Sembilan Puluh Enam

1.2K 115 211
                                        

"Harmonis", adalah sebuah kata yang sangat di dambakan setiap keluarga. Kehangatan yang menenangkan, kebahagiaan yang merekah, kesenangan dalam sebuah harapan. Oh sungguh, itu adalah keinginan setiap keluarga di dunia ini.

Akan tetapi, di suatu pagi yang sunyi ini, Kathrina merasakan ada sesuatu yang salah dengan keluarga mereka. Banyak sekali anomali yang tidak seharusnya muncul di keluarga bahagia ini, yang mengganggu perasaan anggota keluarga termuda ini. Sang ayah yang hanya diam, sang ibunda yang juga bingung dengan keadaan ini, sang kakak yang mengunci diri di kamar nya. "Huft," Tidak ada dari mereka bertiga yang bisa di harapkan kali ini.

"Mah, kok kak Freya sama papah dari kemarin saling diem ya." Bisik Kathrina di meja makan.

"Mamah ga tahu nak. Tapi memang. Mereka ga biasanya loh kaya gini." Balas Tefa berbisik.

Di hari itu, Adya tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya. Begitu juga Freya yang hanya berdiam, mengunci diri di dalam kamar. Hari ini mereka semua tidak memainkan peran mereka dengan baik. Tefa dan Kathrina yang tidak ikut terlibat pun akhirnya ikut terseret dalam arus masalah antara Adya dan Freya yang dimana itu membuat Tefa bertanya-tanya.

"Kamu kenapa pah? Kamu ribut sama Freya?" Tanya Tefa menghampiri Adya yang sedang mengikat tali sepatunya.

Tidak ada respon apapun. Adya masih memegang teguh sifat dinginnya, seolah dirinya sedang menirukan dinginnya sebuah kutub.

"Pah? Ish ga di jawab loh." Ucap Kathrina.

"Bisa diam ga? Papah ini lagi cosplay Thomas Slibaw. Tolong jangan rusak kewibawaan papah."

Memang tidak bisa di harapkan. Tidak hanya Tefa dan Kathrina yang merasa iba dengan Adya. Semua orang yang mengenal Adya pun pasti akan merasa iba. Maksud dari semua ini, hei! Lihat-lihat. Bahkan Adya kini sudah berubah menjadi kuriboh dengan kearifan lokal...

 Bahkan Adya kini sudah berubah menjadi kuriboh dengan kearifan lokal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


*Ini adalah kuriboh*

Keheningan akhirnya terpecah. Canda tawa yang biasa mereka dengar kini kembali bergema. Perasaan suram tadi seketika berubah menjadi hangat kembali. Namun, oh sungguh sangat disayangkan kebahagiaan ini harus kembali berakhir ketika Adya dan Freya bertemu di satu tempat yang sama. Kedua bola mata mereka saling beradu, sebelum Adya lah yang memutuskan pergi terlebih dahulu.

"Kalian berdua kenapa sih nak? Dari kemarin." Tanya Tefa.

Sama seperti Adya, Freya pun juga merespon Tefa dengan tidak sesuai harapan. Freya hanya tersenyum menggelengkan kepalanya, lalu dengan handuk di tangannya Freya masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri.

"Sumpah. Papah sama kak Freya aneh banget." Gumam Kathrina memperhatikan tingkah laku Freya.

Semenjak kejadian terungkapnya pelaku dari pembullyan sang anak, Adya dan Freya kini membuat jarak yang lumayan jauh di antara mereka. Freya tahu konsekuensi atas keputusannya. Freya tahu kalau Adya akan melakukan hal ini kepadanya. Freya tahu hal itu, dan Freya menerimanya.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang