Cerahnya mentari pagi yang menembus cermin jendela, menyilaukan mata sipit seorang gadis dengan kulit putih bersih, yang tengah duduk di bangku aula sebuah gedung kesenian Jakarta.
"Waktu kalian untuk membuat seni Kriya adalah 3 jam di mulai saat pukul 08:00. Harap siapkan semua alat dan bahan kalian. Kami tidak menerima alasan apapun, jika alat dan bahan kalian kurang, karena itu sudah menjadi tanggung jawab peserta. Mengerti?" Ucap pembawa acara.
"Mengerti." Ucap semua peserta.
"Kalian sudah boleh mengerjakan karya seni kalian, dan semua karya seni akan di kumpulkan hari ini juga, lalu besok kalian semua akan kembali berkumpul di aula ini untuk mempresentasikan hasil karya seni kalian kepada para juri." Ucap Pembawa Acara lalu semua peserta, tak terkecuali Fiony mulai mengerjakan karya seni mereka masing masing.
Fiony sebagai perwakilan Jakarta Pusat saat ini tengah duduk di panggung aula gedung kesenian Jakarta bersama peserta lomba seni kriya lainnya yang juga mewakili daerah kotamadya Jakarta lain dalam perlombaan seni kriya tingkat provinsi. Fiony di bawah bimbingan Bu Jinan, memutuskan untuk membuat seni kriya yang terbuat dari tanah liat. Butuh waktu 4 hari lamannya bagi Fiony dan Bu Jinan berdiskusi untuk berpikir seni kerajinan tangan apa yang akan mereka bawa dan tampilkan di seni kriya tingkat provinsi kali ini.
"Hallo." Ucap pembawa acara.
"Hallo." Balas Fiony.
"Disini bisa kamu terangkan apa yang kamu buat di sini?" Tanya pembawa acara.
"Eum, disini saya membuat seni kerajinan tangan dari tanah liat." Ucap Fiony sembari mulai membuat sebuah bentuk dari tanah liat tersebut.
"Wah hebat sekali. Bukannya sulit membuat seni kriya dari tanah liat?" Tanya pembawa acara.
"Sebenarnya sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini." Ucap Fiony tersenyum.
"Iya benar sekali. Yasudah semangat ya." Ucap pembawa acara lalu berjalan ke peserta lainnya.
Sejujurnya Fiony kurang menguasai teknik seni kerajinan tangan tanah liat, namun dirinya pernah mempelajari seni kerajinan tanah liat saat dirinya masih SMP kelas 7 dahulu. Fiony dengan hati hati, mulai membentuk sebuah bongkahan tanah liat menjadi sebuah bentuk guci. Fiony harus berulang kali, menekan dan memainkan jarinya supaya bongkahan tanah liat tersebut benar benar terbentuk menjadi sebuah guci yang benar benar sempurna. Namun sebelum Fiony membuat guci tersebut, Fiony terlebih dahulu membuat tutup guci tersebut.
Bagian tersulit bagi Fiony bukanlah dalam membentuk tanah liat tersebut. Namun bagi Fiony bagian sulitnya ialah, karena dia membuat kerajinan tangan tersebut menggunakan alat manual bukan otomatis, sehingga Fiony harus terus menggerakkan kakinya di pedal yang tersedia di alatnya untuk membuat piringan di mesin itu terus berputar. Fiony sengaja hanya mengambil sedikit saja bongkahan tanah liat tersebut, hanya untuk berlatih sedikit. Setelah di rasa sudah cukup berlatih, Fiony langsung membuang guci hasil latihannya ke dalam kotak sampah yang di persiapkan oleh panitia.
"Huft."
Helaan nafas seorang Fiony menandakan bahwa dirinya akan mulai benar benar untuk membuat seni kriya tanah liatnya dengan serius. Fiony kembali memotong bongkahan tanah liat miliknya menggunakan benang khusus, lalu menaruhnya di atas piring yang akan berputar jika Fiony menginjak pedal di bawah meja miliknya. Fiony secara perlahan mulai memainkan pedal di bawah mejanya yang tersambung langsung dengan piring di atas mejanya dengan perantara tali, membuat piring tersebut mulai berputar.
Fiony memasukan tangannya ke dalam mangkuk berisi air yang sudah di siapkan nya, lalu dengan perlahan menekan bongkahan tanah tersebut. Setalah melewati tahap pertama, Fiony dengan sangat hati hati menekan permukaan bagian luar bongkahan tanah tersebut, lalu secara perlahan mulai mengangkat tangannya perlahan membuat bongkahan tanah tersebut yang tadinya pendek, menjadi sebuah bongkahan tanah panjang berbentuk tabung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
CasualeApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
