Christy yang saat ini bersama dengan Freya di apartemen, kini tengah sibuk untuk membantu Freya melepaskan pakaian milik Freya.
Hari ini adalah hari pertama acara sekolah mereka, yang sudah mereka persiapkan dari jauh-jauh hari dilaksanakan. Namun kejadian naas yang tak pernah mereka bayangkan secara tiba-tiba menimpa sesosok Freya. Dan yang membuat mereka benar-benar tak menyangka ialah, pelaku dari kejadian tersebut adalah ayah dari Christy.
"Maaf ya Fre." Ucap Christy, lalu secara perlahan mulai menarik pakaian yang di pakai oleh Freya.
"Sshhhh." Saat Christy menarik secara perlahan pakaian Freya, Freya merasakan sakit yang luar biasa di tubuhnya.
Betapa terkejutnya Christy ketika dirinya menyadari ternyata terdapat luka memar di bagian paha sebelah kanan Freya. Christy tidak tahu penyebab dari luka tersebut, tapi satu hal yang Christy sadari ialah, bahwa itu adalah luka dari hantaman benda tumpul yang sangat keras. Atau, "ini luka karana aku di serempet mobil ayah kamu tadi mungkin." Ucap Freya memperhatikan luka memar di bagian paha sebelah kanannya.
"Fre? Apa aja yang udah ayah aku lakuin ke kamu?" Tanya Christy, namun Freya hanya diam.
Freya tahu dari Fiony bahwa memang. Hubungan Christy dengan keluarga nya kurang harmonis. Dan hal itu juga lah yang menjadi penyebab mengapa, Christy sering kali mengajak baik Freya ataupun Fiony bermain ketika pulang sekolah. Karena jika saja Christy langsung pulang kerumah ketika itu, maka hanya siksaan dan kesengsaraan batin lah yang di dapatkan oleh Christy.
Seandainya saja Freya tahu hal ini dari lama, tidak akan aku biarkan kamu terlalu menderita Christy. Freya belum terlalu mengerti tentang akar permasalahan dari konflik keluarga Christy, sehingga Freya pun masih bingung dengan apa yang harus di lakukannya.
Tidak seperti sosok Thommy yang bisa di ajak berbincang santai. Sosok Arna adalah seseorang yang bahkan seorang Freya pun kesulitan untuk menandatangani nya. Jangankan untuk berbicara baik-baik dengan Arna. Sosok Freya yang bahkan tidak mempunyai dosa apapun terhadap keluarga Christy saja, secara mengejutkan di culik oleh Arna, bahkan sampai harus melukai sosok Freya.
"Di kompres dulu aja ya Fre." Christy berdiri dari tempatnya, dan kini berjalan keluar kamar apartemen untuk mengambil semangkuk air dingin dengan handuk kecil.
Freya tidak sanggup lagi untuk merespon kalimat Christy. Efek bius yang dirasakan Freya secara perlahan mulai hilang, dan itu membuat Freya kini mulai bisa merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Rasa sakit yang benar-benar—sakit, kini dapat dirasakan oleh Freya.
"Christy." Panggil Freya ketika Christy sudah datang dengan membawa mangkuk berisi air dingin dengan handuk.
"Kenapa Fre? Sakit banget ya?" Tanya Christy.
"Ayok pulang." Freya berusaha duduk di kasur.
"Pulang gimana? Luka kamu kita bersihin dulu Fre. Itu juga lebam nya di kompres atau di apain dulu loh." Christy mulai memeras handuk di tangannya.
"Aku ga papa Christy. Ponsel aku di mobil ayah kamu, jadi aku ga bisa ngabarin mereka. Mereka pasti khawatir." Ucap Freya.
"Fre. Oke fine kita pulang. Tapi bersihin sama obatin dulu lukanya. Untuk urusan hp kamu nanti biar aku aja." Balas Christy.
"Makasih ya."
Entah manusia macam apa yang terus memikirkan orang lain melebihi dirinya sendiri. Christy juga sebenarnya tidak tahu harus bagaimana jika menghadapi Freya. Sifat keras kepala Freya yang terkadang muncul lah yang membuat teman, bahkan keluarga nya kewalahan untuk menghadapi Freya.
Entah apa yang membuat Freya begitu peduli dengan orang lain melebihi dirinya sendiri. Apa yang telah Freya lewati? Kehidupan macam apa yang Freya jalani sebelumnya? Itulah yang menjadi pertanyaan yang terus berputar di benak Christy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
