(Masih) Gentar Pov
Entah kemana rasa semangat gue yang tadi begitu masuk ke ruang OSIS.
Tau kenapa? Gue ngantuk.
Jadi tuh kita para anggota baru disuruh duduk di kursi meja panjang sambil nunggu Kepsek dateng, katanya sih lagi dalam perjalanan usai dinas. Atmosfer ruangan terasa hening selama nunggu. Ada yang duduk diem kayak patung, minum teh, duduk sambil merem tapi gak tidur.
Bahkan para kakel yang berdiri di sekeliling kita dengan postur istirahat di tempat gak bergerak sedikitpun.
Orang aneh mana yang bisa tahan diem doang gak ngapa-ngapain, bahkan Sopan dengan santainya menikmati teh.
Lama-lama gue banting nih meja biar pada heboh.
"Capek," gumam gue, tapi kedengeran sama Sopan yang duduk di sebelah kiri gue.
Sopan noleh, "kenapa, Gen? Kamu sakit?" tanyanya.
"Banget. Suasananya bikin pusing," kata gue dengan muka memucat biru.
"Loh, kan gak ribut."
"Itu sebabnya gue pusing, ngantuk juga."
Sopan mengerjap, dia bingung kayaknya. Gak lama kemudian pintu ruang OSIS dibuka dan masuklah orang yang udah ditungguin daritadi. Kepala Sekolah SMA Monsta, kalau bukan karena wajah mudanya, pasti banyak yang bakal salah sangka sama umurnya karena rambut putih yang dimilikinya.
Muda-muda ubanan.
Yep, Kepsek kita masih muda ges. Kalo gue kira-kirain yak, ada lah sebaya sama Bang Gem. Begitu dia duduk di kursi paling ujung, gue langsung merinding liat gestur duduknya yang tegap dan sorot mata yang tegas.
Rasa ngantuk gue langsung plong ilang.
"Selamat siang untuk semuanya. Maaf ada sedikit keterlambatan dari waktu yang sudah dijanjikan, jadi saya mulaikan saja," ucap si Kepsek.
Selanjutnya hanya kata-kata sambutan dan beberapa peraturan yang harus semua anggota baru ketahui, juga tugas masing-masing sekbid yang akan ditentukan anggotanya nanti.
Ada satu momen dimana mata si Kepsek dan gue gak sengaja bertemu. Gue gak paham tapi tau sorot matanya itu natep gue marah. Hal itu bikin gue keinget waktu Supra vc abangnya dan gue sama ditatap marah kayak gitu.
Gue pun mengalihkan pandangan. Bingung seriusan. Gue ganteng banget yak sampe ada dua orang kalo liat gue marah gara-gara takut tersaingi?
Meng-pede dulu gak sih wokawok.
"Jika sudah paham dan tak ada yang mau bertanya, silakan untuk ketua OSIS menyampaikan siapa yang akan menjadi anggota dari sekbid berapa," ujar si Kepsek.
Si ketua OSIS pun mengumumkan bagaimana cara menentukan siapa yang mendapat sekbid berapa. Salah seorang kakel bakal nyamperin kita satu persatu dan nyuruh untuk ngambil salah satu kertas gulung. Gak cuma anggota baru, anggota lama yang masih kelas 11 juga dikasih. Di dalamnya akan ada angka dan kita harus mencari orang yang mendapatkan angka yang sama.
Gue gak expect kalo gue bakal misah dari Sopan, gue dapet nomor 4, dia dapet 8. Padahal gue udah ngarepin dia.
"Woi met."
Gue tersentak begitu kenal suara orang tadi. Pas gue noleh eh taunya bener, si kakel cebol rambut lumutan cupu pake kacamata.
"Eh kakel cebol yang waktu itu!"
"Siapa yang lu panggil cebol?!"
"Ya Kakak lah."
"Kurang ajar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
FanfictionGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
