"Vel. Alleta!! Alleta hilang!!".
Dahi Velyne mengernyit "Apa yang kau kata kan Zeyn? Bukan nya Alleta sudah pulang ke indonesia??" tanya Velyne dengan heran.
Di seberang sana Zeyn menggeleng "Aku mencoba menghubungi Alleta hendak menanya kan kabar nya. Namun, Alleta tak mengangkat nya. Jadi aku menghubungi penerbangan yang di naiki Alleta. Dan ternyata tidak ada penumpang yang bernama Alleta" jelas Zeyn membuat Velyne menggeleng tak percaya.
Velyne melihat ke arah empat laki laki itu yang menatap diri nya dengan cemas.
"Yatuhan? Bagaimana ini? Hikss" Velyne kembali menangis.
Joe mengambil ponsel nya dari Velyne "Kita bertemu di hospital xxx" setelah itu Joe mematikan ponsel nya.
Ting
Suara notifikasi terdengar dari ponsel Axel. Ia merogoh saku nya lalu membuka notifikasi itu. Dari raut wajah nya tampak diri nya sangat terkejut bukan main.
"Kenapa?!!" tanya Arav.
Axel memandang Daddy nya "Dad. Data kemarin sudah terbuka" kata Axel membuat Joe berdekat pada nya.
"Genandra. Genandra salah satu dari mereka..." ujar Axel dengan suara lemah nya.
Joe menggeleng tak menyangka, ia menepis kenyataan itu "Tidak mungkin" kata Joe dengan aura dingin nya.
Velyne yang tak mengerti pun hanya bisa menyimak ke empat pria itu, lalu ia menangis "Aku ingin mencari Alleta!" putus Velyne.
Sontak saja ke empat pria ity menggeleng dan menolak mentah mentah "Biar kita saja Momm. Mommy bisa istirahat. Aku akan menyuruh Cassandra menjaga Mommy" perintah Arav agar Velyne tak ikut bersama mereka.
Velyne menggeleng "Tidak! Mommy ingin mencari nya!" Velyne membuka selang infus nya.
"MOMMY?!"
"XYRA?!"
Velyne tak memperdulikan teriakan Joe dan ketiga anak nya, ia menyibakkan selimut nya dan berdiri.
"Xyra, ku mohon jangan egois" mohon Joe. Ia menatap perut buncit Velyne "Pikirkan anak kita, okay?" lanjut Joe lagi agar Velyne paham dengan keadaan nya yang hamil besar.
Sontak Velyne menggeleng "Aku tak mau Alleta kenapa napa Joe! Aku harus mencari nya!" putus Velyne dan keluar dari ruangan itu.
***
Sekarang mereka berada di dalam Mobil. Di samping Joe yang mengemudi ada Zeyn. Di bangku nomor dua ada Velyne dan Axel. Dan paling belakang di isi oleh Arav dan Aldian.
Axel menatap layar ponsel nya "Mereka berada di bangunan tua Dad" kata Axel. Ia sudah melacak keberadaan Genandra dan Claa.
"Zeyn? Bagaimana bisa ini semua terjadi?!" tanya Velyne pada Zeyn.
"Aku juga tak tahu. Padahal aku sudah memastikan Alleta berangkat menggunakan pesawat itu" jawab Zeyn dengan lesu.
Velyne hanya bisa memejamkan mata nya. Ia sangat gelisah, apakah iya jika Genandra pelaku nya? Itu sangat mustahil, mengingat Genandra adalah teman Joe dan lebih tepat nya orang yang menyukai Alleta. Jadi sedikit kemungkinan jika Genandra pelaku nya.
Mereka telah sampai di bangunan tak terpakai itu. Bangunan ini adalah menjadi tranksaksi antara Genandra dan Joe tempo lalu. Ia masih mengingat tempat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR' SPECIAL
Ação[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] 🚫Banyak adegan kekerasan, perkataan kasar, bijaklah dalam membaca. Seorang gadis kelahiran Indonesia terpaksa pergi ke Italia, hendak melihat sahabat nya. Namun, naas gadis itu malah terperangkap dalam dekapan seorang lucif...
