Halo.
.
.
Belum ada yang tumbang kecuali para murid yang sempat menjadi lawan pertama Beliung.
Mereka berdua terus beradu kemampuan tanpa ampun. Persetan dengan peraturan sekolah, toh dia sudah alumni, jadi dia mengandalkan fisik dan senjata yang ada buat gelut. Sementara si lawan curang, dia mungkin kuat tapi saat dia terpojok, dia malah menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk menyerang tanpa menyentuh.
Dikatakan terpojok mengartikan Beliung sudah bisa menyamai Reverse.
"Astaga," Reverse terkekeh, "tau begini harusnya aku gak meninggalkanmu hanya karena kau sekarat dulu."
"Siapa juga yang sudi?" ketus Beliung.
"Gak ada. Tapi kecerobohanmu cukup menguntungkanku, seperti sekarang adikmu lakukan juga," kata Reverse.
Beliung terhenyak mendengarnya, lalu mendesah gusar. Ya dia gak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri, karena pasti Sopan sampai berbuat hal yang sama karena termotivasi olehnya.
Juga karena sudah mengetahui keberadaan Cahaya.
'Yang gak gue duga, Sopan ketemu Supra dan yang lain lebih cepet ternyata,' keluh batinnya.
Pertarungan mereka terjeda sebentar, Reverse tampak mengernyit gak suka. Dalam sekali ayunan tangan, sebuah katana muncul di genggamannya.
"Sesuatu mendorongku keluar dari tubuh bocah itu," gumam Reverse.
Beliung mengerjap lalu tersenyum miring. Dia langsung mengerti apa yang digumamkan Reverse tadi.
"Jadi lagunya Trio Ubur Ubur, nih?" tanyanya, tapi Reverse mengernyit gak paham.
"Yang itu loh. Cinta ditolak emang gak enak, cinta ditolak emang gak enak." Beliung bernyanyi sambil pargoy.
Lalu dalam satu kedipan, katana milik Reverse terayun dan nyaris membuat Beliung kehilangan wajahnya kalau saja dia gak mencondongkan badannya ke belakang.
"Berhenti omong kosong," tukas Reverse.
Dirasa tubuhnya tak bisa kembali tegak, Beliung pun mengatasinya dengan melakukan salto belakang dan sekalian kakinya menendang tangan Reverse yang menggenggam pedang sehingga pedang tersebut terpental.
Beliung kembali berdiri tegak dan mendengus geli.
"Kan bener anjir. Mental adek gue setebel buku sejarah, makanya nolak bisikan setan lu."
Hanya dengan mengarahkan tangannya ke arah pedangnya terpental, pedang itu terbang dan bergerak kembali ke genggaman Reverse.
"Orang-orang brengsek seperti kalian gak pantas menyebut kalian kuat," ucapnya.
Senyum remeh di wajah Beliung seketika menghilang, berganti menjadi senyum lebar yang kemudian diikuti dengan tawa gahar.
"Brengsek? Kami brengsek?" tanya Beliung, lalu dia melangkahkan kakinya mendekat ke Reverse.
Sementara Reverse tetap tenang sambil mengambil posisi siaga dengan pedangnya.
"Kalian membunuh adikku," kata Reverse.
"Ocho? Dia masuk ke dalam gimnasium diam-diam," jawab Beliung.
"Kau membunuh Gopal dan Fang."
"Itu karena lu guna-gunain gue."
"Kau membuat Gempa membunuhmu."
"Daripada gue bunuh dia duluan."
"Kau membuat Sopan mengikuti jalanmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
Fiksyen PeminatGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
