Liana
Dari awal aku memang sudah merasa ada yg tak beres.sifat alex yg biasanya keras mendadak menjadi lebih lembut ,cara bicaranya juga tak seperti biasa. Awalnya ku pikir karena ia sedang sakit sekaligus Lelah.makanya biacara lebih lembut dari biasanya tapi...
Kini aku sadar akan kebodohanku.meski ia terus berkata baik-baik saja. harusnya aku sadar kalau ia tak mungkin baik-baik saja.ia baru saja tertusuk di bagian dadanya.karena itu...seharusnya aku lebih memperhatikannya lagi. karena kini...aku sudah terlalu terlambat menyadarinya
''alex..'' ''woi..alex...bangun lah..''ucapku sambil mencoba mengoyangkan badannya namun alex sama sekali tak merespon dan parahnya lagi suhu tubuhnya kian lama semakin turun
''ALEX!. INI SAMA SEKALI TAK LUCU!''teriakku dengan mata yg mulai berkaca-kaca. Aku pun mencoba memeriksa nafasnya namun aku di buat semakin takut begitu menyadari ia sudah tak bernafas dan parahnya lagi detak jantungnya juga kini telah berhenti.
''jangan bercanda seperti ini.ku mohon bangun lah!.ALEX!..'' seruku lalu mencoba memberinya cpr (cardiopulmonary resuscitation/ Resusitasi Jantung Paru )
*hiks..*hiks...''kumohon...bangun lah..''tanggisku.
Kenapa..kenapa terjadi lagi?. aku yg sudah kehilangan el masih harus merasakan kehilangan alex juga.aku tak mau itu terjadi...aku belum mengenalnya lebih jauh.aku juga masih belum membuatnya terbuka padaku.masih banyak yg harus kita bicarakan.
''kumohon....jangan pergi seenaknya seperti kakakmu''tanggisku lalu dengan hati-hati aku pun mencoba memberinya nafas buatan berharap ia dapat bernafas Kembali.namun meski sudah ku usahakan ia tetap tak bernafas lagi dan ini membuatku semakin takut
''tidak...alex....ALEX!!!''
''LIANA ADA APA!?'' seru lean yg datang Bersama yg lain dengan wajah panik begitu mendengar teriakanku
''lean!...*hiks..alex..alex tak bernafas sama sekali..''tanggisku yg membuat raut wajah mereka semua berubah syok
''apa...alex...'' ucap alexa syok
''minggir!'' seru marigold lalu mencoba melakukan sesuatu dengan sihirnya
''jangan bercanda tadi ia tak apa-apa kan!"seru marigold
''lian...sebenarnya apa yg_''
*GREP! ''huwaaa.. aku tak tau apa yg terjadi...tiba-tiba saja ia bilang ia mengantuk dan setelah itu..*hiks..setelah itu...tubuhnya menjadi semakin dingin dan ia berhenti bernafas''tanggisku sambil memeluk lean erat
''tidak...ini tak mungkin..alex...TIDAK!!'' teriak alexa dengan air mata yg sudah berlinangan lalu berlari kearah alex.
''ALEX!..BANGUN LAH!..apa kau berniat meninggalkanku sendirian sekarang!?''seru alexa
'' bukankah kau bilang kau tak akan pernah meninggalkanku sendiri!?.kau juga sudah berjanji akan tetap hidup meski ritual selesai!. Sekarang ritual saja belum di mulai dan kau sudah pergi begitu saja!?..JANGAN BERCANDA!..KEMBALI LAH!.. KAKAK!!!'' teriak alexa yg membuat dadaku semakin menyeri tak tertahankan
***
Elissa
Saat itu... semuanya terlihat kelabu di mataku. Semua orang menangisi kepergian paman yg tiba-tiba. Tak ada satu pun orang yg menduga hal ini tapi aku tau...
Padahal aku sudah tau...
*grep
''elissa?''panggil luz begitu melihatku mengenggam erat tangan ku serta menggigit ujung bibirku
Aku tau ada dewa kematian yg mengikuti paman sejak tadi...tapi aku malah tak melakukan apapun dan pada akhirnya...ukh!...
Apa yg ku lakukan!...aku terlalu takut melangar seperti sebelumnya karena itu aku memilih untuk bermain aman tapi ini kah hasil dari bermain aman itu?.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elf Princess (S2 & S3)
Fantasylanjutan dari kisah elf princess sebelumnya. kini eli sudah semakin dekat dengan kenyataan yang ada . kembali ke masa lalu , mengulang rasa sakit yang sama dan menemukan jawaban atas pertanyaannya selama ini.. ''kenapa anda membunuhnya?'' ''hmph..u...
