Setelah berhasil untuk menarik kembali jiwa temannya yang sempat tenggelam ke dasar yang entah berantah, Freya sekarang ini sedang merilekskan seluruh otot, pikiran, maupun seluruh tubuhnya di atas sofa.
"Huft."
Helaan nafas di iringi pejaman mata setelahnya membuat Freya benar-benar merasa tenang. Wajar saja ketika tubuh Freya memerlukan istirahat yang lebih, mengingat dirinya kemarin bersama Christy dan Fiony baru saja melewati hari yang berat, atau lebih tepat hari dengan cuaca yang berat.
Baik Freya, Christy, maupun Fiony tidak ada dari mereka bertiga yang datang untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar hari ini. Mereka semua tidak masuk dengan alasan yang sama, sakit. Ya walaupun sebenarnya mereka sehat-sehat saja.
"Papah ga kerja?"
"Engga. Kepala papah mules, perut papah pusing."
"Makanya gausah makai baju ketat. Pasokan oksigen ke otak jadi lemah."
"Oit, kalau ngomong ga ke saring. Tergores hati papah."
"Kelainan."
Adya yang mendengar itu hanya bisa menggaruk bagian belakang kepalanya. Adya memang sudah biasa mendengar sang anak berbicara sangat sadis seperti itu. Namun kali ini Freya sedang pada masa sulit (PMS), yang artinya Freya bisa saja sangat baik melebihi malaikat, ataupun bisa sangat kejam melebihi iblis.
Uhuk, uhuk, uhuk. Ehem. PMS itu premenstrual syndrome ya, bukan pada masa sulit. Oke back to story.
Adya meneruskan langkahnya berjalan menuju gazebo belakang rumahnya. Adya tidak berbohong. Dirinya memang benar benar pusing karena dirinya di minta oleh pak Arslan untuk mencari partner kerja yang baru, karena partner kerja mereka yang lama tersangkut kasus korupsi besar besaran, yang membuat PT. Levronka tempat Adya bekerja juga merasakan sedikit imbasnya. Walaupun memang PT. Levronka tidak terkait dengan kasus korupsi yang ada, namun PT. Levronka tetap saja menjadi merugi karena ternyata selama ini partner perusahaan mereka melakukan korupsi besar besaran.
"Partner baru ya." Gumam Adya menyilang kan kakinya dan duduk berpangku pada tangan kiri nya, sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk memegang rokok.
"Kenapa pah?"
"Huit, shushsssiaaaah. Kapan kamu datang anak ku?" Adya langsung menyentil rokoknya ke sembarang tempat, dan melempar kotak rokoknya
"Tidak ada apa apa. Semua nya baik baik saja." Ucap Adya
"Gausah bohong." Ucap Freya memberikan segelas kopi panas kepada ayahnya.
"Nak?"
"Kopi satu sendok, gula satu sendok, di aduk ke kanan tujuh kali." Ucap Freya membuat Adya tersenyum, lalu mulai menikmati kopi yang baru saja di buat oleh Freya.
Freya duduk di samping sang ayah, lalu mengikuti sang ayah menatap ke langit biru cerah di atasnya, "papah kenapa?"
"Papah di suruh atasan papah untuk cari partner baru untuk perusahaan papah." Ucap Adya menatap langit yang sama dengan Freya.
"Perusahaan apa pah yang di butuhin? Siapa tau Freya bisa bantu." Ucap Freya.
"Perusahaan papah kan bergerak di bidang transportasi. Nah yang papah butuhin itu perusahaan di bidang batu bara, karena perusahaan batu bara yang lama itu korupsi. Jadi perusahaan papah lagi nyari partner yang baru." Ucap Adya.
"Aku tahu. Papi teman aku, Fiony itu pengusaha tambang batu bara kalau ga salah." Ucap Freya membuat Adya langsung menepuk paha sang anak.
"Cepat telepon orang nya nak." Ucap Adya antusias.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
De TodoApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
