26 - Si Rambut Biru

1.1K 214 40
                                        

Yang awalnya Blaze berdiri di hadapan para petinggi, sekarang Aletha dan Kalvin yang menggantikan tempatnya. Sopan masuk ke dalam ruang sidang sendirian lalu Blaze dia hampiri.

"Kakak yang namanya Blaze, kan?" tanyanya.

Blaze berbalik ke Sopan dan ngangguk, "Iya. Supra mana?"

"Tidur di mobil, Kak. Sebelumnya dia nitipin ini ke aku buat dikasih ke Kak Blaze," jawab Sopan sambil menyodorkan sebuah map pada Blaze.

Blaze pun menerima map tersebut, kemudian dia buka dan dia keluarkan isinya. Usai dilihatnya, Blaze memberikan map itu pada si jaksa.

Kemudian Blaze mengajak Sopan beranjak dari hadapan petinggi menuju kursi yang ditempati Ice, Glacier, dan Frostfire. Yep, Frostfire kembali dan sekarang dia tengah memeluk Glacier yang lagi nangis. Karenanya Blaze menghampiri mereka.

"Eh kok nangis? Tadi mintanya Frostfire balik, tuh udah di depan muka orangnya," kata Blaze.

"Glace, Glace, awas tuh ingusnya ngegantung. Ntar jadi kumis loh."

Dikatain gitu Glacier jadi gak bisa berhenti nangis, Frostfire malah ketawa dengernya.

"Blaze..." Akhirnya Ice yang bantu protes, Blaze pula nyengir kuda.

Sopan? Dia cuma diem ngeliatin dua pasang kembar itu. Wong gak kenal atuh, mereka ngomong apa juga gak masuk ke dia.

Gak butuh waktu yang lama bagi jaksa memahami isi map tadi. Dia menghela nafas sebelum meminta izin pada hakim untuk kembali berbicara. Sesudah diberi izin, dia pun berkata,

"Berdasarkan informasi yang diberikan Tuan Blaze, diketahui bahwa Nona Aletha sempat melarikan diri dari penjara dengan bantuan dari Tuan Kalvin Maheswara. Kemudian mereka tinggal bersama tanpa status menikah di New York, lalu Nona Aletha kembali ditangkap setelah ditemukan 6 tahun kemudian,"

"Di sini juga ada bukti kuat bahwa yang sebenarnya melakukan perselingkuhan adalah Nona Aletha itu sendiri, sementara foto perselingkuhan yang dilakukan mendiang Tuan Dalvin adalah manipulasi dari saudara kembarnya sendiri. Tuan Kalvin menyamar sebagai Dalvin dan mengambil gambar sedang bercengkrama dengan wanita lain. Berikut adanya bukti waktu pengambilan foto, dimana foto ini diambil di beberapa bulan setelah kematian Tuan Dalvin,"

"Kemudian tentang penculikan dan penyekapan anak bernama Frostfire dan Glacier, lagi-lagi pelaku yang sebenarnya adalah Nona Aletha. Gambar ini dinyatakan diambil di rumah lama Nona Aletha setelah dia berhasil membawa kabur anak kembar tersebut dari rumah mendiang suaminya. Lalu ada foto lain yang berhasil menangkap gambar Tuan Kalvin memfoto diam-diam Tuan Blaze dan Tuan Ice saat akan membawa Frostfire dan Glacier ke dalam mobil dan ada bukti data pengeditan seolah-olah menunjukkan Blaze dan Ice sedang melakukan penculikan."

Kemudian jaksa itu memberikan map tersebut kepada ketua pengadilan, lalu dia kembali bicara sambil menunjuk ke arah Aletha dan Kalvin.

"Dengan pernyataan ini saya menarik kembali tuntutan saya pada Tuan Blaze, beralih menuntut Nona Aletha dengan Tuan Kalvin sebagai yang bersalah."

Pernyataan si jaksa membuat hakim dengan petinggi pengadilan lain segera menyatakan hukuman apa yang akan didapat Aletha dan Kalvin. Kasus pun dinyatakan selesai setelah sang hakim memukul palunya.

.

.

Balik lagi ke narasi gue, but wait a sec...

"Supra! Makasih banyak banget loh ya!"

Perasaan gue lagi tidur, tapi bangun-bangun gue dah ada di luar mobil ditambah gue didempet Frostfire sama Glacier, alias dipeluk. Si Sopan juga cuma senyam-senyum aja ngeliat kondisi gue ini.

Reboot! Not RibutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang