Sudah satu minggu berlalu, pasca operasi. Dan tidak ada tanda tanda bahwa Arav akan bangun dari tidur nya. Tentu itu membuat semua nya resah.
Joe mendekati sang Dokter yang tengah memeriksa perkembangan Arav.
"Bagaimana ini Dok? Kenapa anak saya tidak sadarkan diri?" tanya Joe. Semua yang ada di ruangan itu hanya menyimak.
Dokter tersebut menatap Joe "Biasa nya setelah operasi pasien akan bangun paling tidak tiga hari lama nya" ucap sang Dokter.
"Tapi kenapa anak saya sudah seminggu?!" tanya Velyne dan bangkit mendekati sang Dokter.
"Kita berdoa saja Mrs. Jika dua hari lagi Arav tidak bangun, maka dia di nyata kan koma."
Velyne menggeleng, ia menepis ucapan sang Dokter. Velyne berjalan mendekati brankar Arav, ia mengelus surai Arav, tampak wajah nya yang begitu pucat.
"Sayang, Mommy mohon, bangun" pinta Velyne di sertai air mata. Ia menggenggam erat tangan Arav.
Joe mendekati Velyne, merangkul bahu istri nya, mencoba menguatkan wanita itu.
"Arav pasti baik baik saja" bisik Joe. Ia yakin anak nya itu pasti kuat.
Sedangkan para anak anak nya yang lain hanya bisa diam, menundukkan kepala. Walaupun Arav menyebalkan, ia tetaplah abang atau adik terbaik menurut mereka.
"Hiks...Arav, Mommy mohon sayang" lirih Velyne.
Ia mengelus wajah Arav "Mommy janji, Mommy tidak akan meninggalkan Arav dan lain nya."
Perkataan Arav beberapa hari lalu waktu di Mansion itu terngiang ngiang di pikiran nya. Tentang Arav yang memohon agar diri nya tak meninggalkan semua nya. Kini gantian, Velyne pula yang memohon pada Arav agar tak di tinggalkan. Pergi bersama keabadian.
Axel ikut mendekat, ia memandang wajah Arav dengan tatapan sulit di arti kan.
"Kau brengsek Arav, kau membuat Mommy menangis" gumam Axel. Pandangan nya kini teralih pada Velyne yang sudah di banjiri air mata.
"Momm, jangan seperti itu. Arav pasti baik baik saja" ucap Axel, ia sungguh tak tega melihat sang Mommy menangis dengan histeris.
Tiba tiba Velyne pingsan, sontak semua nya kaget. Joe langsung menggendong Velyne menuju ruang ICU.
Axel mengikuti Daddy nya dari belakang sedangkan Aldian menjaga Arav.
Tampak Joe yang maju mundur di ruang ICU. Joe memijat pelipis nya, semua menjadi kacau, di mana Arav yang belum sadar dan Velyne yang ikut juga tidak sadarkan diri.
"Kau pasti kuat Love" lirih Joe.
"Bagaimana Dad?!" tanya Axel.
Joe menggeleng "Masih di periksa" jawab Joe.
Lalu, seorang Dokter perempuan keluar dengan senyuman ramah nya.
"Langsung to the point" ucap Axel dengan nada datar.
"Selamat tuan. Istri anda sedang mengandung. Usia kandungan nya masih dua minggu." ucap sang Dokter membuat Joe dan Axel terdiam. Mereka masih mencerna ucapan sang Dokter.
"H-hah?" beo Axel.
"Mengandung?" gumam Joe.
Dokter itu terkekeh "Iya Tuan. Istri anda mengandung, anda bisa menebus vitamin nya di depan" ucap sang Dokter lalu pergi dari hadapan Joe dan Axel yang masi ngeblank.
Axel menepuk bahu Joe "Cepat Dad, temui Mommy" ucap Axel yang jengah melihat Joe yang masih berdiam diri.
"Apakah ini mimpi?" ucap Joe terlihat bodoh.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR' SPECIAL
Ação[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] 🚫Banyak adegan kekerasan, perkataan kasar, bijaklah dalam membaca. Seorang gadis kelahiran Indonesia terpaksa pergi ke Italia, hendak melihat sahabat nya. Namun, naas gadis itu malah terperangkap dalam dekapan seorang lucif...
