'' ayo katakan saja atau saya akan menangis''
''harry mau menangis?''tanyaku yg di balas anggukan olehnya
''kalau begitu menangis saja'' sambungku yg membuatnya tersentak
''NONA JAHAT!''
'' kenapa?. Kan harry sendiri yg bilang'' ledekku
''ugh..sekarang nona malah meledek saya. saya benar-benar sedih sekarang''
Pfft...yah..kalau harry menangis ku rasa aku tak akan heran pasalnya ia sering seperti itu saat bersama leon.ah!.. benar juga..kalau di pikir-pikir.. aku tak pernah melihat leon menangis
''nona...apa benar tak ada yg nona ingin kan?.saya serius loh menanyakan ini'' kata harry yg kembali lagi ke topik awal
''um apa ya..''
Kenapa dia ngotot sekali sih?.aku kan sudah bilang tak ada. Lagi pula aku sudah punya banyak barang.
Harry adalah type orang yg berpendirian kuat , meski ku bilang begitu pun aku yakin ia akan tetap memaksaku meminta sesuatu. Kalau sudah begini sebaiknya aku minta sesuatu saja.
Dia bilang hal kecil pun tak masalah kan?.
''kalau begitu..kau mau itu'' kataku
''itu?''
'' aku tak tau namanya, tapi aku pernah melihatnya saat jalan di kota. Sebuah kotak yg saat di buka akan mengeluarkan musik lalu ada patung kecil yg menari di dalamnya''jelasku
''ah!..maksud anda kotak musik'' tebak harry
''jadi nona ingin itu?''tanyanya memastikan
''iya, yah..meski tak terlalu tapi kalau harry mau memberikan itu aku akan merasa sangat senang''balasku sambil tersenyum
''baik lah!. akan saya carikan kotak musik terindah yg pernah ada'' katanya semangat
''yg biasa saja juga tak masalah kok'
''tidak bisa. Nona harus mendapatkan yg terbaik dari yg terbaik''balasnya sambil mengelengkan kepala
Itu berlebihan namanya.padahal yg biasa saja seperti yg ku lihat saat itu sudah lebih dari cukup
''baiklah terserah harry saja''
''apa ada lagi yg ingin harry katakan?.saya ingin kembali ke kamar''kataku
''ah!..ada.sebenarnya itu alasan saya menghampiri nona saat ini''kata harry lalu mendekatkan wajahnya kearah ku dan berkata
''nona.apa nona bisa berdansa?''
*Blaaaar!... DANSA!?
Mendengar hal itu sontak aku mundur beberapa langsung dan mengalihkan pandangan ku darinya
Yah..bukannya aku tak pernah belajar berdansa. Kalau hanya dasarnya aku tau hanya saja...aku tak pernah mempraktekannya secara langsung.
'' tidak bisa ya'' kata harry sambil menatapku dingin dan jelas itu membuatku ke habisan kata-kata
''huh~..nona..di usia nona saat ini seharusnya nona sudah belajar hal itu.tidak bahkan anda harusnya sudah ahli soal itu. sepertinya tuan terlalu memanjakan nona hingga lupa kalau nona sudah harus belajar banyak hal saat ini'' oceh harry yg tak bisa ku balas sama sekali karena itu benar
Selama ini guru yg mengajariku selalu saja bermasalah dan akhirnya aku belajar hal-hal dasar pada leon tapi..makin kesini aku semakin jarang belajar dan hanya bermain. Ini sudah keterlaluan sih.
''karena itu. untuk menjadi seorang lady yg baik pertama-tama nona harus bisa belajar dansa ''kata harry serius
''ba..baiklah...kalau begitu..tolong carikan guru dan wak...''
KAMU SEDANG MEMBACA
Elf Princess (S2 & S3)
Fantasylanjutan dari kisah elf princess sebelumnya. kini eli sudah semakin dekat dengan kenyataan yang ada . kembali ke masa lalu , mengulang rasa sakit yang sama dan menemukan jawaban atas pertanyaannya selama ini.. ''kenapa anda membunuhnya?'' ''hmph..u...
