Lima Puluh Enam

1.2K 96 52
                                        

Rapat bersama para orang tua dan wali murid akan dilaksanakan pukul 7:30. Dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 7:19 dan Adya masih tenggelam dalam dunia mimpinya, membuat Freya terpaksa harus.............

Byur!

Freya menyiramkan segelas air ke wajah Adya, membuat Adya melompat dari kasurnya dan langsung berdiri di lantai kamar. Dengan wajah panik dan bingung Adya menatap ke sekeliling kamarnya ingin mengetahui siapa yang berani menyiram wajah tampannya menggunakan air, walaupun itu hanyalah rasa kepercayaan diri Adya saja.

"Ini jam berapa!?" Tanya Adya panik.

"Liat aja." Ucap Freya lalu berjalan keluar kamar orang tua mereka.

Adya menoleh ke arah jam dinding, dan langsung berlari ke arah kamar mandi setelah melihat jarum panjang di jam besar di kamarnya menunjuk ke nomor 4. Adya dengan cepat membasuh wajahnya, menggosok giginya lalu langsung keluar dari kamar mandi. Adya dengan cepat memakai jam tangannya di tangan kanan, mengambil kunci mobil kesayangannya dan langsung saja berjalan meninggalkan kamarnya.

"Papah ga mandi?" Tanya Freya di sofa ruang keluarga.

"Mandi? Mandi itu opsional untuk pria berwibawa seperti papah." Ucap Adya lalu menoleh ke arah meja makan.

"Terserah papah." Ucap Freya.

"Mamah kamu mana? Si Tefa Tefa yang ga seberapa itu." Tanya Adya

"Mamah udah berangkat duluan." Ucap Freya.

"Oi, memang susah punya istri spesies mutan kaya gitu. Yaudah papah berangkat ya nak " Ucap Adya namun tidak ada balasan dari Freya.

Adya mempercepat langkah kakinya menuju garasi rumahnya karena jam sudah menunjukkan pukul 7:22.
Adya dengan cepat membuka pintu mobilnya, dan dengan tergesa-gesa mencoba menyalakan mobilnya. Hanya ingin menyalakan mobilnya saja, Adya sudah membuang waktu nya sebanyak 3 menit.

"Kalau bukan mobil kesayangan, udah saya bakar betul mobil ini." Ucap Adya lalu tiba tiba mesin mobil menyala. Apakah mobil tersebut mempunyai jiwa sehingga dia langsung hidup ketika di ancam ingin di bakar oleh Adya? Hanya Adya yang tahu.

Suara menggelegar bak halilintar kembali memenuhi hampir seluruh bagian rumahnya. Adalah sebuah keajaiban ketika Adya menyalakan mobil kebanggaan nya, namun kaca rumah tidak bergetar hebat. Adya mulai mengeluarkan mobilnya dari garasi, dan tanpa menunggu mesin mobil tersebut siap untuk berpergian, Adya langsung saja membawa mobil itu menyusuri halaman rumahnya.

Lambaian tangan seorang Freya, membuat Adya reflek memutar kunci mobilnya membuat mesin mobil tersebut mati.

Sialan. Umpat Adya dalam hatinya karena dia tahu, dia akan membutuhkan perjuangan kembali untuk menyalakan mesin mobil kebanggaan miliknya yang sebenarnya tidak seberapa menurut keluarga nya. Namun jika tidak di matikan oleh Adya, maka mobil kesayangan nya bisa saja di bakar oleh Freya.

"Pah. Freya minjam komputer di ruang kerja papah ya." Ucap Freya dari ambang pintu.

"Pakai nak, apa yang engga untuk kamu." Ucap Adya, lalu Freya kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah.

"Mari kita mulai............ Dan yak. Memang ga bisa di harapkan." Ucap Adya ketika tiba tiba saja kap mesin mobilnya nya mengeluarkan asap ketika dia kembali mencoba untuk menyalakan mesin mobilnya.

Dengan kasar Adya menutup pintu mobilnya, membuka kap mesin mobilnya dan wajah mengantuk Adya langsung menjadi segar terkena ucap panas di bawah kap mesinnya. Adya memperhatikan setiap detail mesin mobilnya dan akhirnya tau penyebab dari semua masalah di pagi hari ini. Adya membuka penutup radiator, lalu berjalan ke arah garasi rumahnya untuk mengambil air radiator yang tersimpan di garasi rumahnya. Selesai dengan air radiator, sembari menunggu suhu mesin nya mendingin. Adya merogoh saku celananya.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang