"Git pulang ya, Makasih ya."
"Iya hati hati, kabari kalau sudah sampai rumah."
Melihat Shani yang sudah pergi menjauh dari rumahnya, Gita pun menutup gerbangnya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. Gita menatap ke atas dan mendapati awan abu pekat masih mewarnai langit langit, Gita dapat merasakan tetesan tetesan air mengenai wajahnya yang menandakan bahwa awan abu pekat itu mulai menurunkan kembali satu persatu air hujan yang di bawanya. "Hujan lagi." Ucap Gita lalu berlari kecil menuju ke rumahnya sembari menutupi kepala dengan tangannya.
Gita masuk ke dalam rumahnya, membereskan sisa sisa peralatan yang masih tertinggal di ruang tamu, dan membawanya ke kamarnya. Gita keluar dari kamar melihat ke sekitar dan hanya mendapati Kathrina yang tengah asyik menonton bermain handphone di ruang keluarga.
"Freya mana tin?" Ucap Gita menghampiri Kathrina.
"Di kamar mungkin kak, coba aja ke kamar." Ucap Kathrina menoleh ke arah Gita.
"Oh oke." Ucap Gita lalu berjalan menuju ke kamar tamu.
"Oke." Ucap Kathrina kembali memainkan handphonenya.
Tok!tok!tok! "Fre kamu di dalam?" Gita mengetuk pintu kamar tamu rumahnya.
"Iya kak." Balas Freya dari dalam kamar.
"Kamu ngapain Fre." Gita membuka pintu kamar tamu, dan tengah melihat Freya duduk di kursi menatap ke arah cermin di depannya.
"Ga ngapa ngapain." Ucap Freya menoleh ke arah Gita.
"Gimana luka kamu? Udah di kasih salep lagi belum." Ucap Gita menarik kursi di pojok kamar, lalu duduk di samping Freya.
"Udah kak." Ucap Freya memperhatikan lukanya.
"Loh Fre kok lukanya jadi bonyok gitu yang di paha." Ucap Gita setelah memperhatikan lebih seksama luka di paha Freya.
"Iya, mungkin karena aku banyak gerak mungkin kak." Ucap Freya.
"Kamu jangan banyak gerak dulu Fre, gerak kalau untuk urusan penting aja." Ucap Gita.
"Iya kak." Ucap Freya.
"Kamu besok gausah sekolah dulu aja ya, nanti lukanya makin parah loh." Ucap Gita.
"Aku sekolah aja deh kak." Ucap Freya.
"Yaudah kalau gitu, kalian berdua besok berangkat bareng kakak aja, nanti kakak minta tukeran mobil sama Muthe." Ucap Gita.
"Iya kak." Ucap Freya.
"Kaaaaak Gitaaaaa." Ucap Kathrina tiba tiba dari ambang pintu.
"Kenapa tin." Ucap Gita menoleh ke arah Kathrina.
"Yang lain pada kemana kak? Ayah, Bunda, kak Muthe." Ucap Kathrina lalu melemparkannya dirinya ke kasur.
"Pada pergi semua, mungkin bentar lagi juga pulang." Ucap Gita.
"Oalah pantes kok sepi banget." Ucap Kathrina.
"Iya." Ucap Gita.
"Eh kak Gita, Kak Fre main ludo yok, aku baru download loh hehehehe." Ucap Kathrina tersenyum lebar sembari menggoyangkan handphonenya.
"Ayok boleh, yok Fre." Ucap Gita yang di balas anggukan oleh Freya, dan mereka berdua berjalan menghampiri Kathrina yang sudah menunggu di kasur.
Gita dan Freya duduk di kasur bergabung bersama Kathrina dengan handphone Kathrina berada di tengah mereka. Mereka menentukan ingin bermain dengan warna apa lalu, permainan pun di mulai dengan Freya yang bermain terlebih dahulu di susul Kathrina baru kemudian Gita. Mereka bertiga bermain dengan Freya yang memimpin permainan di susul Gita kemudian Kathrina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
De TodoApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
