79. Shock

39.6K 2.4K 154
                                        

Semua mata menoleh ke arah Zein yang tiba-tiba meninggalkan ruangan prakteknya. Ia berlari ke poli kandungan yang lokasinya tidak terlalu jauh itu.

"Prof kenapa?" tanya suster yang ada di luar.

"Gak tau tuh, aneh banget. Tadi aku cuma info kalau dokter Intan pingsan. Secara beliau kan mantan konsulennya. Tapi Prof kayak kaget banget gitu. Terus langsung lari," jelas suster yang baru keluar dari ruangan Zein.

"Lha, udah kayak suaminya aja," ucap salah satu suster.

"Tau tuh," sahut yang lain.

Namun kemudian mereka langsung saling menatap. "Jangan bilang kalau Prof emang ...?" Mereka tidak melanjutkan ucapannya. Namun mereka yakin apa yang mereka pikirkan sama.

"Woah, kalau sampe bener, bisa heboh banget, sih. Secara kalian tau sendiri gimana galaknya Prof ke dokter Intan dulu, kan?"

"Daebak. Itu sih namanya ketula. Udah diomel-omelin, malah jadi istri," timpal yang lain.

"Duh, aku jadi penasaran banget, nih. Pingin tau kelanjutannya."

"Udah kayak baca novel aja!"

"Hehehe, abisnya seru."

"Ya udah, kalau emang iya, beritanya pasti langsung nyebar, kok."

Sementara itu, semua suster yang di poli obgyn dan pediatri pun bingung karena ruangan salah seorang dokter kandungan itu didatangi Zein, bahkan ada Muh yang juga menyusulnya.

Mereka dapat melihat ekspresi Zein sangat serius. Seperti orang yang hendak perang.

Brug!

Zein membuka pintunya dengan kasar. Membuat dokter kandungan di ruangan itu terkejut.

"Lho, Prof?" dokter itu bingung. Suster pun langsung menutup tirai agar Zein tidak dapat melihat perut Intan yang sedang di-USG oleh dokter.

Namun, tanpa berkata-kata Zein langsung berjalan mendekat ke arah Intan dan membuka tirainya dengan cepat.

Sreett!

"Bagaimana kondisi istri saya, Dok?" tanya Zein, cemas. Ia langsung menggenggam tangan Intan dan mengusap kepalanya.

Deg!

Dokter dan suster yang ada di sana pun terkejut setengah mati. "H-hah?" Dokter itu tercekat.

"Saya suaminya. Bagaimana kondisi istri dan anak saya?" tanya Zein lagi.

"O-oohh ... alhamdulillah dokter Intan dan janin yang ada di kandungannya baik-baik saja. Mungkin beliau pingsan karena kelelahan," jawab dokter gugup. Ia menoleh ke arah suster dan menatapnya.

Suster pun langsung mengangkat kedua bahunya. Ia paham bahwa dokter itu sedang terkejut. Sama seperti dirinya.

Beruntung suster yang tadi membawa Intan dari IGD, mengantarkannya ke dokter kandungan wanita. Jika ia mengantar ke dokter pria, mungkin Zein akan protes.

"Huuh, syukurlah," gumam Zein. Ia memeluk Intan dan mengecup keningnya. "Sayang, kenapa bisa sampai seperti ini?" lirih Zein.

Seketika dokter itu merinding melihat Zein begitu romantis pada Intan.

Sementara itu, suster menelan saliva. Baru kali ini ia melihat Zein seromantis itu.

"Kenapa istri saya bisa kelelahan, Dok?" tanya Zein lagi. Ia menoleh ke arah dokter, sambil mengusap kepala Intan.

"Mungkin karena di ruang IGD sedang banyak pasien, Prof," jawab dokter itu.

Zein terbelalak. "Hah? Istri saya bekerja di ruang IGD?" tanyanya. Ia sangat shock saat mengetahui bahwa Intan praktek di ruangan IGD.

Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang