Tiga Puluh Sembilan

1K 92 10
                                        

Jam sekarang sudah menunjukan pukul 10:00 pagi, dan inilah waktunya untuk mereka melihat pengumuman hasil seleksi lomba. Freya bersama Christy dan Fiony kini tengah bersiap siap untuk melihat pengumuman hasil seleksi lomba. Berdebar debar? Sudah pasti di rasakan oleh mereka. Hanya inilah kesempatan terakhir mereka jika mereka memang ingin mengikuti lomba yang mewakili nama sekolah. Karena perlombaan ini hanya di adakan sekali dalam setahun, dan apabila mereka sudah naik menjadi kelas XII maka mereka tidak diperbolehkan lagi oleh sekolah untuk mengikuti perlombaan ini.

"Duh semoga kepilih ya tuhan." Ucap Christy.

"Sans ae toy, setel yakin aja dulu." Ucap Fiony.

"Iya jangan pesimis." Ucap Freya lalu akhirnya mereka sampai pada di Mading sekolah yang berada di gedung utama sekolah.

Banyak sekali murid murid berkumpul disana untuk melihat apakah mereka terpilih mewakili sekolah atau tidak. Freya bukan pesimis dirinya tidak terpilih untuk mewakili sekolah di bidang olimpiade sains, namun Freya pesimis ketika melihat kerumunan murid murid tersebut. Freya langsung menghentikan langkahnya, dan meminta tolong kepada dua temannya untuk melihat apakah dirinya terpilih menjadi wakil sekolah dalam perlombaan olimpiade sains, yang di balas anggukan oleh Christy dan Fiony.

Baru saja Freya ingin duduk di bangku yang tersedia di dekat sana, tiba tiba saja Christy dan Fiony kembali dengan keadaan murung. Freya yang melihat itu sontak berpikir apakah salah satu dari mereka tidak lolos? Atau mungkin tidak ada dari kami bertiga yang lolos?

"Kenapa?" Tanya Freya mendatangi dua temannya yang murung.

"Kelas aja yok Fure." Ucap Christy

"Emang bagus rencana kita bolos aja, gausah liat pengumuman itu." Ucap Fiony.

"Ada apa sih? Kita engga ada yang lolos?" Tanya Freya.

"Iya Fre." Ucap Christy yang ternyata air matanya sudah mulai keluar.

"Ya ampun aku pikir kalian kenapa. Yaudah kalau kita ga lolos berarti memang bukan rezeki kita, jangan sedih. Jadikan pengalaman aja untuk kedepannya." Ucap Freya.

"Ta, tapi Fre." Ucap Christy.

"Tapi apa? Ini kesempatan terakhir kita gitu? Bukan kok, ini bukan kesempatan terakhir kita. Memang kesempatan ga datang dua kali, tapi Kesempatan akan datang pada orang yang terus mencoba." Ucap Freya.

"Bukan itu Fre." Ucap Christy.

"Terus apa?" Tanya Freya.

"TAPI BOHONG. HAHAHAHAHA KITA LULUS SEMUA." Ucap Christy dan Fiony tertawa terbahak bahak lalu memeluk Freya.

"Emang udah jelek Firasat aku. Kalian cocok kayaknya kalau jadi aktris." Ucap Freya.

"Haduh, Toya sampai beli obat tetes mata loh sangking nianya." Ucap Fiony.

"Ahahaha iya dung, oh iya nih fre udah aku Foto." Ucap Christy lalu menunjukan foto kertas pengumuman di mading sekolah yang tadi sempat di fotonya kepada Freya.

"Ga salah salah memang aku daftarin kamu olimpiade sains. Nilai kamu sempurna tau, ga ada yang salah satupun." Ucap Fiony.

"Ya syukurlah soal seleksi olimpiade nya bisa aku jawab semua." Ucap Freya.

"Ayok Fre, bolos." Ucap Christy.

"Iya, yok bolos kan udah liat juga sih." Ucap Fiony.

"Eh gitarnya gimana?" Ucap Freya.

"Aku bawa aja ga apa." Ucap Christy, lalu setelahnya mereka bertiga berjalan bersama menuju kelas hendak mengambil barang mereka masing masing. Namun baru saja mereka sampai di ambang kelas, secara tiba tiba saja Gita datang memerintahkan untuk semua murid kelas XI IPA 1 untuk masuk ke dalam kelas hanya untuk waktu yang tidak lama.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang