16 - Riweh Perkara OSIS

1.2K 241 13
                                        

Here we back to school again.

Kaget gue,

Gue baru aja dateng, tiba-tiba langsung disuguhi situasi yang agak canggung.

Ini ngapa kakel-kakel OSIS ada di kelas gue? Beberapa ada yang bawa senjata tajem pula.

Njir ni ngajak tawuran?

"Lu mau berdiri diem di situ terus atau kena tebas?" Salah satu kakel OSIS ngancem gue pake katana.

Gue angkat tangan gak mau kena masalah, lalu gue pergi ke kursi gue dan duduk.

"Ok, kita lanjutin yang tadi ketunda. Mulai besok OSIS bakal buka pendaftaran bagi anak-anak kelas 10 yang mau jadi anggota, lalu di hari berikutnya lagi kita bakal adain tes kelayakan. Jadi diharapkan untuk mempersiapkan kekuatan dan strategi kalian dari awal..,"

"... karena nanti gak bakal ada peraturan buat nahan diri."

Setelah itu para kakel OSIS beranjak keluar dari kelas 10 MIPA-A. Yang tadinya hening jadi mulai banyak yang bisik-bisik. Gue noleh ke Frostfire yang lagi mainin pulpen yang diapit bibir atas dan hidungnya. Nyampe monyong gitu.

"Tadi itu cuma pengumuman buka pendaftaran?" tanya gue.

"Yoi," jawab Frostfire, sekarang tuh pulpen berpindah ke sela-sela jari dia lalu diputerin.

"Lu minat?"

"Gak, ribet, mubazir waktu," jawab gue.

"Eh tapi seru loh. Katanya kalo jadi anggota OSIS, bisa bebas ikutan kalo ada tawuran."

"Pala bapak kao seru."

"Fyi gue yatim piatu."

"Gak usah ngedark juga bangsat."

Gue menghela nafas gusar, gak lama kemudian kedengeran bunyi bel. Mood gue jadi ilang gini, mana sekarang matematika peminatan.

Frostfire ngomong gak direm.

.

.

"Eh, ya, aku minat."

"Iyes!"

"Kok lu yang seneng buset."

Di waktu istirahat mulai, gue sama si kembar kayak biasa makan bekal di atep. Glacier cerita kalo dia minat masuk OSIS. Gue gak heran kalo Glacier mah, cuma yang bersemangat banget malah Frostfire.

"Ciel, kalo nanti beneran mau ada war, rekomen gue ya."

"Lu ikut masuk jadi anggota aja sih, ribet amat pake orang dalem segala," ujar gue.

"Gak, ribet, mubazir waktu,"

ITU JAWABAN GUE JINGAN!

"Gue mah mau ikut war nya aja, bukan jadi babu sekolah."

"Frost,"

Seketika Frostfire noleh ke Glacier sambil ngatup kedua tangannya sama nyengir.

"Gak Ciel, canda. Kamu mah bukan babu, tapi orang yang paling berjasa buat sekolah nanti."

"Ye lah tu."

Setelahnya senyap. Kita mulai fokus sama makanan masing-masing meski Frostfire masih sesekali cerewet. Karena gue duduk paling deket sama railing pembatas, atensi gue nangkep Gentar CS yang lagi makan siang bareng juga di halaman tengah.

Saking fokus ngeliatin mereka bertiga, gak sadar gue malah kemakan cabe rawit yang gak tau kenapa bisa ada di dalem risolis.

"Kenapa Supra?" tanya Glacier.

Reboot! Not RibutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang