Gedebug!
"Fre kamu udah dapat bukunya?"
"Fre?"
Anak ini kemana? Benak Gita karena dia tidak dapat melihat sosok Freya dimana pun.
Gita yang tidak bisa menemukan sosok sang adik, akhirnya berjalan kembali ke tempat Freya tadi memilih buku.
"Fre kamu kena- FREYAAAAAAA!" Pekik Gita sembari berlari saat melihat Freya sudah tergeletak di lantai dengan tangan yang menggenggam baju nya, dengan sebuah buku tergeletak di sampingnya.
"Fre, sadar Fre. Fre." Ucap Gita menepuk nepuk pipi Freya.
"Arghhhhh."
"FRE?" Pekik Gita karena melihat Freya yang mengerang kesakitan.
"Fre tahan ya Fre, kita ke rumah sakit Fre. Kakak mohon tahan Fre." Ucap Gita sembari bersusah payah menaikan Freya ke atas punggung nya.
Gita di saat itu benar benar ingin membunuh semua orang yang tengah berada di situ. Pasalnya tidak ada satupun dari mereka yang membantu Gita untuk membawa Freya ke rumah sakit. Tidak ada dari mereka yang tergerak untuk membantu Freya, mereka semua hanya melihat Freya yang sudah mulai mengeluarkan cairan dari mulut dan hidungnya. Namun akhirnya Gita memilih untuk membawa Freya seorang diri. Gita langsung berlari menuju mobil, tidak memperdulikan pandangan sekitarnya yang memperhatikan nya. Gita sudah benar benar tidak perduli dengan sekitarnya, Gita hanya ingin entah bagaimana caranya mereka bisa sampai ke rumah sakit secepatnya.
"Arghhhhhhhh."
"Ya tuhan, hamba mohon tuhan. Berikan kekuatan mu tuhan." Doa Gita karena melihat Freya yang tengah duduk di samping nya sudah mengorok, mengeluarkan sebuah cairan dari hidung dan mulutnya.
"Fre, kakak mohon bertahan fre." Lirih Gita.
Gita sudah tidak sanggup lagi menahan tangisnya. Melihat sosok Freya yang sudah tidak sadarkan diri dengan wajah pucat dengan tubuh yang sudah penuh dengan peluh yang terus mengalir menandakan Freya masih mencoba untuk melawan rasa sakit yang di deritanya.
"Kamu kenapa sih Fre, hiks..... Kamu tadi masih sehat banget loh." Ucap Gita sembari menggenggam kuat tangan Freya yang masih mengeluarkan cairan dari mulutnya.
Gita sudah benar benar tidak dapat berpikir jernih. Padatnya kendaraan di Bandar Lampung itu tidak menghalangi Gita untuk membawa kendaraan nya dengan kecepatan tinggi. Gita terus menekan klakson mobilnya membuat semua kendaraan di depannya menepi ke kanan dan kiri, memberikan ruang untuk Gita dapat memacu mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi.
"Fre kakak mohon fre bertahan, kita sebentar lagi sampai." Tangisan Gita benar benar menggema di seluruh mobil.
TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!"
TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!
"Hiks.....hiks.....hiks.....hiks....."
Gita dengan pikiran kalut sudah tidak lagi memahami sekitarnya. Pikirannya hanya di penuhi dengan Freya, Freya, Freya, Freya.
Tuhan hamba benar benar memohon kepadamu tuhan, berikan kekuatan mu Tuhan.
"ARGHHHHHHHH"
"Fre? Fre? FRE!?"
Freya perlahan mulai kejang saat itu. Cairan yang keluar dari mulut dan hidungnya kini semakin banyak. Gita benar benar tidak tahu apa yang terjadi pada Freya. Gita kali ini benar benar tidak bisa tenang. Gita menggenggam kuat tangan Freya yang kini perlahan mulai terasa dingin. Wajahnya yang manis kini berganti dengan wajah yang sangat pucat, dan secara perlahan kini kulit karamel Freya mulai berubah menjadi biru.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
SonstigesApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
