Nit,nit,nit.........nit,nit,nit.........nit,nit,nit.
"Berisik."
Tuk.
Alarm pagi hari, membuat tidur dari kakak tertua Levronka bersaudara akhirnya terganggu. Gracia meregangkan otot-otot nya, lalu duduk di atas ranjang empuk nan nyamannya. Dengan mata yang masih merah, dengan kepala yang sedikit berat, Gracia melihat jam weker miliknya yang sudah menunjukkan pukul 6:27.
Tok, tok, tok.
"Ci? Cigre? Ci bangun ci udah jam setengah 7."
"Iyaloh."
"Yaudah, kalau udah selesai sarapan ci. Aku berangkat bareng Cigre."
"Iya sha. Berisik banget sih pagi pagi." Lalu setelah nya tidak ada lagi suara dari seorang Marsha.
Gracia beranjak dari ranjang nyaman miliknya, berjalan ke arah saklar lampu yang berada dekat dengan pintu. Setelah seluruh kamarnya sudah terang benderang, Gracia membuka kamar mandi, memenuhi bathub dengan air hangat di tambah semerbak wangi sabun yang begitu harum. Berendam di dalam hangat nya bathtub membuat Gracia malas untuk beranjak. Dia terus membiarkan dirinya tenggelam dalam kenyamanan, dan kehangatan sementara.
"CIGREEEEEEEEE BANGUN."
Tok, tok, tok.
Gracia tahu itu adalah teriakan dari seorang Marsha yang masih menyangka bahwa Gracia kembali masuk ke alam mimpi. Gracia langsung menyelesaikan agenda berendam nya, dan dengan handuk yang melindungi seluruh tubuhnya Gracia membuka pintu memasang wajah kejam, menatap sadis ke arah sang adik bungsu yang ternyata sudah siap untuk melakukan kegiatan yang sangat membosankan.
"Eh, udah mandi toh. Hehehe." Marsha tersenyum aneh.
Gracia kembali menutup pintu dan membuka lemari pakaian nya mengambil seragam miliknya dengan sebuah almamater hitam yang bertuliskan Eksekutif Of Senior High School 48 Jakarta di bagian belakang, dengan logo SMA 48 Jakarta di bagian lengan sebelah kiri. Gracia memakai seragamnya dan langsung memakai almamater hitam yang hanya di miliki oleh para eksekutif sekolah. Gracia membuka laci meja miliknya dan mengambil pangkat berwarna emas, di kelilingi tali tali berwarna emas yang sedikit menjuntai kebawah berlogokan empat bintang dengan tulisan OSIS, yang menandakan bahwa Gracia adalah orang dengan kekuasaan tertinggi kedua setelah ketua OSIS di antara seluruh murid di SMA 48 Jakarta.
Gracia kembali membuka laci meja nya yang berada tepat di bawah laci meja yang baru saja di buka olehnya untuk mengambil lencana wakil ketua OSIS dan semua lencana yang telah di dapatkannya berbentuk medali kecil yang sengaja di buat oleh sekolah sebagai tanda penghormatan atas prestasi yang selama ini di hasilkan oleh setiap osis. Setelah selesai memasang semua medali kecil di saku almamater nya, Gracia mengambil pin yang bertuliskan namanya, lalu memasangkannya di bagian atas sebelah kanan almamater.
Masih belum selesai dengan itu, Gracia kembali mengambil rantai kecil panjang berwarna emas yang di pasang mulai dari bahu sampai kancing almamater nya. Gracia mengambil bat merah putih miliknya lalu di tempelkannya di lengan almamater bagian kanannya. Gracia mengambil tas yang sudah berisi laptop dan buku miliknya, lalu berjalan keluar dari kamar dengan menenteng sepatu miliknya.
"Sibuk bener." Ucap Gracia melotot ke arah Marsha yang sedang makan di meja makan bersama dengan Kathrina.
"Kak." Kathrina menundukkan kepalanya.
Kathrina hari ini memang menginap di rumah keluarga Levronka karena paksaan dari Marsha yang terus menerus memohon untuk Kathrina menginap di rumahnya.
"Cigre ga sarapan dulu?" Tanya Marsha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
CasualeApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
