Perlahan namun pasti... Sang mentari yang sempat tenggelam di dasar langit-langit kini mulai terbit dari ufuk timur, mencoba mengambil alih takhtanya kembali dari sang rembulan. Sahut kicau burung di riang pagi ini mulai mengusik ketenangan seorang gadis yang masih tergulung dalam selimut hangat. kedua mata indahnya, masih tertutup rapat. Wajahnya begitu menggemaskan mengingat dirinya adalah seorang adik, serta anggota paling muda di keluarga nya.
Kathrina masih mendengkur. Tak ada respon baik dari tubuh indahnya. Seluruh syaraf dan ototnya masih dalam kondisi istirahat. Seluruhnya mati. Bahkan gemerlap Sinaran dunia pun masih tak sanggup untuk, "Kathrina!" Seru sang ibu kala mengetahui sang anak masih terbelenggu dibawah alam sadarnya...
"Zzzzzzz.... Gggrrhhhh... Gggrrhhhh..."
"Oh memang kalau tuan putri satu ini, kalau rumah kebakaran pasti dia yang mati duluan ... "Gumam Tefa berjalan keluar untuk mengambil air guna–, Byur!!!
"HUAAAAH APA INI? ANUGRAH TUHAN TELAH PERGI." Kanjat Kathrina dengan nafas tersengal.
"Ga ada ceritanya tukang tidur itu dapat anugrah. Dah-dah bangun. Udah jam setengah tujuh masih aja tidur. Kamu udah di tungguin tuh sama dua kakak mu." Jelas Tefa, lalu menghilang meninggalkan Kathrina dalam renungan malam... ★Maaf, maksudnya ialah renungan....
~ella...~
Kathrina termenung. Dirinya masih belum bisa menemukan keping kesadaran yang tersebar di seluruh alam di dunia yang fana ini. Kesadarannya masih mengambang di antara batas sadar, atau tidak sadar. Bahkan, kalimat yang sang ibunda lontarkan tadi pun tak di hiraukan oleh Kathrina. Kathrina hanya menganggapnya sebagai angin lewat, sampai tibalah muncul satu sosok wajah yang membuat seluruh kesadaran Kathrina langsung pulang kembali dalam jiwanya.
"Kak Gita?" Gumam Kathrina menatap sayu ke arah Gita yang berada di ambang pintu ..., "EHHH!? KAK GITA!?" Teriak Kathrina melompat dari ranjangnya untuk berlari mengambil seragam sekolah, dan bergegas membersihkan tubuhnya.
"Kakak tunggu di depan." Ujar Gita pergi berjalan menjauh dari kamar Kathrina.
Langkah dari kaki jenjangnya kini tengah menggetarkan tanah di bawahnya. Kathrina berlari. Entah dirinya harus panik atau senang, karena hadirnya sosok Gita disana. Tapi, Kathrina langsung mendapatkan jawabannya kala dirinya melihat sosok Freya yang tengah membaca buku dengan seragam yang sangat rapih. Dan, iya. Jawabannya adalah "Panik"!
Tidak butuh waktu lama bagi Kathrina untuk membersihkan tubuhnya. Dirinya tidak ingin berlama-lama didalam sana. Kathrina saat ini tengah membuat dua orang tersayang nya menunggu. Dialah, Gita dan Freya dengan Gita yang sibuk memainkan ponsel, dengan Freya yang tengah memejamkan matanya setelah puas membaca buku.
"Ayok kak!" Ajak Kathrina dengan penampilan yang... Penampilan yang... Yang... ★SEPERTI GEMBEL!★
~dua...~
~*★*~
"Ayok kak!" Ajak Kathrina, namun kedua kakaknya langsung menolak setelah melihat penampilan Kathrina yang masih terlihat lusuh.
"Sisiran." Ucap Freya yang masih dalam keadaan memejamkan mata.
"Dasi kamu mana?" Tanya Gita.
"Parfum."
"Buku."
"Hp."
"Kamu sekolah ga bawa tas?"
"Sarapan."
"Gosok dulu seragam itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
