I'm back! Miss me, or this book?
Kalo biasanya author up chapter panjang habis libur update, kali ini gak dulu ya ges. Kayak kemaren yang author bilang, ku mau istirahat total yang artinya murni libur tanpa ngetik.
Kiw langsung lanjut aja.
.
.
Bel tanda waktu istirahat tiba udah bunyi dari beberapa waktu yang lalu dan gue masih berkutat dengan laptop di UKS.
Udah saatnya waktu investigasi. Gue tinggal tunggu yang lain beri kabar kalo mereka udah siap di tempatnya.
Tuing.
Baru aja gue omongin, si kakel cebol udah ngechat di grup, dan gak lama kemudian Sori juga ngechat. Mereka udah di tempat masing-masing, tinggal Frostfire dan Glacier yang belum nyamperin gue ke sini. At least kerjaan si kembar itu nolong di deket gue jadi kalo telat dikit gak ngaruh.
Gue pun membalas chat di grup dan minta mereka untuk pasang earpiece dan pin emblem yang udah gue pinjemin ke Sopan dan kakel cebol sebelumnya. Gak, bukan emblem yang sama kayak yang gue temuin.
Gak sampai menunggu lama sampai gue dapet akses suara mereka dari earpiece masing-masing.
"Tes tes." Itu suara si kakel cebol.
"Dah terhubung. Situasi di tempat?"
"Ada orang di sini selain kita. Gue sama Sopan coba sok sibuk dulu sampe mereka pergi," jawab Kak Adudu.
"Okay."
Gue kembali mengutak-atik keyboard laptop gue. Begitu laman yang gue buka menampilkan kolom sandi, gue segera memasukkan sandinya hingga terpampanglah sebuah laman yang menampilkan situasi di dalam ruang OSIS.
Kak Adudu pernah ngasih tau kalau di ruang OSIS gak ada akses CCTV, jadi sebelumnya gue udah pasang kamera tersembunyi. Gak banyak, cuma ngandelin dua kamera aja.
Yaitu ada pada pin yang terpasang di dada kemeja Kak Adudu dan Sopan.
Di layar terlihat fokus kameranya gak bisa diem di tempat dan gue mewajarkannya.
Btw si kembar belum nyamperin juga ya. Gue menoleh ke pintu UKS yang tertutup. Masa sih anjir mereka lupa?
"Supra."
Gue terperanjat dikit begitu suara Sopan tiba-tiba terdengar dari laptop gue.
"Mereka belum mau keluar. Habis ngerjain sesuatu, mereka malah ngobrol," katanya.
Mendengar itu gue kembali liat ke layar dan bener aja, ada tiga orang cewek berdiri di sudut ruangan lagi ngobrol.
"Kalo gitu, Sori monitor."
"Roger!"
"Cewek, tiga. Buat mereka sibuk," tukas gue.
"Aye aye kapten!"
Setelahnya gue liat di layar kamera pintu ruang OSIS terbuka dan Sori masuk ke dalam sana. Gercep juga tuh bocah.
Gue bisa liat ekspresi kesal ketiga cewek itu karena Sori yang main nyelonong masuk padahal bukan anggota OSIS, tapi Sori gak mengindahkannya.
"Teteh-teteh cantik lagi gibahin apa sih? Nimbrung dong," kata Sori.
"Heh lu siapa ha? Gak sopan ya main masuk ke sini tapi bu-"
"Alah itu gak penting, ada yang lebih penting nih. Kalian tau siswi kelas 11 yang tampangnya spek pikmi sasimo?"
Nampaknya Sori berhasil menarik perhatian ketiganya, terlihat dari tiga cewek itu mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
FanficGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
