Kisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta.
Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
Minggu malam seharusnya setelah mengantar Y/n pulang kerumah seharusnya juga Mark ikut kembali bersama. Tapi kenyataannya berbeda Mark hanya mendrop Y/n dirumah, memastikan istrinya itu sudah masuk kedalam rumah Mark kembali memutarkan mobilnya keluar dari halaman rumahnya.
Mark tiba-tiba saja mendapatkan telpon dari salah satu temannya Johnny dan memaksanya untuk ikut mengumpul dengan alasan mereka belum bertemu setelah Mark menikah.
Dan benar Mark menyanggupi permintaan Johnny tersebut tentunya setelah mendapatkan ijin dari Y/n.
***
Y/n melangkahkan kakinya menuju kamar, setelah sudah membersihkan tubuhnya dan sudah benar-benar bersih. Y/n kembali turun untuk menaruh pakaian kotor yang digunakan Mark dan Y/n di rumah orang tuanya kemarin.
Sambil menunggu Mark pulang Y/n mengabiskan waktunya di ruang nonton yang berada di bawah tangga.
Y/n sedang asik menonton film tiba-tiba saja ponselnya bergetar menandakan satu pesan masuk kedalam ponselnya.
Lengannya mengambil ponsel yang berada di sampingnya mengecek pesan yang baru terima, ternyata pesan itu dari Haechan teman kuliahnya sekaligus sahabat Mark.
Y/n menatap pesan yang Haechan kirim, lalu senyum kecil muncul di bibirnya. Entah kenapa ada ide di pikirkannya untuk mengerjai Mark.
Setelah membalas pesan Haechan, Y/n menghubungi nomor suaminya itu.
Satu panggilan terabaikan, Y/n menelpon lagi.
"Iya Sayang, sori aku tadi abis dari toilet."
"It's okay, gimana kamu happy ngga?"
"Happy kok, aku pulang malem kayanya, nanti kamu tidur duluan aja ya."
"Hm, okey. Aku mau minta izin ke kamu. Kira-kira kamu bolehin ngga?"
"Izin mau kemana?"
"Ada, suatu tempat. Boleh ngga?"
"Iya kemana dulu."
"Kamu tinggal jawab aja boleh atau engga."
Dari seberang sana Y/n mendengar suara hembuskan nafas milik Mark. "Kalau engga jelas aku engga bolehin,"
Y/n bergumam. "Okay deh, have fun ya."
"Marah?"
"Engga santai aja, yaudah aku tutup ya."
"Aku sayang kamu."
Y/n hanya bergumam lalu mematikan sambungan telpon, jari-jarinya masih sibuk berselancar di layar ponselnya itu.
Dia mengetikan sesuatu di dalam room chat dirinya dan Mark.
Baby♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.