Seratus Empat

1.1K 120 294
                                        

Di tengah hampa yang tak terhingga, waktu melompati takdir yang kejam, merajut benang takdir yang terkait dalam keruhnya alam semesta. Dalam sunyi yang menggema, sang takdir menari di antara dimensi yang tersembunyi, mengungkap rahasia yang terpendam di balik tirai waktu yang tak tergoyahkan.

Tak terasa sudah 8 bulan lamanya Freya, Kathrina dan keluarga tinggal di ibu kota. Perpindahan mereka membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan mereka. Tak seperti di Yogyakarta, tempat dimana mereka sulit sekali mendapatkan seorang teman, kehidupan mereka disini terasa begitu mudah. Walaupun terkadang masalah hadir menghadang, namun gebrakan semangat selalu hadir untuk meluluhlantahkan nya. Tak ada yang bisa mengurangi takdir dan waktu! Begitu juga dengan seluruh murid XI IPA 1 yang dikumpulkan oleh bu Yuvia.

Terjadi anomali yang tak disangka dalam kelas mereka. Terjadi keanehan yang begitu menakutkan bagi bu Yuvia sebagai wali kelas. Karena nilai yang didapatkan seluruh murid XI IPA 1 itu hampir mendekati sempurna—kecuali mereka yang berbeda keyakinan dengan Freya.

"Ibu memang tidak melarang kalian untuk bekerja sama, akan tetapi ini!? Apa-apaan nilai seperti ini? Bagaimana kalian bisa mendapatkan nilai seratus diseluruh mata pelajaran?" Tanya bu Yuvia menggelengkan kepalanya.

"Bukan ibu tidak percaya pada kalian, tapi apa kalian bisa untuk mempertanggung jawabkan nilai kalian?" Tanya bu Yuvia kembali namun tak dijawab oleh seluruh murid.

Ujian tengah semester telah usai, dan seluruh murid XI IPA 1 telah mendapatkan nilai sempurna dalam ujian mereka. Ini adalah hal yang membanggakan sekaligus menakutkan. Ini terasa begitu mustahil, pasalnya bukan hanya satu. Namun seluruh murid, di hampir seluruh mata pelajaran, mereka mendapatkan nilai yang sempurna.

"Kenapa tidak ada yang menjawab? Ibu tanya apakah ada yang bisa mempertanggung jawabkan nilai ini?" Tanya bu Yuvia.

Semuanya tidak ada yang berani menjawab, karena memang itu bukanlah nilai hasil kerja kerasa mereka. Itu adalah hasil kerja keras Freya yang diberikan secara sukarela. Itu adalah hasil yang didapatkan tanpa adanya sebuah usaha.

"Bisa Bu." Celetuk salah satu murid membuat semuanya benar-benar marah dan langsung menatap kearah manusia yang hadir sebagai formalitas sekolah itu.

"Baiklah. Buktikan kepada ibu. Ibu hanya akan memberikan kalian satu soal saja, satu soal saja. Tidak perlu bertele-tele, dan soalnya begitu mudah. Sekarang waktu sudah menuju jam 15:00, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kalimat kalian, maka kalian tidak boleh pulang sebelum kalian menyelesaikan soal ini. Walaupun saya guru bahasa inggris, tapi bukan berarti saya tidak mengerti mata pelajaran yang lain. Ibu sudah memberikan soalnya. Ibu memperbolehkan kalian membuka catatan, buku cetak, dan internet, serta alat bantuan apapun itu. Tapi, hanya satu yang tidak boleh kalian lakukan. Jangan menyontoh jawaban Freya. Silahkan, kerjakan sekarang." Jelas Bu Yuvia tersenyum.

Pada 5 menit awal waktu berjalan, mereka meremehkan soal yang telah diberikan bu Yuvia. Namun itu tidak berlaku bagi Freya. Soalnya memang terlihat mudah, namun sebenarnya ini adalah soal yang sangat menjebak karena ini adalah soal matematika. Soal ini hanya mempunyai huruf dan rumus didalamnya. Tidak terdapat satupun angka membuat semuanya akhirnya mulai kesulitan untuk mengerjakannya, kecuali Freya.

Bagi Freya, ini adalah soal yang sangat-sangat mudah. Mengapa begitu? Itu mudah, justru karena tidak terdapat angka didalamnya. Jika bagi yang lain itu sulit karena tidak ada angka, bagi Freya itu sangat mudah karena Freya lah yang akan menentukan sendiri angka yang akan dikerjakan. Itu hanyalah sebuah rumus yang sederhana, dan jika Freya memberikan sampai beratus-ratus juta pun hasilnya akan tetap 0, karena Freya membuat X adalah 0. Seluruh hasil yang telah ditemukan oleh perhitungan sebelumnya akan dikalikan X kuadrat, dan apabila Freya membuat X adalah 0 maka semua hasilnya akan tetap menjadi 0!

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang