FS || 56

626 53 0
                                        

Mereka sudah menghabiskan waktu hampir 25 jam dalam perjalananya, seharusnya dari Toronto ke Jakarta hanya memakan waktu 22 jam tapi delaynya pesawat jadi mereka menghabiskan waktu 25 jam.

Saat tiba di Jakarta, Mark langsung menelpon supir kantornya untuk menjemput mereka berdua di Bandara dan menunggu jemputan tiba memakan waktu satu jam, Mark sesekali melihat Y/n yang sudah kelelahan karena perjalanan jadi sejak tadi ia hanya bersandar pada kursi tunggu,

Jemputan pun tiba Mark dan Y/n berjalan arah luar, saat sudah melihat kehadiran Mark. Supir kantornya langsung mengambil alih koper yang di bawa Y/n. Setelah menaruhnya pada bagasi mereka berdua diantar menuju ke kediaman Mark.

Sepanjang perjalanan Y/n sudah terlelap dalam tidurnya, mungkin rasa lelahnya sudah tidak bisa ia tahan lagi jadi setelah masuk kedalam mobil Y/n langsung memejamkan kedua matanya.

Setengah jam kemudian mereka berdua sampai dirumah, alih-alih membangunkan Y/n Mark justru langsung menggendong perempuan itu untuk menuju kamar mereka. Setelah sudah meletakan Y/n diatas tempat tidur Mark keluar kamar berjalan menuju depan rumah menemui supir kantornya itu.

Mereka sempat mengobrol beberapa saat sampai sang supir pamit untuk kembali ke kantor, sepeninggalan supir, Mark kembali ke kamarnya tadi dia hanya menidurkan Y/n saja tapi tidak melepaskan sepatu yang digunakan istrinya itu jadi sekarang dia sedang melepaskan kedua sepatu Y/n. Setelah itu Mark melanjutkan membersihkan tubuhnya.

***

Sekitar waktu menunjukan pukul 10 malam Y/n terbangun dari tidurnya, dia terbangun karena haus dan tentu lapar juga setelah tadi saat tiba dia tidak memakan apapun.

Y/n mulai menerjap matanya berulang kali untuk menetralkan pandangannya, tapi keadaan lampu kamar sudah mati, lampu yang menyalah hanya dari lampu tidur samping ranjang. Y/n terbangun tapi sebuah lengan menahan pergerakannya dia melirik kearah Mark yang masih memejamkan mata.

"Kemana hmm?" gumam Mark matanya masih tertutup sempurna.

Y/n menyinkirkan tangan suaminya itu, "Bersih-bersih lalu makan." Ucapnya. Dan pegangan Mark pada pinggangnya mengendur. Hal itu memudahkan Y/n untuk turun dari tempat tidur.

Mark hanya membalikan tubuhnya saat Y/n mulai berjalan menuju kamar mandi, "Aku sempet pesen bakso afung buat kamu." Ujar Mark dengan suara serak.

"Makasih Sayang." Balas Y/n sebelum masuk kedalam kamar mandi.

Lima belas menit kemudian Y/n sudah rapih dengan gaun tidurnya dia berjalan kearah Mark yang ternyata sudah pulas dalam tidurnya jadi dia memutuskan untuk berjalan menuju meja makan dan benar saja disana ada dua bungkus bakso dan nasi yang sudah di pesan Mark.

Y/n juga melihat kearah wastafel ada bekas makan suaminya itu dan dia mulai menyantap makanannya.

Selesai makan Y/n membersihkan bekas makanannya lalu mulai mencuci piring yang tadi sempat mereka berdua gunakan, setelah selesai Y/n kembali menuju kamar dan naik keatas tempat tidur tapi dia masih menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur belum merebahkan tubuhnya hal ini dilakukan agar makanannya yang ada didalam tubuhnya turun terlebih dahulu,

Sambil menunggu hal tersebut, Y/n memainkan ponselnya dia membuka social media miliknya yang tidak pernah dia post apapun dalam kehidupannya karena tempat itu hanya dijadikan hiburkan untuk Y/n.

Ada sebuah lengan yang menarik tangannya. "Tidur Sayang." Gumam Mark tentu masih dengan mata tertutup.

Y/n menjauhkan lengan itu. "Bentar abis makan," tangannya yang kosong mengusap-usap rambut Mark membuat tangan Mark yang menganggu tadi langsung terdiam.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang