Suara burung burung yang bersahut sahutan, berkesinambungan dengan suara jam weker yang berbunyi keras, mencoba menarik kembali kesadaran seorang gadis yang tengah tenggelam dalam dunia mimpi. Namun dua hal itu saja tentu belum berhasil untuk mengusik ketenangan gadis yang tengah tertidur pulas di kasurnya, sampai seseorang datang dan membuka gorden kaca jendela kamar gadis itu, membiarkan sinar mentari pagi masuk menusuk ke mata gadis tersebut.
"Bangun, bangun udah pagi." Ucap seseorang tersebut.
"Heum?" Ucap Zee membuka matanya sedikit dan melihat ibunya tengah membuka gorden jendela membiarkan sinar mentari pagi masuk menerangi seisi kamar.
"Bangun udah pagi." Ucap Elen.
Elena Becca Levronka atau Elen.
Elen adalah ibu dari Levronka bersaudara. Elen adalah sosok ibu yang sangat santai kepada anak anaknya. Elen juga bukan lah sosok ibu yang memaksakan kehendak kepada anak anaknya, sehingga apapun yang di impikan anak anaknya Elen akan selalu mendukung saja. Bahkan Gracia, Zee, dan Marsha pun terkadang berbincang dengan ibu mereka, sudah seperti berbincang dengan teman mereka, karena memang sosok Elen yang terbilang sangat santai.
"Aih bu, masih subuh ini." Ucap Zee lalu memejamkan matanya lagi.
"Subuh, subuh, ini lah di kasih tuhan mata tapi ga pernah di pakai." Ucap Elen berjalan menghampiri Zee yang kembali tertidur, "Buka dulu mata itu lihat jam berapa." Ucap Elen menepuk kaki Zee lalu pergi meninggalkan Zee.
Zee membuka matanya dan melihat jam weker di sampingnya yang ternyata sudah menunjukan pukul 6:37. Tidak seperti kebanyakan orang yang panik dan langsung terbangun karena dirinya akan telat, Zee dengan santai meregangkan tubuhnya dan duduk terdiam di tepi kasur.
"Apa bolos aja ya." Gumam Zee dengan suara berat dan menatap ke arah jam wekernya. Zee terdiam sesaat menatap ke arah jam weker, hingga angka terakhir di jam weker berganti dari angka tujuh menjadi angka delapan.
"Mandi deh." Ucap Zee malas lalu berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.
Setelah selesai dengan agenda mandi di pagi hari, Zee membuka lemari pakaian dan mengambil seragam untuk sekolah hari ini. Dia memakai seragam tersebut, mengambil sepatu yang memang dia taruh di rak sepatu di kamarnya, memakainya di tepi kasur dan mengambil jaket kulit berwarna hitam miliknya yang tergantung di balik pintu kamar. Zee berjalan keluar kamar dan menemukan ayah mereka tengah makan di temani ibu mereka.
"Berangkat Zee?" Tanya Elen.
"Ga sarapan dulu?" Tanya Arslan.
Arslan Asgar Levronka atau Arslan.
Arslan adalah kepala keluarga dari keluarga Levronka. Arslan adalah sosok orang tua yang hampir sama dengan Elen. Arslan adalah orang tua yang ketika marah lebih memilih untuk mendiamkan anak anaknya, di banding membentak anak anaknya. Arslan adalah sosok ayah yang santai dan sangat sayang kepada anak anaknya, apapun yang anak anaknya inginkan maka akan di berikan oleh Arslan. Namun walaupun seperti itu Arslan selalu menekankan anak anaknya untuk berusaha terlebih dahulu walaupun selalu berujung Arslan akan memberikan apa yang anak anaknya inginkan.
Zee membalas dengan menggelengkan kepalanya dan berjalan mengambil kontak mobilnya yang berada di meja tepat di bawah televisi.
"Berangkat." Ucap Zee.
"Hati hati nak, gausah kebut kebut." Ucap Elen.
"Iya Zee gausah kebut kebut, bawa kecepatan 150 aja." Ucap Arslan menganggukan kepalanya yakin dengan argumen yang di berikan barusan, yang juga sukses mendapatkan pukulan dari sang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
De TodoApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
