"Kita ngikut."
"Eh?"
Frostfire menjawab lagi setelah menyeruput teh kotaknya.
"Ya kita ngikut. Kan lu bilang masalahnya pernah ngelibatin Kak Blaze dan Kak Ice. Ye gak, Ciel?"
Glacier mengangguk.
Cepet juga mereka nerima. Gue kira mereka bakal nanya lebih lanjut secara gue belum menjelaskan keseluruhannya, padahal gue udah siap jawab.
"Kalian yakin langsung setuju?" tanya gue.
"Iya dong. Lagian kita udah tau sedikit tentang rahasia sekolah ini, kali aja penting untuk pemecahannya," jawab Frostfire.
Alis gue mengerut, "pasti Kak Blaze dan Kak Ice yang beritahu kalian."
"Satu juta rupiah dipotong pajak!" seru Frostfire, lalu diberi tepuk tangan oleh Glacier.
Gue facepalm liatnya, sementara Sopan yang duduk di samping gue terkekeh.
Gue menghela nafas, "ok. Gentar bilang kita ngumpul di perpustakaan pas jam istirahat."
"Gentar orangnya yang mana?" tanya Frostfire.
"Yang kayak preman."
"Heh gak boleh gitu," tukas Glacier.
"Tapi iya mirip sih."
Malah diiyain.
Kemudian mereka setuju untuk ikut berkumpul di jam istirahat nanti. Tak lama bel tanda masuk berbunyi dan Sopan yang berbeda kelas dengan gue pun beranjak keluar.
.
.
Singkat cerita, waktu istirahat tiba. Gue sama si kembar udah nyampe di perpustakaan lebih dulu. Tinggal nunggu Gentar CS nyusul. Untungnya perpustakaan jarang rame, jadi kita lebih gampang nemu kursi kosong.
Sambil nunggu gue baca salah satu buku aritmatika komputer yang ada di rak perpus, Glacier baca komik, dan Frostfire main HP. Sesekali Glacier menunjukkan beberapa part dari komik yang dibacanya dan Frostfire memerhatikan.
Kemudian terdengar suara langkah kaki mendekati gue dan si kembar. Gue melirik, ternyata Gentar CS baru sampai bersama satu orang yang kemarin, si cebol rambut hijau lumut.
Jadi dia yang kemaren Gentar sebut namanya Adudu dari kelas 11.
"Sorry lama ges, habis jemput kakel dulu," kata Gentar.
"Eh bukannya yang lama nyamperin kakak kelas itu Gentar, ya?" tanya Sori.
"Maksud Gentar itu maaf, Ri, bukan nyebut namamu," jawab Sopan.
Terus Sori cuma ber-oh, kemudian mereka mengambil tempat duduk di dekat gue dan si kembar. Posisinya dari sisi kanan ada gue, Sopan, dan Sori, lalu di sisi kiri ada Glacier, Frostfire, Gentar, dan Kak Adudu.
Sebelum kami memulai perbincangan, Kak Adudu ngomong lebih dulu.
"Gue kaget pas si jamet bilang ada yang punya niat sama kek gue sama dia, ternyata orangnya sebanyak ini. Motif lu pada apa emang?"
Lenggang. Belum ada yang menjawab duluan sampai Sori angkat suara.
"Aku punya kakak yang hilang karena insiden kapal tenggelam," katanya.
Lalu diangguk sama Sopan, "aku juga."
"Mungkin Sori, Sopan, dan Kak Adudu udah tau, tapi gue bakal ngomong lagi. Kalo gue pengen kasih paham sama cari tau penyebab mental abang gue down," kata Gentar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
FanfictionGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
