Empat Puluh

1.3K 96 31
                                        

"Halo Christy, ini aku udah dekat banget sama tempat yang kamu shareloc. Aku di anterin kak Gita, kamu dimananya?"

"Kita di deket ini loh Fre. Eum gimana ya, kamu nanti pas ada tulisan Sudirman Gate masuk ke situ, terus nanti belok kanan kan, nah pas mutar itu nanti ada toko tulisannya Wingstop, nah di depan toko itu ada kaya bangunan warna warni gitu, ada tulisan welcome home. Nah nanti kamu turun tangga kita di sebelah kiri dari tangga itu." Ucap Christy dari telepon.

"Kak Gita tau kak?" Ucap Freya.

"Tau. Bilang ke mereka kita parkir dulu gitu, nanti kamu kakak turunin di Deket Wingstop itu biar kamu lebih deket." Ucap Gita.

"Oh iya kak." Ucap Freya lalu kembali menempel ponselnya ke telinganya.

"Christy, aku sama kak Gita parkir dulu." Ucap Christy.

"Oh oke Fre." Ucap Christy lalu mematikan teleponnya.

Sesuai apa yang di katakan Christy, begitu melihat tulisan Sudirman Gate, Gita langsung membelokan mobilnya masuk ke dalam Sudirman Gate. Gita terus menyusuri Sudirman Gate, sampai akhirnya Gita memberhentikan mobilnya tepat sebelum mobilnya masuk ke dalam parkiran bawah tanah, membiarkan Freya turun dari mobilnya. Setelah Freya turun dari mobil barulah Gita membawa mobilnya masuk ke dalam parkiran bawah tanah, dan memarkirkan mobilnya di salah satu tempat kosong di sana.
.
.
.
Freya tidak langsung menemui Christy dan Fiony, melainkan lebih memilih untuk menunggu Gita terlebih dahulu. Setelah Freya melihat Gita tengah berjalan ke arahnya dari parkiran bawah tanah, mereka berdua berjalan bersama menuju tempat Christy dan Fiony berada. Sesuai apa yang di instruksi kan oleh Christy, Gita dan Freya berjalan menuju tulisan welcome home, lalu menuruni anak tangga yang berada di tengahnya.

"FREYAAAA DISINIIII." Teriak Christy yang membuat bukan hanya Gita dan Freya, melainkan semua orang yang ada di situ menoleh ke arah Christy.

"Itu kak mereka di sana." Ucap Freya lalu bersama Gita berjalan menuju tempat Christy dan Fiony berada.

Freya dapat melihat stand dengan beragam warna, yang berisikan banyak sekali lukisan di sana. Lukisan yang mereka jual ternyata adalah lukisan lukisan yang selama ini di buat oleh mereka selama ini. Freya memperhatikan lukisan lukisan tersebut, dan tersenyum lalu mengambil sebuah lukisan yang pernah ia buat. Lukisan bernuansa monokrom, dengan langit abu pekat, serta burung burung bewarna hitam yang berterbangan, dengan enam gadis di bawahnya yang  menari nari di bawah guyuran air hujan, memberikan sebuah makna tersembunyi di dalamnya.

"Itu lukisan siapa fre yang buat?" Ucap Gita memperhatikan lukisan di tangan Freya.

"Itu yang buat Freya kak." Ucap Christy tiba tiba.

"Berapa harganya?" Tanya Gita.

"Karena ukurannya 50 x 60 cm, harganya 100 ribu kak, tapi untuk kak Gita kita kasih harga berapa Fio?" Tanya Christy.

"Karena kak Gita adalah kakak sepupu Fure, dan yang mau kak Gita beli adalah lukisan Fure, kita kasih kakak Gita Harga 50 ribu aja." Ucap Fiony.

"Kak Gita milih milih yang lain boleh?" Ucap Gita.

"Boleh kak di pilih aja." Ucap Fiony.

"Heum oke." Ucap Gita lalu mulai melihat lihat lukisan lukisan yang terpajang di stand.

"Kalian selalu jualan di sini? sama stand ini punya siapa?" Tanya Freya.

"Iya kita selalu jualan disini, tapi ya jualan kita kalau sekiranya stock lukisan di kamar udah kebanyakan aja sih Fure." Ucap Fiony.

"Kalau stand itu punya kita, aku sama Fio patungan belinya." Ucap Christy.

"Iya Fre tadi kita ke apartemen dulu ngambil standnya, kan standnya ada di gudang apartemen." Ucap Fiony.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang