Chapter 144 (S3)

20 15 2
                                        

Duke everon

.... aku tak bisa tidur...

Tubuhku memang lelah ,tapi aku sama sekali tak mengantuk.

''cari angin dulu kali ya?''pikir ku lalu melangkahkan kakiku keluar

Udara dingin pun langsung menusuk kulitku begitu aku keluar kamar.

Karena aku tak tau harus kemana aku pun memutuskan untuk memeriksa elissa namun begitu aku ke kamarnya ia tak berada disana. Sontak aku langsung mencarinya ke seluruh tempat. Harap-harap tak terjadi sesuatu lagi padanya.

Langkah ku pun terhenti begitu aku berpapasan dengan liana di koridor. Aku pun langsung menanyakan padanya apa ia melihat elissa atau tidak

''eli kah.. tadi bertemu dengannya. Ia bilang ada yg ingin ia bicarakan dengan alex jadi ia pergi menemuinya''ucap liana

''begitu ya.''

''mungkin sekarang ia sedang bersama alex di kawasan elf. Coba saja kau kesana''ucap liana

''baiklah. Terima kasih infonya'' balasku lalu bergegas pergi menuju kawasan elf

Di perjalanan menuju sana aku di sambut hamparan salju putih tebal.meski harusnya aku mulai terbiasa dengan salju-salju ini tapi tetap saja jika ini tak segera berakhir ini akan sangat merepotkan.

Um?...''ini...jejak kaki serigala''gumamku begitu melihat ada bekas jejak kaki serigala di atas salju

Kelihatannya hanya seekor. Di lihat dari arahnya ku harap ia tak bertemu dengan elissa

Karena khawatir aku pun mempercepat langkahku hingga begitu aku sampai di kawasan elf aku bertemu dengan alex disana,namun elissa tak bersamanya. Aku pun langsung menghampirinya dan bertanya dimana elissa.

Alex pun langsung menujuk kearah elissa berada dan memberitahuku untuk memberi elissa sedikit waktu untuk sendiri

Meski aku tak begitu mengerti aku pun tetap pergi menemui elissa dan begitu aku hampir tiba aku baru paham apa yg di maksud alex barusan.

Terlihat elissa sedang duduk termenung di hadapan 2 batu nisan. Tak perlu di tanyakan lagi aku sudah tau makam siapa itu.

Disaat seperti ini sebaiknya apa yg ku lakukan ya?. Sebagai ayah angkatnya.apa yg harus ku lakukan di depan makam kedua orang tuanya?.kurasa tak benar jika aku pergi begitu saja bahkan tanpa menyapa mereka.

Pada akhirnya aku pun memutuskan untuk menghampirinya perlahan

''kau bisa masuk angin jika duduk disini elissa''ucapku yg membuatnya langsung menoleh kearahku

''ayah...'' ''tak apa,aku baru duduk kok''balas elissa sambil mencoba tersenyum kepadaku

...ada bekas air mata di pipinya.jelas sekali ia baru saja menangis. Yah di lihat dari situasinya aku bisa memakluminya sih.

Aku pun langsung membuka mantelku dan memakaikannya ke elissa lalu duduk di sebelahnya

''ini makam kedua orang tuamu kan. Kalau begitu ayah harus menyapa mereka dulu'' ucapku lalu menempelkan kedua tangan ku dan berdoa untuk mereka di sana

''iya.. tapi yg ada di disini hanya mama saja''ucap elissa

''tubuh papa tidak di temukan karena itu ini hanya makam kosong''sambungnya dengan nada sedih

....'' begitu ya... ayah turut berduka untuk itu''ucapku

''papa adalah orang yg baik... karena itu eli harap setidaknya papa bisa di makamkan dengan layak,tapi takdir tak sebaik itu padanya''ucap elissa murung

Elf Princess (S2 & S3)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang