Tak kunjung menemukan Ayah dan Kakaknya, Ocho terlihat duduk sendirian di bangku halaman. Dia pikir antara Boboiboy atau ayahnya yang akan menemukannya jika dia duduk di sana. Dia menggumamkan lagu kesukaannya sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya. Cukup lama dia di sana sampai seorang wanita yang merupakan guru SMA Monsta menghampirinya. Melihat orang yang tak dikenalnya itu membuat Ocho sedikit takut.
"Kamu adiknya Boboiboy, ya?" tanya wanita itu ramah.
Mendengar nama Kakaknya disebut, Ocho langsung melupakan rasa takutnya dan berganti menjadi penasaran.
"Hu'um. Tante tau Kakak dimana?"
"Tadi dia ada di gedung sebelah sana. Mau tante anterin?"
"Oh! Gak usah, tan. Makasih ya!" Ocho beranjak pergi menuju tempat yang ditunjukkan si wanita.
Sebenarnya Ocho menyadari ada sesuatu pada wajah wanita tadi, tapi karena ia tak memahaminya, dia pun tak peduli.
Kantung mata dan kekosongan yang ada pada mata wanita tadi tentu bukan suatu pertanda yang bagus.
.
.
Dua pasang mata bertemu antara Boboiboy dan Retak'ka. Melihat ekspresi senang yang ditunjukkan Retak'ka setelah kepalanya terpisah membuat kewaspadaan Boboiboy meningkat.
"Akhirnya..."
Deg.
Tepat setelah lirihan Retak'ka tadi, asap mulai menyelimuti tubuh si Kepsek yang kemudian menjalar ke pedang lalu ke seluruh tubuh Boboiboy. Situasi yang sangat tak terduga itu membuat Boboiboy, Gopal dan Fang terkejut bukan main.
"AAAKHH!!!"
"Boboiboy!" seru Gopal dan Fang melihat Boboiboy memekik kesakitan.
Di waktu bersamaan pula decitan pintu terdengar, Gopal dan Fang menoleh. Terlihat Ocho mengintip dari sana. Bocah kuning itu kaget melihat Kakaknya berteriak dengan asap aneh di sekelilingnya. Perasaan takut dan khawatir mendorongnya untuk berlari menghampiri Boboiboy. Fang yang melihat itu segera berlari untuk mencegahnya.
"Jangan, Ocho!"
"Kakak!"
Suara halus benda tipis yang baru saja menembus sesuatu membuat Fang terbelalak hebat. Belum sempat dia meraih Ocho, pedang milik Retak'ka berhasil menusuk dada bocah itu lebih dulu. Kedua bola mata Fang bergetar begitu dia melirik siapa pelakunya.
Dari balik asap yang kian menipis itu, sosok Boboiboy kembali terlihat dengan pedang yang sama berada di genggamannya. Kepalanya yang tertunduk sedikit dia angkat. Warna merah di kedua matanya terlihat asing. Deretan gigi Fang bergemeletuk marah.
"Apa yang kau lakukan, Boboiboy?!" bentak Fang selagi dia mendekatinya.
Jika saja Fang gak ngeh dengan cepat, luka sabetan di tubuhnya pasti akan bertambah karena pedang sialan itu. Dia berhasil melompat mundur dari ayunan pedang yang diberikan Boboiboy setelah melepas Ocho.
"Fang!" seru Gopal menghampiri Fang.
Pupil mata Boboiboy bergetar kala melihat kedua temannya bersama, lalu beralih melihat pedang di genggamannya dan Ocho yang tergeletak di lantai dengan darah di bawahnya.
"Ocho..."
Bunyinya nyaring begitu sajam panjang itu Boboiboy jatuhkan. Dia melihat ke kedua tangannya yang gemetar. Pikirannya kalang kabut oleh pertanyaan mengapa Ocho bisa ada di sini dan apa yang sudah dia perbuat pada adiknya sendiri.
"Aku... Aku..."
"Bukan salahmu." Boboiboy tersentak begitu mendengar suaranya sendiri dari kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
FanfictionGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
