53 - Sopan Plesbek (1)

1K 176 17
                                        

Sopan pov

Saat itu aku belum mengenalnya.

Di awal masuk SMA Monsta, orang pertama yang kukenal hanya Gentar, teman sebangku ku. Bahkan saat pembuktian pun aku bersamanya lagi. Kita mengikuti opsi kekuatan, tapi dibanding dengan Gentar yang ingin mendapat posisi dihormati, aku lebih tertarik menjadi yang dilindungi. Karena ya, mau cari aman aja.

Kenapa gak ikut opsi kepintaran? Karena aku lebih suka kegiatan yang melibatkan fisik daripada otak. Meski gitu aku tetap pintar sih.

Sampai Gentar mengenalkannya padaku.

"Anjir lupa! Wkwk. Kenalin ini Sopan, temen sebangku gue. Sopan, ini Supra."

Orang yang pernah kulihat sekilas di gimnasium duduk menyendiri di pojokan.

Saat itu kami baru sekedar kenalan saja. Sampai suatu hari, aku mengetahui satu hal tentangnya.

Aku sedang mengobrol dengan Sori, teman sekelasku. Lalu aku mendapat telefon dari Bibiku di tengah obrolan kami.

"Assalamu'alaikum, Sopan."

"Wa'alaikumsalam. Ya, Bi?"

"Pulang sekolah nanti kamu dijemput sama Maripos, ya. Jangan pulang duluan."

"Ohh iya. Tapi, kenapa Sopan dijemput?"

"Kita bakal nginep di rumah ponakan ipar Bibi buat tiga bulan."

Aku mengerjap, "emm siapa?"

"Kalian pernah ketemu loh waktu kecil."

"Sopan gak inget."

"Hahaha nanti juga inget lagi. Udah teleponnya Bibi matiin, ya. Belajar yang bener."

"Iya, Bi."

Di waktu pulang sekolah, Kak Mari benar-benar menjemputku dengan motor yang gak aku kenal. Waktu aku tanya, Kak Mari jawab motornya dia pinjem. Karena aku udah penasaran siapa si ponakan iparnya Bibi, jadi aku gak bertanya lebih, aku nebeng dengan Kak Mari menuju sebuah perumahan elit yang bernama Komplek Harmoni.

Di sanalah aku mengetahui Supra ternyata sepupuku dari pihak Paman.

Seiring berjalannya waktu, aku dan Supra menjadi dekat.

.

.

Supra pingsan setelah dia bertabrakan dengan seorang perempuan di tikungan tangga. Aku gak paham kenapa, saat melihat siapa yang menabraknya, ekspresi Supra seketika berubah ketakutan.

Bahkan saat sudah di rumah, dia kutanya apa yang men-triggernya, dan dia menjawab cuma kaget. Aku pula percaya aja.

Di keesokan harinya, karena hari minggu, Sori ngechat aku. Dia minta tolong aku buat nemenin dia ke suatu tempat.

Sesampainya aku di tempat yang dijanjikan, aku bertemu Sori di sana dan dia langsung mengajakku masuk ke sebuah toko bunga. Ternyata Sori adalah orang yang suka merawat tanaman. Aku membantu Sori membawakan bunga yang baru dibelinya ke rumahnya.

Dan di sanalah aku mendapat suatu informasi tentangnya.

"Gak semua tumbuhan di sini aku yang membesarkannya," katanya.

"Oh ya? Lantas siapa?"

"Kakakku."

"... Apa?"

Sori mengerjap, "kakakku, namanya Duri. Ya dia udah lama gak ada di sini, sih, dia hilang di kecelakaan kapal wisuda beberapa tahun lalu."

Reboot! Not RibutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang