Chapter 200 (S2)

56 23 1
                                        

Erwin

'' apanya yg orang lain?'' tanya rara sambil menatapku tajam

''sifatmu belakangan ini.kau terlihat seperti orang lain''balasku

''dulu kau selalu bar-bar di dekatku.tapi belakangan ini kau jadi lebih kalem.kau seperti orang lain saja.apa kau demam?''tanyaku sambil mencoba mengecek suhu badannya namun ia langsung memukul kepalaku dengan kencang

''kau ini..apa tak ada kerjaan?.latihan sana atau ngapain kek jangan menggangguku'' kata rara jengkel

''aku gak bisa latihan kalau gak ada partner tau.karena itu jadi partnerku yuk''ajakku yg di balas tatapan jengkel olehnya

''apa kau tak lihat aku sedang sibuk mencari tau soal segelmu itu''

*grep '' itu kan bisa nanti.sekarang temani aku latihan jalan dulu''kataku sambil mengenggam tangannya

*past! ''kenapa tidak dengan kakak saja sih?.biasanya kau juga bersamanya''kata rara sambil menepis tangan ku

''luis sedang sibuk ,kalau dokter malah lebih tak bisa di harapkan.ibuku juga sedang sibuk mencari barang-barang.selain kau emang ada orang lain yg senggang'' jelasku

''apa aku terlihat senggang di matamu?''tanyanya yg ku balas dengan anggukan

Rara pun akhirnya bangkit lalu berdiri di hadapan ku tapi....entah kenapa aku merasakan aura membunuh yg begitu kuat muncul darinya..

''a...anu..setelah ku pikir-pikir kau terlihat sibuk,jadi lupakan saja''kataku yg ingin cari aman saja

''apa maksudmu?.aku sama sekali tak sibuk kok. Kan kau sendiri yg bilang''ucapnya sambil tersenyum(kesal)

''ra..rara...serius gak usah...aku mau tidur aja..maaf menanggumu'' kataku namun sepertinya aku sudah membangunkan macam yg sedang tidur. Meski aku berusaha kabur nyatanya rara tak melepaskan ku begitu saja hingga akhirnya seperti yg ku minta ia benar-benar menemaniku latihan.meski latihan kali ini terasa seperti neraka

***

''cukup sampai disini dulu''kata rara dan aku pun langsung tepar di buatnya

''se..seram..lain kali ingatkan aku untuk tak memintamu menjadi partnerku''kataku yg di abaikan olehnya lalu langsung pergi kembali mengerjakan tugasnya tadi.

Dia itu..benar-benar serius mau menyembuhkan ingatan ku ya?.

Meski ia terlihat cuek dan benci padaku nyatanya ia sangat serius menemukan cara untuk mengembalikan ingatanku.padahal ia tak punya hubungan apapun dengan hal ini.

Seharusnya ia tak berusaha sekeras itu. aku juga tak berharap banyak dari awal. Kalau memang ingatan ku bisa kembali itu bagus,tidak itu sangat bagus.tapi kalau pun tak bisa aku juga tak mau menyesalinya.

Meski begitu rara kelihatannya tak begitu.ia benar-benar ingin aku mendapatkan ingatan ku kembali.

Apa ada yg bisa ku bantu ya?

Perlahan ku dorong kursi rodaku dan pergi mendekatinya yg sedang sibuk dengan kertas-kertas di mejanya

''ada apa lagi?''tanyanya yg tetap fokus pada pekerjaannya

''tidak,aku hanya berfikir mungkin ada yg bisaku bantu''balasku

''apa kau bisa baca ini?''tanyanya sambil menyodorkan kertas berisikan tulisan kuno yg tak ku mengerti sama sekali

''tidak..tidak sama sekali. Dan lagi tulisannya berantakan banget ,ini gimana bacanya?''balasku

''kalau begitu tak ada yg bisa kau bantu. Jadi pergilah'' katanya sambil menarik kertas tersebut lalu kembali fokus

Elf Princess (S2 & S3)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang