"Kil, buruan buka instagram sekolah deh!"
"Kenapa, Ra?"
"Udah.. buruan buka aja! Lo pasti terkejut-kejut!"
Syakila mengernyit heran dengan sahabat satunya, Rara. Ia menjauhkan telponnya lalu kembali mendekatkan pada telinga lagi.
"Ada apa dulu? Gue nggak mau buka ya kalo nggak penting," jawab Syakila dengan malas. Ia kemudian meniup pelan kukunya yang baru saja dipotong oleh Halka.
"Siniin kakinya. Taruh paha aku, Sya," titah Halka sembari mengangkat sebelah kaki istrinya, membuat Syakila terkejut dan segera menggeleng cepat.
"Nggak! Nggak mau! Masa sampai jari- jari kaki segala kamu potongin, Halka. Emang aku apaan?"
"Kukunya, Sya. Bukan jarinya," sahut Halka dengan wajah tak berdosa sembari meraih sebelah kaki Syakila. Lelaki itu kemudian menata dan menahan pergerakan istrinya yang akan menurunkan kaki. "Diam. Biar aku potongin," mutlak Halka tak ingin dibantah.
Syakila hanya bisa merengut sebal. Namun dalam hatinya ia senang, Halka selalu bersikap manis seperti ini kepadanya. Lihat saja, lelaki itu dengan senang hati memotongkan semua kuku Syakila karena tak mau istrinya membungkuk-bungkuk dan menyebabkan baby mereka tertekan.
Sebegitu protektifnya Halka pada Syakila dan calon buah hati mereka.
"Ini nih yang gue nggak demen. Gue lagi bahas apa yang di sana malah ngapa." Rara diseberang sana julid, membuat Syakila terkekeh pelan sembari menatap Halka yang kembali memotongkan kuku kakinya.
"Ya sorry. Emang gini Ra kalo tinggal di bumi. Harus terima resiko ngadepin orang ngebucin." Syakila menjawab lalu tertawa renyah.
"Anjir, Kila! Lo malah enak ketawa! Status lo berdua udah kebongkar di akun sekolah, Kil!"
Tawa Syakila langsung berhenti. Ia langsung menampilkan raut berbeda. "Maksud lo?" tanyanya tak paham.
"Hubungan lo dengan Halka yang udah nikah kesebar di feed instagram sekolah. Ada foto ijab qobul yang waktu itu pernah lo tunjukin ke gue dan Karin, Kil!"
"A-apa?" Syakila tergagap.
"Mending lo lihat sendiri deh." kata Rara sebelum akhirnya mematikan sambungannya sepihak.
"Kenapa?" tanya Halka yang melihat raut tegang istrinya.
"Status kita kesebar, Halka."
Lelaki itu mengangkat sebelah alisnya tak mengerti.
Syakila memandang lekat Halka, sorotnya begitu gelisah dan penuh ketakutan.
"Pernikahan kita diketahui anak-anak Angkasa. Gimana kalo guru-guru tau? Bahkan kalo sampai kepala sekolah tau gimana, Halka?"
"Ya bagus lah."
"Heh?" Syakila mengerjap bingung.
"Biar semua orang tau kalau kamu milik aku," ceplos Halka santai sembari menurunkan kaki Syakila perlahan.
Dilanjut meraih sebelah kaki perempuan itu dan diletakkannya pada paha. Halka kembali merundukkan kepala dan mulai memotong kuku kaki Syakila kembali, menghiraukan perempuan itu yang melongo tak percaya.
"Ngomong apaan sih, Halka! Ngawur omongan kamu."
Halka langsung mendongak sekilas. "Darimananya ngawur?" tanya lelaki itu dengan sebelah alis terangkat.
"Jangan main-main, Halka. Status kita kesebar beneran. Semua orang udah tau... Aku takut, Halka," lirih Syakila setelah membuka dan memastikan sendiri bahwa kabar yang disampaikan Rara itu benar.
Foto ijab qobul Syakila dan Halka terpampang jelas di feed instagram sekolah dan sudah banyak yang menge-like. Bukan hal itu yang Syakila permasalahan, namun ada banyak kata tak sedap sampai caci maki yang telah penuh di kolom komentar membahas tentang dirinya.
Syakila menggigit bibirnya takut, tangannya yang sedang memegang ponsel bergetar, sama halnya dengan kaki yang kini masih ada dipangkuan Halka.
"Jangan terlalu dipikir. Ini biar jadi urusan aku," kata Halka menenangkan istrinya dengan mengusap sebelah pipi perempuan itu.
"Bukannya ini sudah pasti akan terjadi?" imbuh Halka yang sontak membuat Syakila langsung menatap tanya pada suaminya.
"Ini sudah menjadi resiko kita karena nikah muda, Sya. Mau nggak mau dan bisa nggak bisa, kita harus menerima resiko itu. Bukannya kamu sendiri yang berkata seperti itu sama aku?" Halka mengingatkan membuat Syakila diam tak bisa menjawab.
Benar. Syakila yang lebih dulu menekankan pada hatinya juga pada hati Halka tentang semua resiko yang akan terima mereka nanti. Jika hubungan pernikahan mereka terbongkar, Syakila yang telah hamil, dan akhirnya mereka dikeluarkan, Syakila sudah menyiapkan mental untuk semua kejadian itu.
Karena pada akhirnya, sebuah rahasia pastinya akan selalu terbongkar. Baik melalui diri sendiri atau bisa saja dilakukan oleh orang lain.
Syakila mencelos, hatinya seakan ada yang merayapi. Kata-kata Halka semakin mengingatkannya pada sang baby, lantas perempuan itu menunduk dan mengusap perutnya yang terlapis dress rumahan.
"Bener, Halka. Aku nggak boleh menyesal. Kalaupun aku dikeluarkan, aku masih bisa mengejarnya melalui homeschooling. Baby kita harus yang utama. Iya kan, Halka?"
Syakila meminta sang suami untuk membenarkan, walaupun dihatinya ada sedikit rasa tak rela karena impiannya harus terkubur oleh keadaannya saat ini.
Tapi perempuan itu segera menggeleng cepat dan tersenyum simpul ke arah Halka yang juga tengah menatapnya, lelaki itu memandang Syakila dengan pandangan yang tak mudah dimengerti.
"Siapa yang udah unggah foto kita di Instagram sekolah ya?" monolog Syakila yang tak mendapat jawaban dari sang suami.
Perempuan itu mengetuk-ngetuk pelan ponselnya di dagu seraya mengernyit berpikir.
"Darimana dia dapat foto kita, Halka? Kok bisa tau?" tanya Syakila penasaran, raut wajah Halka berubah tak enak.
"Kalau kamu tau, aku harap kamu nggak akan pernah lepasin dia, Sya." kata Halka mengundang tatapan penuh selidik dari Syakila.
****
~Tbc~
KAMU SEDANG MEMBACA
HALSYA [Selesai]
Teen Fiction‼️WARNING‼️ Cerita nggak jelas. Yang nggak suka lebih baik jangan baca. ✪✪✪✪ "Kita emang pasangan. Gue sebagai majikan, dan lo babu gue. Itu termasuk pasangan kan?" ✪✪✪✪ Syakila terpaksa menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya karena suatu ha...
![HALSYA [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/278441864-64-k46583.jpg)