"Aku bakal donorin organ ku untuk Freya. Jadi, Ayok. Bawa Gita temuin dokter Anin." Ucap Gita menghadap Adya.
"Freya ga akan suka itu Git." Balas Adya membuang wajahnya lalu kembali menjambak rambutnya frustasi.
"Apa lagi pah!? Waktu Freya cuman berapa hari pah!!! Lima hari!" Tekan Gita membuat Adya semakin frustasi.
Di satu sisi, Adya sangat ingin sang anak selamat. Namun, disisi lain Adya tidak rela jika Gita yang harus mengorbankan dirinya. Adya tidak mau kehilangan orang kesayangannya lagi. Sama saja bohong jika Adya mendapatkan kembali Freya, namun malah kehilangan Gita.
"Tunggu, Gita! Tunggu! Kasih papah waktu!" Tegas Adya lalu menelepon Arslan untuk menanyakan apakah ada seseorang yang sudah memberi kabar dirinya.
Semua hal saat ini telah di lakukan oleh Adya dan Arslan. Mereka menyebarkan informasi dibutuhkannya pendonor dengan cepat melalui semua platform. Sosial media, poster, jaringan lunak perusahaan mereka, mereka jadikan tempat informasi. Bahkan, Arslan sampai menyewa semua Billboard yang ada di Jakarta hanya untuk memberikan informasi tentang dibutuhkannya Transplantasi.
"Belum ada Adya. Secepatnya saya kabari jika ada yang menghubungi." Ucap Arslan dan Adya memutus telepon secara sepihak.
Dilema kembali terjadi. Drama kehidupan kini terputar dalam gulungan film lawas yang membawa kembali Adya pada saat sang istri mengalami kejadian yang sama dengan Freya.
"Resha, aku harus gimana..." Gumam Adya hingga muncul bayangan wajah terkahir dari sang istri.
Flashback On
Azeliya Quresha Putri Adiphati. Dialah sosok yang bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada Freya. Dialah sosok Ibu kandung dari Freya, yang juga mempunyai riwayat penyakit yang sama dengan Freya. Sosok yang membebankan Freya dengan penyakit jantung lemah miliknya. Sosok yang melahirkan Freya, dengan kondisi yang sama persis dengan Freya.
Resha adalah sosok yang begitu cantik dan manis. Perawakannya sama persis dengan Freya. Mata indahnya yang berwarna biru dan hijau. Hidungnya yang begitu mancung. Bibirnya yang begitu tipis, serta kulit nya yang putih bersih... Tidak ada celah untuk kita menggunjing fisik Resha.
Freya hadir di dunia, atas rahim dari seorang Resha. Resha sangat begitu sayangnya kepada Freya. Dahulu, setiap malam, Resha selalu bermain piano untuk menghibur Freya yang di dalam kandungannya. Di ajaknya Freya bicara oleh Resha dengan tangan halus yang meraba perutnya, merasakan setiap tendangan halus yang diberikan oleh Freya.
"Azel? Azeel? Hei, Azel kamu dimana? Mah? Mamah!? RESHAAAA!? Bejir istri dan anakku menghilang kah?" Tanya seorang suami yang sedang mencari keberadaan sang istri.
"Apa pah? Ini mamah masih sama anak kitaaaa." Jawab sang istri yang sedang tersenyum mengusap lembut perutnya di depan sebuah grand piano dengan emblem emas asli bertuliskan "Azel" di salah satu sisinya.
"Astaga, main piano lagi? Hahahaha, pusing banget itu pasti anak kita." Ujar Adya lalu turun dari lantai dua rumah mereka.
"Engga lah. Sayang kita kan suka piano ya nak ya? Kan katanya kamu mau jadi pianis hebat juga kaya mamah." Ujar Resha, lalu dirinya merasakan tendangan lembut dari sang buah hati.
Resha sangat bahagia. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa dia saat ini telah mengandung seorang anak. Resha sungguh tak bisa lagi menggambarkan rasa senangnya, dan untuk itu Resha kembali mengajak Adya untuk mengenang dahulu bagaimana mereka bisa saling berkenalan.
"Pah, dulu pas kita masih kuliah, kamu datang ke ISI itu karena apa ya?" Tanya Resha setelah mereka berpindah ke sofa, setelah tadi di bantu oleh Adya.
"Masa kamu lupa sih?" Tanya Adya menyandarkan tubuhnya ke sofa untuk membentangkan tangan kirinya untuk merangkul sang istri tercinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
NezařaditelnéApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
