Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Tiga Puluh Dua

1K 108 27
                                        

Tok, tok, tok.

"Fre?"

"Freya?" Ucap Christy, lalu menoleh ke arah Fiony.

"Gimana?" Tanya Fiony. Christy hanya menggelengkan kepalanya, "Awas." Ucap Fiony, kemudian mengangkat tangannya ingin menggedor pintu toilet.

"Fur-"

"Kenapa? Kan aku bilang duluan aja ke kelas." Ucap Freya yang tiba tiba keluar dari pintu toilet.

"Kamu ngapain di toilet?" Tanya Fiony.

"Aku buang air kecil." Ucap Freya sembari membersihkan roknya.

"Kok lama banget? Kenapa di panggil ga jawab? Kan kamu bisa nutup biliknya aja, kenapa juga pintu toilet kamu kunci? Itu pula kenapa rok kamu basah?" Fiony tanpa henti melayangkan pertanyaan pertanyaan yang ada di otaknya kepada Freya.

"Aku buang air kecil, aku kebelet banget, jadinya aku cepet cepet nutup pintu. Aku juga ga dengar suara kalian, mungkin gara gara pintunya ke tutup. Ini rok aku basah gara gara tadi aku terpleset di kamar mandi, makanya aku agak lama keluarnya." Ucap Freya berbohong akan semua pertanyaan Fiony.

"Astaga, fre makanya lain kali kalau mau ke toilet jangan buru buru loh. Kan bisa ajak kita juga untuk nemani kamu." Ucap Christy lalu membantu Freya membersihkan roknya yang sedikit kotor.

"Fure. Ga cuma sekali loh kamu kaya gini, jangan bikin kita panik loh Fure. Kan kita takut ada apa apa ke kamu jadinya, kaya gini sekarang. Untung kamu ga papa, gimana coba kalau kamu pas jatuh cidera." Ucap Fiony lalu juga membantu membersihkan rok Freya.

"Ada yang luka ga? Kita ke UKS dulu ya." Ucap Christy.

"Aku ga papa. Cuman rok ku kotor sama basah aja jadinya." Ucap Freya.

"Ga papa, di lihat dulu aja ada yang luka atau engga. Siapa tau ada memar atau apa loh Fure." Ucap Fiony.

"Iya kalau ada luka memar kan bisa di kasih minyak kayu putih, atau setidaknya di obati dulu." Ucap Christy.

"Aku ga papa, beneran. Yaudah kelas aja yuk." Ucap Freya lalu berjalan menuju ke arah kelas.

"Udah yok Fure ke UKS aja, bahaya banget itu kamu jatuhnya. Bahkan efek nya sampai ke otak kamu loh." Ucap Fiony yang berhasil membuat Freya menghentikan langkahnya.

"Ha?" Freya membuat raut wajah bingung.

"Maksudnya Fiony itu. Kan kelas masih di pakai ujian, sedangkan Bu Yuvia tadi ngomong nya kan nunggu di luar." Ucap Christy.

"Iya Fure, kan perjanjiannya juga tadi kita ke taman depan kelas. Kenapa jadi ke kelas?" Ucap Fiony.

"Eh?" Freya terdiam sesaat, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.

"Iya lupa aku, yaudah yok." Ucap Freya lalu dirinya berjalan ke arah bangku taman, di susul Christy dan Fiony di belakangnya.

"Toy, kamu ngerasa kaya Freya nyembunyiin sesuatu ga sih." Bisik Fiony.

"Iya Fio, Freya kaya nyembunyiin suatu masalah gitu. Apa gara gara kita ya?" Bisik Christy.

"Kalian ngomongin apa?" Ucap Freya tiba tiba menoleh ke belakang.

"Engga, kita ngomongin abis pulang sekolah mau kemana." Ucap Fiony.

"Eum, iya Fre. Kita rencana hari ini mau ke apartemen, kita juga udah lama kan ga ke apartemen. Kamu mau ikut ga?" Ucap Christy.

"Eum, aku lihat nanti ya." Ucap Freya, lalu duduk di bangku taman, di susul Christy, lalu kemudian Fiony.

Freya duduk di bangku taman, menaruh tasnya di meja, menyandarkan kepalanya di meja dengan tas sebagai bantalan nya, dengan kedua tangan yang menyentuh dada. Christy dan Fiony yang melihat itu tentu saja merasa aneh, karena tidak biasanya Freya seperti ini. Sudah 2 bulan mereka mengenal Freya, baru pertama kali ini mereka melihat Freya tiduran di meja seperti ini.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang