Dua Puluh Lima

1.2K 99 17
                                        

Gumpalan awan bewarna abu kini sedang berkumpul di tengah tengah kota Jakarta, menutupi sang mentari berserta langit langit biru cerah di atasnya. Bersamaan dengan itu air tuhan turun membawa kenangan berbeda tentangnya kepada setiap insan di bawahnya, termasuk Shani yang sedang duduk di balkon kamarnya menatap ke arah luar, menikmati air tuhan turun di iringi bau basah dan kenangan di dalamnya. Shani menopang dagunya dan hanya terdiam saja menatap ke arah kota Jakarta yang sedang di basahi oleh rintik hujan di depannya.

"Huft." Shani menghela nafasnya dan masuk kembali ke dalam kamarnya. Shani menggeser jendela kamarnya, menarik horden jendela sehingga menutupi pemandangan masuk ke kamarnya.

Shani membuka pintu kamarnya dan berjalan menuruni tangga rumahnya, hendak mengambil kontak mobil yang dia letakan di gantungan khusus menaruh kunci kendaraan. Shani hari ini berencana untuk pergi ke rumah Gita guna mengerjakan proposal yang di perintahkan oleh kepala sekolah kepada para anggota OSIS. Shani mengambil kontak mobilnya dan melihat ke sekitaran rumah yang terasa begitu sunyi, layaknya rumah yang sudah lama di tinggalkan oleh pemiliknya. Shani membuka pintu rumahnya dan kembali melihat rintik hujan masih membasahi semua yang ada di bawahnya. Shani berjalan ke arah garasi rumahnya dan hanya melihat mobilnya yang terparkir rapih di sana.

"Ayah, ibu, sama Christy pergi ternyata." Ucap Shani saat kaki jenjangnya mulai menyentuh garasi. Shani menekan remote mobilnya membuat mobilnya berbunyi yang menandakan pintu mobil sudah tidak di kunci.

Shani masuk ke dalam mobilnya, menaruh handphonenya di bangku penumpang di bagian depan, dan menekan satu tombol merah di samping stir mobil, yang membuat mobil itu langsung menyala. Shani perlahan keluar dari garasi mobilnya dan ikut merasakan rintik hujan turun menghantam pelan atap atap mobilnya. Shani menghidupkan pembersih kaca mobil, menjalankan mobilnya di halaman rumah dan membunyikan klakson yang membuat satpam yang sedang menjaga keamanan rumah keluarga Natio langsung membuka kan gerbang untuk Shani.

Shani kembali menjalankan mobilnya pergi meninggalkan rumahnya, dan perlahan menyatu bersama kendaraan lain, melawan derasnya hujan jalanan kota Jakarta. Saat di perjalanan Shani teringat hendak menghubungi Gita, oleh karenanya Shani mengambil handphone nya hendak menyambungkan bluetooth di handphone miliknya dengan bluetooth yang ada di mobilnya.

Tinnnnnnn!
Tinnnnnnn!

"Heum?" Shani melihat ke arah depan, yang ternyata sudah ada sebuah mobil truck bermuatan besar tengah melaju cepat kearahnya.

"Astaga!" Ucap Shani melepaskan handphone nya dan langsung membanting stirnya ke arah kiri yang membuat mobilnya kembali ke jalur yang seharusnya sehingga terhindar dari kecelakaan. Shani sedari tadi tidak sadar bahwa mobilnya sudah keluar ke jalur yang berlawanan arah, karena dirinya sedang sibuk mengotak atik benda kecil yang berada di genggamannya, berusaha menyambungkan bluetooth handphone nya dengan bluetooth yang ada di mobilnya. Shani menepikan mobilnya di bahu jalan tidak lupa menghidupkan Hazard mobilnya dan berhenti sejenak di bahu jalan sembari menepuk nepuk pipinya.

"Sadar Shani sadar." Ucap Shani.

Shani terdiam sesaat memikirkan apa yang akan terjadi jika saja tadi dirinya gagal mengendalikan mobilnya. Shani menyandarkan kepalanya pada senderan bangku, memejamkan kedua bola matanya, menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan. Shani membuka matanya perlahan, menatap ke arah depan dan menggelengkan kepalanya sebelum akhirnya mengambil handphone nya yang terjatuh di bawah. Shani membuka handphone nya, menarik layar handphonenya ke bawah dan menekan logo bertuliskan bluetooth. Setelah melihat handphone nya sudah tersambung dengan bluetooth mobil, Shani membuka aplikasi WhatsApp dan mengetikan nama Gita disana, kemudian menekan logo telepon di atas kanan. Sembari menunggu Gita mengangkat telepon darinya, Shani kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Gita.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang