19:00 WIB/07:00 P.M.
Puk, puk, puk.
"Tin Bangun tin. Kathrina?"
Kathrina yang merasakan tepukan lembut di kakinya dengan kepala yang sangat pusing, matanya yang terasa sangat berat, serta seluruh tubuhnya yang lemas dengan terpaksa harus membuka matanya dengan kesulitan yang cukup tinggi.
"Heum?"
"Bangun, ini udah jam tujuh."
"Iya nanti."
"Kamu kenapa? Sakit ya?"
"Ga tau, tapi badan aku lemas banget."
Kathrina dengan pandangan yang sedikit buram, serta intensitas cahaya kamarnya yang gelap karena lampu kamarnya yang sengaja di matikan, tiba tiba bisa merasakan sentuhan lembut di keningnya. Kathrina mencoba berusaha melihat siapa yang sedang menyentuh keningnya, namun nihil karena penerangan yang kurang memadai untuk matanya dapat melihat sosok yang tengah menyentuh lembut keningnya.
"Panas."
Setelah berucap satu kata, Kathrina dengan pandangan buram dapat melihat seseorang tersebut berjalan keluar dari kamarnya. Melihat seseorang itu sudah tidak lagi berada di kamarnya, Kathrina akhirnya memilih untuk kembali memejamkan matanya guna beristirahat kembali.
Tuk!
"Ukh." Keluh Kathrina karena mendapati kamarnya secara tiba tiba menjadi terang benderang.
Sebuah cahaya yang tiba tiba hadir membuat mata Kathrina terasa sakit seperti di tusuk sesuatu. Kathrina sebenarnya langsung ingin membuka matanya, namun terhalang cahaya membuat nya yang sebelumnya berat, menjadi semakin berat untuk di buka.
"Kamu udah makan belum?"
"Belum."
"Minum obat juga belum?"
"Belum." Balas Kathrina yang akhirnya sanggup untuk membuka mata.
"Kakak?" Tanya Kathrina setelah melihat Freya yang duduk di tepi ranjang tengah menyentuh lembut kening nya.
"Kamu demam ini. Makan dulu ya, terus minum obat." Ucap Freya.
"Engga deh kak. Mulut aku ga enak banget rasanya." Balas Kathrina.
"Ya harus makan. Kalau ga nanti kamu malah makin parah tin." Ucap Freya.
"Ga enak kak." Kathrina menggelengkan lemas kepalanya.
"Harus makan ya. Mau makan apa? Kakak beliin." Tanya Freya.
"Engga usah kak." Ucap Kathrina
"Mau mie ayam? Nasi goreng? Bakso? Atau apa? Kamu harus makan tin, kalau engga sakitnya makin parah." Tanya Freya.
"Gausah kak, Atin ga papa." Ucap Kathrina lemas.
"Ga papa gimana? Badan kamu aja panas banget. Kakak buatin bubur ya mau? Atau nasi goreng?" Tanya Freya.
"Ga tau kak, semua makanan rasanya jadi hambar." Ucap Kathrina.
"Ini gara gara kemarin kamu pulang hujan hujanan ini. Kan kakak bilang kemarin bawa payung, mendung. Kamu bilang gausah. Kamu kemarin kemana sih memangnya sama Marsha?" Tanya Freya mengusap lembut tangan Kathrina.
"Aku sama Marsha dan keluarganya ke pantai kak. Aku di ajak sama ayah nya Marsha." Ucap Kathrina.
"Terus pas di pantai hujan?" Tanya Freya.
"Engga. Pas di pantai terik kaya biasa, tapi pas pulang hujan. Terus juga aku kemarin sama Marsha main ke pulaunya kan kak." Ucap Kathrina.
"Hooh terus?" Tanya Freya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
DiversosApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
