Chapter 120 (S3)

20 17 1
                                        

(Beberapa saat yg lalu)

Elissa

Sakit..tengorokan serta badan ku semuanya mati rasa.

Ah~apa aku akan mati disini?.....aku tak mau itu....dimana letak kesalahan ku?.aku hanya ingin melindungi .aku hanya ingin Kembali ke keluargaku.

Jika ku tahu akan sesakit ini,dari awal harusnya aku tak bertarung.

Ayah...

Ah!~ Benar juga.kalau tak salah,aku mati di tangan ayah ya?.tdiak tunggu dulu bukan ayah tapi ilusi ayah?.

Yah apapun itu dimataku ayah yg membunuhku.

..... ironis sekali..orang yg memberiku kehidupan kedua juga orang yg sama yg menghancurkan diriku.

Bagaimana aku mengambarkan perasaan ini ya?.kesal?.sedih?.kecewa?.yah kurasa campuran antara itu .

Bagaikan tersesat dalam kabut tebal. Aku sama sekali tak bisa berfikir jernih.semuanya menjadi begitu gelap.

*tes..*tes...

Tanpa ku sadari perlahan air mataku mengalir membasahi pipiku.dadaku menjadi begitu sesak.badanku gemetar.dan sebuah perasaan aneh seakan menyelimutiku dan perlahan seperti menelanku ke dalamnya

Hingga membuatku berfikir hal yg tak pernah ku pikirkan sebelumnya.

Aku punya kekuatan untuk melihat dewa kematian.tapi jika di pikir lagi apa ke mampuan ku hanya sebatas melihat saja?. apa tak bisa aku memindahkan kematian itu pada makhluk lain?

Mengendalikan dewa kematian,ku pikir jika aku bisa melakukan itu ,kekuatan ini akan lebih berarti bagiku.

Dengan pemikiran demikian aku seakan tertarik semakin dalam lalu begitu aku membuka mata ku lihat seseorang di atas sana dengan bola apai yg begit besar mendekat kearah ku tapi yg menarik perhatian ku bukan bola api itu melinkan dewa kematian yg berada tepat di atas sana yg siap mengayunkan sabitnya.

Mungkin kah...

Dengan Hasrat membunuh yg kuat ku coba seakan mengenggam orang yg berada di atas sana . dan saat dewa kematian mulai mengayunkan sabitnya aku langsung mencoba mengubah arahnya kearah orang tersebut dan mengejutkan.

Orang itu benar-benar mati terpengal oleh sabit dewa kematian. Dan untuk pertama kalinya aku sadar.kalau aku baru saja mengubah takdir seseorang .

***

''a..apa yg terjadi?''tanya kak eric binggung

''elissa..''

''eli!.syukurlah,kau sudah sa_" *GREP!. Ucap ibu yg terhenti begitu aku mencekik lehernya

''e..eli?''

Ilusi?.musuh?..tapi kenapa dia menangis?.

*WOSH!... rasanya aneh. Tadinya aku berniat langsung membunuhnya juga sama seperti orang yg ku bunuh barusan. Berhubung dewa kematian sudah muncul di belakangnya tapi anehnya..badan ku gemetar.

''ELISSA BERHENTI!,ITU NYONYA DUCHESS YG ASLI!''teriak kak eric

''ibu?..asli?''gumamku

Ini asli?...perlahan ku coba lemaskan cengkraman ku namun begitu aku melakukan hal itu sebuah suara seakan membisikiku dan menyuruhku untuk membunuhnya

''bunuh..bunuh...bunuh''

UKH!..berisik

Reflek ku lepaskan ceengkraman ku dan beralih menutup kupingku.berharap suara aneh itu segera pergi namun bukannya pergi suara itu malah semakin menjadi jadi dan membuatku semakin ketakutan

Elf Princess (S2 & S3)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang