FS || 64

621 54 2
                                        

Tidak terasa hari kelulusan Jisung pun tiba dan di hari ini pun ada rasa senang tapi juga sedih karena Jisung akan benar-benar meninggalkan tanah kelahirannya untuk menimba ilmu di luar, awalnya Y/n pikir Jisung hanya berbicara saja saat ingin melanjutkan pendidikannya di luar tapi ternyata salah tanpa sepengetahuan Y/n Jisung benar-benar melakukan pendaftaran beasiswa kesana.

Y/n sengaja datang kerumah orang tuanya untuk menyambut kedatangan Jisung, tidak hanya sendiri disana juga ada Mark yang menemaninya

"Congrast Jiji." Teriak Y/n heboh saat Jisung baru saja membuka pintu rumah mereka.

Melihat tingkah kakaknya yang seperti itu Jisung hanya terkekeh lalu menyambut pelukan dari kakaknya itu. 

"Kata ayah kamu minggu depan udah berangkat ke New York, bener?" Tanya Y/n setelah melepas pelukannya dan memberikan satu bucket bunga pada Jisung.

Jisung mengangguk tangannya memeluk bunga tersebut, dia juga membalas pelukan dari kakak iparnya. 

"Cepet banget ih, kenapa buru-buru sih? lagian kuliahnya aja masih lama kan?" Ujar Y/n. 

Mark hanya terkekeh mendengar sederetan kalimat dari istrinya itu. 

"Aku kan disana harus beradaptasi dulu, biar nanti engga canggung banget." Jelasnya.

Y/n mencibir, "bilang aja kamu mau jalan-jalan dulu disana." 

"Iya dong." Jelas Jisung tanpa bantahan. 

"Dih." Y/n berlalu meninggalkan Mark dan juga Jisung yang masih berada di ruang tamu dia berjalan menuju dapur untuk membantu ibunya menyiapkan makan siang. Ayahnya sudah kembali ke kantor setelah tadi sempat untuk pulang terlebih dahulu.

"Kamu nanti disana mau tinggal dimana?" Tanya Mark.

"Kalau dari sekolahnya ada asrama sih ka, tapi sebelum masuk itu mungkin aku akan cari apartemen yang murah disana sampai mulai." 

"Tinggal dirumahku aja, mau ya. Disana ada orang tua aku." 

"Hm, aku ngga enak ka. Aku lagian mau tinggal bareng temenku."

"Temen?" Mark menaikan sebelah alisnya. 

Jisung mengangguk semangat. "Iya, temen dari game gitu sih. Tapi ternyata dia kuliah di tempat yang sama, sama aku." 

"Dia dari mana asalnya?"

"China ka, Chenle namanya." 

Mark menganggukan kepalanya tanda mengerti, "jadi kamu mau ketemu dan tinggal barenga temenmu itu sampai perkuliahan dimulai?"

Jisung mengangguk. 

***

Y/n masuk kedalam kamarnya yang sudah ada Mark didalamnya, mereka berdua memutuskan untuk menginap dirumah orang tua Y/n karena hari semakin larut dan hujan belum kunjung reda.

"Udah mau tidur?" Y/n berjalan masuk kedalam dengan segelas air putih di tangannya. 

"Kamu emang belum ngantuk?" Tanya Mark kembali menegakan tubuhnya yang tadi bersandar pada sandaran kasur.

"Ngantuk sih." Gumam Y/n berjalan menaiki tempat tidurnya. 

"Yaudah sini." Mark merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan Y/n. 

Setelah itu membawa tubuh Y/n kedalam dekapannya, malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Sebelum mereka terlelap dalam tidurnya mereka berdua menghabiskan waktu malam untuk berbicara hal-hal penting atau random sekaligus. 

Y/n terbangun dan tidak menemukan Mark disampingnya agak terlihat sangat janggal di pagi hari weekend pula yang biasanya Mark habiskan untuk memeluk dirinya sepanjang hari saat berada ditempat tidur.

Dengan langkah lugai Y/n berjalan menuju toilet, membasuh wajah dan menyikat gigi sebelum berjalan keluar dari dalam kamar.

"Mark." Panggil Y/n berjalan menuruni anak tangga sambil terus memanggil nama suaminya itu tapi tidak ada jawaban apapun. 

"Mark Lee." Serunya lagi, saat sudah berada di mini bar sambil menuangkan air putih kedalam gelas lalu meminumnya.

Baru saja bibirnya ingin memanggil nama suaminya lagi, tiba-tiba saja Mark muncul di hadapannya dengan senyum semerkah yang dia berikan dengan langkah kaki yang mendekat kearahnya. 

"Habis darimana?" 

Mark duduk di tools dengan posisi tubuh menghadap kearah Y/n. "Jogging." Balasnya. 

Y/n memicingkan matanya menatap Mark. "Yakin?" Ujarnya tidak percaya karena tidak ada tanda-tanda Mark pulang jogging, dari yang Y/n lihat Mark masih menggunakan pakaian yang semalam dia gunakan untuk tidur. 

Mark tertawa lalu berdiri di hadapan Y/n. "Sini, aku punya kejutan buat kamu." 

"Apa?" 

Mark tidak menjawab dia menarik lengan Y/n pelan untuk berjalan mengikuti langkahnya saat sudah diruang tamu Mark memutar tubuhnya, berjalan ke belakang tubuh Y/n. Lalu kedua lengannya menutup kedua mata istrinya itu.

"Loh ada apa nih?"

"Ikutin aku aja." Jawabnya dengan menuntun Y/n berjalan melewati ruang tamu dan menuju pintu kearah basement.

"Udah belum?" Tanya Y/n karena merasa aneh saat dia merasa langkah yang mereka lalui berdua terasa sangat banyak. 

Mark terkekeh. "Sabar Baby." Gumamnya. 

Setelah itu mereka berdua benar-benar berada di dalam area parkir rumah Mark. 

"Aku hitung dari 1 sampai 3 habis itu kamu boleh buka matanya, okey." Perintah Mark, sedangkan Y/n hanya berdeham sebagai jawaban. 

"1... 2 ... 3 and surprise!!!" Teriak Mark heboh.

Y/n hanya bisa diam menatap tak percaya dengan apa yang dilihat didepannya ini, kedua tangannya refleks menutup mulutnya. Lalu tubuhnya menghadap kearah Mark yang kini sedang berdiri di sampingnya. 

"Seriosly?" Ujar Y/n pelan dengan mata berkaca-kaca.

Mark mengangguk semangat, melihat jawaban seperti itu Y/n langsung memajukan langkahnya untuk mendekap tubuh Mark. 

"Thank you Sayang." Gumamnya. "Kok kamu bisa tahu kalau aku pengen beli mobil?" Tanya Y/n heran. 

Mark hanya terkekeh mendengar pertanyaan itu dari Y/n, lalu menjawab. "Apa sih yang aku enggak tahu tentang kamu." 

Y/n hanya terkekeh lalu melepaskan pelukannya, dia berjalan lebih dekat menuju mobil barunya ; Mazda CX-5 berwarna putih yang kini ikut terparkir rapih dengan beberapa mobil lainnya. 

"Boleh test drive?" Y/n membalik tubuhnya menatap Mark. 

Mark mengangguk. "Tentu." Kini dia juga ikut melangkahkan kakinya ke sisi lain mobil. 

"Test drive sambil beli sarapan." Ujar Y/n lagi saat sudah duduk di kursi pengemudi tentu ada Mark di sampingnya. 

"Let's go!" Balas Mark dengan girang. 

Tapi sesudah dia mengatakan kalimat tersebut Y/n tidak menghidupkan mesin mobilnya, membuat Mark menolehkan kepalanya. 

"Kenapa Sayang?" Tanyanya.

Tidak menjawab pertanyaan Mark, Y/n melepas seatbeltnya lalu mencondongkan tubuhnya kearah Mark dan mencium bibir tipis suaminya itu. 

***

waduh waduhhhh

Happy Weekend semuanyaa...





First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang