Ubah jadwal! Update Reboot! Not Ribut di hari Senin pindah jadi di hari Selasa. Jadwal updatenya masih seminggu dua kali, cuman jadi Selasa & Jum'at ya ges.
Mohon maklum. Jadwal di rl-ku juga makin memadat soalnya😢.
.
.
Gue paham seberapa speechless mereka yang menyaksikan langsung kedua senjata itu. Sementara di balik kelima foto lainnya terlihat normal, tapi yang kedua ini menjadi tanda tanya besar.
"Apa-apaan ini? Mereka pernah saling bacok?" tanya Kak Adudu blak-blakan.
Walau gitu bisa aja yang ditanyakan Kak Adudu emang bener, kan? Terdapat darah kering yang masih menempel di kedua senjata itu. Gue penasaran kenapa itu gak dibersihkan.
Btw gue bahas lebih dulu tentang apa isi dari kelima pintu yang lain. Dimulai dari balik foto bingkai Bang Hali, di dalamnya ada sebuah topi berwarna hitam dengan garis merah di pinggir lidah topinya.
Kemudian dari foto Blaze dan Ice Maheswara. Di balik kedua foto tersebut terdapat dua benda yang sama, yaitu almamater.
Selanjutnya dari balik foto Bang Solar. Kalau aja gak diteliti dengan baik, pasti akan dikira gak ada apapun di dalamnya, tapi nyatanya ada sebuah benda kecil berbentuk sama kayak salah satu dari delapan emblem yang pernah gue colong sebelumnya.
Bentuknya seperti kedipan cahaya.
"Perlu kita ambil semuanya?" tanya Sopan.
"Gila lu? Nih lorong pasti Kepsek juga tau. Kalo dia ngeh ada yang ilang, kita yang berabe," cetus Kak Adudu.
Gue yang masih di UKS menganggukki katanya.
"Benar. Gak papa, gue dapet dokumentasinya," ujar gue.
"Emang lu liat?" tanya Kak Adudu.
"Liat."
"Gimana caranya?"
Oh ya, mereka gak tau tentang kamera tersembunyi dari balik pin tersebut. Daripada menjawab, gue mengalihkan topik.
"Diliat dari barangnya, gue rasa ada yang perlu kita ambil biar mempermudah pemecahan."
"Kamu yakin?" tanya Sopan.
"Yang beginian kudu berani terima resiko. Ambil buku dari foto Duri dan benda kecil dari foto Solar," tukas gue.
"Foto Solar yang mana?"
"Yang papan namanya kecoret cat."
"Kok Solar?"
Gue tepok jidat. "Gak taulah, emang namanya itu kok."
"Tap-"
"Elah tibang nama aneh. Lu sama Supra juga samanya," ejek Kak Adudu.
Gue pula dibawa-bawa. Anjirlah.
Sempet cekcok lagi bentar, habis itu mereka pun membawa barang yang gue pinta.
"Tes tes."
Suara Sori terdengar, gue lebih dulu membalasnya.
"Oit."
"Ada Kepsek sedang menuju ke ruang OSIS. Ganti."
Dikata kita lagi pake walkie talkie apa.
Tapi tunggu...
"Masih jauh apa dah deket?" Tadi suara Kak Adudu bertanya.
"Baru nyampe depan koperasi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Reboot! Not Ribut
Fiksi PenggemarGue muak ketika orang-orang bilang jangan lihat sesuatu cuma dari sampulnya. Di mana-mana yang namanya baru lihat pasti yang dilihat duluan ya sampul. Hidup mati gue dipertaruhkan di sekolah ini. Abang-abang sialan! . . Cerita ini murni hasil dari...
