... "Freya?"
"Mohon berikan Freya waktu. Freya baru tersadar.
Mereka bersyukur. Mereka begitu bahagianya ketika tahu bahwa Freya saat ini sudah tersadar. Walaupun memang saat ini mereka tengah berada di luar ruang ICU, tapi mereka sangat-sangat senang. Perasaan mereka tak lagi bisa di ungkapkan dengan kata-kata apapun yang bertema membahagiakan. Ini adalah penantian mereka selama ini. Penantian yang membutuhkan waktu yang begitu lama. 17 tahun lamanya mereka harus menunggu untuk Freya akhirnya dapat merasakan tubuh yang sehat. Butuh waktu 17 tahun lamanya untuk Freya akhirnya dapat hidup dengan normal. Butuh 17 tahun lamanya untuk Freya akhirnya terbebas dari siksaanya. Ingat, terbebas dari siksaanya! Dan begitu dokter Anin keluar dari ruangan...
"Freya sudah sadar. Kalian boleh melihat keadaannya, tapi saya mohon jangan membuat keributan." Ucap Dokter Anin tersenyum.
"Beneran dok?" Tanya Gita menggoyangkan kuat bahu Anin yang di balas anggukan dan senyuman oleh Anin, membuat Gita menitihkan air mata dan memeluk erat tubuh dokter Anin.
Setelah puas mengucapkan terima kasih, maka dokter Anin langsung berpamitan untuk pulang karena nanti pada tanggal 25 Mei, dia akan melaksanakan pernikahannya.
"Papah, Freya pah..." Lirih Gita berjalan lemas dan langsung memeluk erat tubuh Adya.
"Iya Git, iya. Freya udah sembuh nak. Freya udah sembuh. Adik kamu sembuh." Tutur Adya mengusap lembut bagian belakang kepala Gita.
Tidak ada dari mereka yang berani masuk ke dalam ruang ICU. Bukan karena mereka takut, melainkan mereka tidak ingin menganggu Freya. Mereka ingin membiarkan Freya istirahat, sampai akan tiba waktunya untuk mereka bisa menjenguk Freya masuk ke dalam ruang ICU.
Semakin lama waktu berjalan, semakin matahari beranjak menuju puncak kejayaannya. Kejamnya panas terik matahari harus tunduk di bawah rasa bahagia semua orang yang mempunyai hubungan dekat dengan Freya.
Nit-nit-nit... Nit-nit-nit...
Dan dengan itu pula satu persatu orang yang Freya sayang mulai berdatangan. Kathrina serta Yori yang datang bersama dengan Muthe, Rasha, dan Syifa. Lalu di susul lagi dengan Zee yang hadir bersama Ashel dan Adel. Lalu setelahnya, hadirlah Gracia bersama dengan semua keluarganya, disusul Christy yang hadir bersama dengan Fiony yang disusul lagi oleh Thommy setelahnya. Bahkan seseorang yang tak mereka pikirkan pun tiba. Dan dialah sosok Arna yang datang bersama dengan sang istri. Tak tanggung-tanggung. Bahkan bu melody dan bu Yuvia pun turut hadir untuk melihat keadaan Freya.
Dalam kelompok tersebut, terdapat beberapa kelompok kecil lainnya yang terpisah. Ialah kelompok para ibunda yang berbincang santai bersama dengan para guru. Lalu, di dekat mereka terdapat kelompok anak muda yang berkumpul menjadi satu. Ialah barisan para adik yang tengah mengadu nasib mereka. Lalu, di sisi yang lainnya ialah teman-teman dekat Freya, di tambah Yori yang juga ikut bergabung bersama mereka. Dan hanya ada dua kelompok lagi yang tersisa. Ialah kelompok para kakak tertua, dan kelompok para ayah yang tengah bersantai di kantin rumah sakit karena mereka tidak mungkin merokok di dalam gedung rumah sakit.
"Jadi, Freya sudah benar-benar sembuh bang?" Tanya Thommy menghembuskan asap rokok tepat di depan Adya yang mencoba menahan hasrat untuk merokok.
"Iya." Balas Adya menelan liurnya yang tergugah dengan rokok milik Thommy.
"Kenapa kamu ga merokok Adya?" Tanya Arslan.
"Saya sudah bertekad pak untuk ga merokok lagi." Ungkap Adya dengan sebuah batang rokok ditangannya yang sudah menyala. Iya, benar. Adya baru saja menjarah rokok milik Thommy.
"Loh? Kok? Loh, heh?" Tanya Thommy melihat bungkus rokok miliknya di meja yang telah raib.
"Hahahaha kamu ini tidak kompeten ya." Ejek Arslan lalu Adya hanya tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
De TodoApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
