Elissa
"Yosh sudah beres. Ayo lanjutkan perjalanannya" Ucap ibu setelah mengikat para bandit tadi
"Kita benar benar akan meninggalkan mereka hanya dengan pakaian dalam? " Tanyaku ragu
Udara sangat dingin sekarang. Mereka bisa saja demam nanti. Meski mereka bersikap jahat tadi tapi mereka kan sudah menerima ganjaran.
"Tak apa. Ini untuk memberikan mereka pelajaran" Ucap ibu sambil naik keatas kudanya
"Jangan terlalu cemas elissa. Orang seperti mereka biasanya punya keberuntungan yg bagus. Ayah yakin mereka akan baik baik saja" Ucap ayah sambil tersenyum meski begitu senyuman nya terasa meragukan bagiku
Yah.. Aku juga tak bisa berbuat banyak jika mereka semua sudah setuju
"Baiklah ayah" Balasku lalu naik ke atas kuda dan perjalanan kami pun di lanjutkan hanya saja...
"Luar biasa! " Seru seseorang dati depan sana yg langsung menarik perhatian kami
Eh?!
"Kucing? " Gumamku begitu melihat orang yg berteriak tadi
Orang itu adalah manusia kucing. Seperti namanya mereka memiliki wajah dan tubuh manusia hanya saja mereka juga memiliki kucing dan ekor layaknya seekor kucing
"Jadi rumor soal klan elf yg menjadi sangat kuat itu benar apa adanya ya" Ucapnya dengan mata berbinar-binar
"Anda pasti putri elf kan?. Lalu anda... " Ucap nya sambil menunjukku namun langsung berhenti begitu mengarahkan telunjuk nya kearag ayah
"Eh?... Anda raja elf?. Kenapa mata anda tak merah? " Tanyanya
" Aku bukan raja elf. Dan lagi siapa kau? "Tanya ayah
" Ahaha.. Benar juga. Anda pasti pengawal tuan putri elf ya"ucapnya yg membuat kerutan di wajah ayah
"Hah!? "
"Begitu ya.. Um!.. Um!.. Aku mengerti. Pasti sulit ya menjadi pengasub para anak anak" Ucapnya yg jelas memicu api amarah semua orang
Gawat.. Dia malah menggali kuburan nya sendiri
"Kau ini... " Ucap ibu yg langsung turun dari kudanya dan berjalan mendekati nya
"Kau ini sebenarnya siapa?. Berani sekali menghina kami sejak tadi" Ucap ibu sambil menarik kerah bajunya
"E.. Eh?.. Dek.. Tolong jangan ma_"
"GW BUKAN ADE LU SIALAN! " Potong ibu yg sudah naik darah
"I.. Ibu tenang lah.. " Ucapku
Jika di biarkan dia juga akan berakhir sama dengan para bandit tadi
"Anu.. Maaf. Tapi yg berada di depan anda itu ibu saya dan ini ayah saya" Ucapku
"Eh!?. Bearti raja dan ratu elf!?.tapi tadi dia bilang" Serunya syok
"Cerita nya panjang.."
"Elissa kau tak perlu menjelaskan apapun padanya" Potong ayah
"Dan lagi kita juga tak punya waktu untuk meladeninya. Segera beri dia pelajaran dan kita lanjutkan perjalanan" Sambung ayah. Ibu pun mengangguk setuju lalu langsung mengepalkan tangannya dan berniat meninjunya
"E..E..EH! .. Tunggu dulu.. Tunggu dulu.. Aku minta maaf karena sudah salah paham. Tolong jangan sakiti aku" Pintanya
"Aku hanya seorang pedagang kecil. Aku menghampiri kalian bukan untuk mendapatkan pukulan" Sambungnya
"Tadi aku melihat kalian menghajar para bandit itu. Karena itu aku menghampiri kalian untuk meminta bantuan" Ucapnya
"Bantuan? " Tanya harry
KAMU SEDANG MEMBACA
Elf Princess (S2 & S3)
Fantasylanjutan dari kisah elf princess sebelumnya. kini eli sudah semakin dekat dengan kenyataan yang ada . kembali ke masa lalu , mengulang rasa sakit yang sama dan menemukan jawaban atas pertanyaannya selama ini.. ''kenapa anda membunuhnya?'' ''hmph..u...
