62 - Mati Dicari

1.2K 193 96
                                        

Surpres!

Miss me?

Jadi um, kan aku dah bilang izin libur selama tahun baru. Jadi ya, menurutku Januari itu masih awal tahun baru banget, so...

Aku kambek di Februari wkwk.

Enjoy the read!

.

.

Tumben-tumbenan ruang kelasnya hening. Yaya sih gak masalah, toh dia butuh ketenangan selagi dia membaca buku novelnya. Sejak waktu istirahat berakhir, dia belum mendapati Glacier, Frostfire, dan Supra kembali ke kelas. Dia pikir mungkin mereka sudah tahu kalau kelas saat ini sedang jamkos, makanya mereka memilih santai di tempat lain.

Tapi Yaya sedari tadi berharap mereka kembali.

Sebenarnya Yaya gak sepenuhnya mendapatkan ketenangan itu. Baginya ada yang gak beres dengan keheningan ini, bukan berarti sebelumnya kelas ini gak pernah sepi, tapi sepi kali ini gak normal.

Sampai kawannya dari kelas sebelah datang nyamperin kelasnya dan memanggilnya dari depan pintu. Yaya menoleh lihat Ying melambaikan tangan memintanya untuk mendatanginya. Yaya mengangguk lalu beranjak dari kursi sambil membawa buku novelnya.

Yaya pula sadar akan sesuatu, yaitu pada saat dia berjalan menuju pintu, dia menyadari kantung mata hitam yang ada pada teman-teman sekelasnya.

Yaya bergidik ngeri. Masa iya mereka kurang tidur massal begitu? Pikirnya.

"Kenapa Ying?" tanya Yaya usai nyamperin Ying.

"Temenin gue samperin kakak kelas yang benerin kamera gue dulu yuk," pinta Ying.

"Buat apa? Kameramu eror lagi?"

"Bukan ah, tapi plis temenin gue."

Yaya mengerjap bingung, namun tetap dia turutin. Gak biasanya Ying keliatan ketakutan gitu.

Sampe dia menemukan apa yang membuat Ying begitu, toh Yaya juga ikutan merinding. Gimana enggak? Sedikit siswa yang mereka temui di koridor memiliki kondisi yang sama dengan teman-teman sekelas Yaya.

"Ying, mereka pada kenapa sih?" tanya Yaya.

"Mana gue tau ma. Tapi loh, orang kelas gue juga samanya. Makanya gue minta lu temenin gue," jawab Ying.

"Tapi kenapa harus ke Kakak itu? Kamu gak pikir dia bakal kayak mereka juga?"

Seketika Ying berhenti, begitu juga Yaya. Ying memegang lengan atas kirinya ragu.

"Haiya Yaya, jangan bikin ovt gitu dong."

"Kan cuma nanya."

"Masalahnya gue diminta samperin dia dichat tadi."

Lalu mereka berdua diam, Yaya nampak berpikir, namun tak lama Yaya dibuat tersentak oleh apa yang dilihatnya. Cekatan dia menarik Ying menuju bawah tangga dan bersembunyi di sana.

"Eh kenapa kita ngumpet, Ya?" tanya Ying, dan Yaya hanya mendesis memintanya untuk diam.

Ternyata Yaya tadi melihat kedatangan Reverse yang juga melewati koridor yang mereka lalui. Reverse nampak berjalan santai dari arah berlawanan sambil tersenyum.

"Oh Pak kepsek. Apa mungkin dia sadar sama situasi sekolah sekarang?" tanya Ying.

"Entahlah. Kalau iya, kenapa dia tersenyum gitu?" tanya Yaya.

Mereka dibingungkan oleh pertanyaan mereka sendiri, sampai gak sadar ada dua tangan sedang menggapai mereka dari belakang hingga akhirnya mereka terbekap. Tangan itu membawa mereka ke tempat lain dan meninggalkan buku Yaya yang terjatuh di sekitar bawah tangga.

Reboot! Not RibutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang