatap Mark. "Aku engga enak kalau harus izin lama-lama."
"Kalau kamu yang kaya gini aku yang khawatir sama kamu."
"Percaya deh, aku engga akan kenapa-napa." Ujar Y/n meyakinkan. Lalu dia melirik bungkusan makanan cepat saji di kursi belakang.
"Kamu baru makan?" Dia mengambil bungkusan yang isinya sudah kosong lalu manatap Mark.
Mark tersenyum. "Maaf." Gumamnya, "aku tadi siang ngantuk banget, jadi baru sempet makan sekarang." Jelasnya.
"Hm. Bukannya udah aku ingetin ya tadi di telpon?"
"Iya maaf, abis anter bingkisan buat budeh aku balik lagi ke kamar."
"Sakit engga perutnya?" Y/n meluruskan tangannya mengusap-usap perut Mark. Sementara si pemilik perut menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Setelah obrolan kecil mereka berdua, akhirnya mobil yang di kendarai Mark mulai meninggalkan area kantor Y/n.
Sepanjang perjalan tidak lepas Mark selalu menggengam lengan Y/n, menautkan kedua jari-jarinya seperti takut Y/n hilang saat itu juga.
Mereka berdua sempat mampir disalah satu kedai penjual nasi pecel. Y/n memaksan Mark untuk ikut memakan juga walaupun dirinya tadi sudah makan dan masih terasa kenyang tapi jika di paksa Y/n dia tidak bisa menolak.
Mark keluar dari kamar mandi setelsh membersihkan tubuhnya dia menatap sekeliling kamar tidak menemukan Y/n di dalam kamarnya.
Baru saja langkahnya ingin mendekat kearah pintu, pintu sudah terlebih dahulu terbuka dan menampilkan sosok istrinya yang sedang memegang dua gelas air putih.
"Kamu mau nyamperin aku kan." Ujarnya pada Mark.
Mark terkekeh lalu mengangguk. Kemudian menutup pintu kamarnya, membuat Y/n menyegitkan dahi bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
