Bunyi perut keroncongan terdengar dari Ocho yang tengah berjalan sendirian di koridor. Banyak siswa yang penasaran dengan anak laki-laki itu, tapi gak ada seorangpun yang mau mendekati atau menyapanya.
"Laper. Ayah dan Kakak dimana, ya?" gumam Ocho celingukkan.
Di tempat lain, Boboiboy menunduk menyembunyikan senyumnya. Dia tertanya-tanya bagaimana reaksi para adik kelasnya saat tahu mereka dijahili. Toh memang ada yang mau dia berikan untuk mereka, kok, sekalian mencegah mereka dari ikut campur.
Kepalanya kembali terangkat. Saat ini dirinya bersama Gopal dan Fang berdiri di depan pintu gimnasium. Entah apa yang akan menunggu mereka dari dalam sana, tapi...
"Habislah aku, habislah aku..."
Gopal udah ketakutan duluan sampe ngumpet di belakang Boboiboy pun masih tremor.
"Heh. Beranilah sangat kau bilang pas lagi makan tadi," ejek Fang.
"Itu tadi di kantin. Sekarang udah di depan tempatnya gini beda lagi beraninya." Celetukan Gopal bikin Fang tepok jidat.
Boboiboy cuma tergeleng-geleng melihat kelakuan kawan besarnya itu. Lalu mereka dikagetkan dengan suara decitan engsel yang membuat Gopal makin histeris.
"AAARGH HANTU!" Gopal berniat kabur keburu belakang kerah seragamnya ditarik Boboiboy.
"Diamlah Gopal. Cuma pintu kebuka aja, kok," ujarnya.
Pintu gimnasium terbuka tanpa ada seorangpun yang terlihat. Boboiboy dan Fang mengernyit, kemudian mereka melangkah masuk ke dalam gimnasium.
Di atas panggung depan sana, terlihat seseorang berdiri berlipat tangan di dada. Setelah mereka bertiga berada dekat dengan panggung tersebut, orang itu menarik satu sudut bibirnya membentuk seringai.
"Kalian yang membuat janji, kalian juga yang terlambat datang," sindir orang itu.
Ketiganya menatap gak bersahabat pada orang itu. Lalu Boboiboy berucap, "terimakasih sudah memenuhi undangan kami...,"
"... Pak Retak'ka."
.
.
"Ocho ngilang? Kok iso?" Suara Blaze terdengar dari earpiece.
Halilintar menjawabnya di tengah dia berlari dengan Taufan dan Cahaya.
"Sepertinya dia pergi saat kami lagi memeriksa bahan yang disebut Kak Boy tadi. Saat itu kami gak memerhatikan sekitar."
"Kalau begitu Hali, Taufan dan Cahaya pergi mencari Ocho! Sisanya kita lanjutkan mencari Kak Boy!" titah Gempa juga sedang berlari di koridor bersama Duri.
"Oke!" Semuanya menanggapi dari earpiece masing-masing.
Kembali lagi di gimnasium. Orang yang mereka sebut Pak Retak'ka sebelumnya merupakan Kepala Sekolah SMA Monsta. Si Kepsek melompat turun dari panggung. Boboiboy, Gopal dan Fang reflek memasang kuda-kuda karenanya.
"Kalian pikir menggertak saya dengan hanya mengetahui rahasia sekolah dapat mengakhiri semuanya, huh?" ledek si Kepsek.
Mendengar itu membuat Boboiboy ikut mengukir seringai. Kuda-kuda mereka memperlihatkan betapa nekatnya mereka.
"Seharusnya Bapak mempertanyakan mengapa kami menjadi juara bertahan, jika bukan karena siap untuk berada di situasi ini," ujarnya.
Rasa menggelitik menggerayangi dada si Kepsek. Dari kekehan berubah menjadi tawa gahar. Kedua matanya sedikit menyipit, menatap tajam kepada tiga murid di hadapannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
FanfictionGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
