Hiruk pikuk. Itulah yang menjadi pemandangan di seluruh sekolah selama empat hari berturut-turut. Semenjak rapat kemarin, akhirnya semua anggota kepanitiaan ikut berkontribusi dan melakukan kewajiban mereka masing-masing. Termasuk Zee yang saat ini tengah bersama Freya untuk pergi menemui manajemen JKT 48.
Seperti yang mereka sudah di diskusikan di rapat kemarin bahwa, mereka semua setuju akan mengundang JKT48 untuk ikut memeriahkan acara mereka. Bukan hanya mereka saja yang setuju. Seluruh murid mulai dari kelas X sampai kelas XII pun sangat setuju dan antusias dengan ide para panitia, bahkan para guru yang mempunyai usia muda pun ikut bersemangat Dangan antusias untuk menunggu kedatangan para personil JKT48.
"Dimana?" Tanya Zee.
"Ini." Freya memberikan ponselnya. Zee menoleh sesaat sebelum akhirnya mengambil ponsel Freya dan melihat map yang di berikan oleh Freya.
Zee dan Freya di perintahkan oleh Shani untuk mendatangi kantor pusat JKT 48, karena setelah mereka mengirimkan pesan ke email resmi JKT 48. Mereka akhirnya mendapatkan balasan dari email resmi JKT 48 yang menyuruh mereka untuk datang ke kantor pusat JKT 48 guna membahas perihal JKT 48 yang akan memeriahkan acara sekolah mereka.
Sebenarnya saat itu hanya Zee yang di perintahkan oleh Shani, mengingat Zee adalah kordinator seksi acara. Namun berhubung Zee adalah seseorang yang sulit untuk berbicara dengan orang lain, terlebih orang baru. Akhirnya mereka semua setuju untuk memilih Freya sebagai pendamping Zee.
Mereka semua sebenarnya juga tahu kalau Freya adalah sosok yang pendiam, terlebih kepada orang baru. Namun kehebatan Freya dalam berbicara lah yang menjadi alasan mengapa Freya yang di tunjuk oleh Shani untuk mendampingi sosok Zee. Walaupun mereka berdua sama-sama pendiam, namun diam nya Freya tidak separah Zee. Freya masih bisa untuk berbicara dengan orang lain, jika itu memang di butuhkan.
Dua manusia yang saling bertolak belakang, kini duduk berdampingan dalam satu mobil. Freya duduk di bangku penumpang, sedangkan Zee duduk di bangku pengemudi. Cerahnya langit biru, dan kehangatan sang mentari ternya tidak cukup untuk mencairkan dua manusia pendiam yang tengah bersatu.
Hening... Sepanjang perjalanan mereka hanya dapat mendengarkan suara angin yang keluar dari pendingin yang keluar dari mobil Zee. Memanglah sudah mobil Zee adalah mobil dengan tingkat kekedapan tinggi, di tambah dari mereka yang tidak ada satu pun yang ingin memulai percakapan, membuat suasana di dalam mobil pun menjadi sangat sunyi. Bahkan kuburan di tengah malam pun mera minder dengan keheningan yang tercipta antara Zee dan Freya. Jangankan untuk berkomunikasi, ataupun mengobrol santai. Bahkan mereka saling menatap saja pun tidak. Freya yang menatap ke arah jendela pintu mobil, sedangkan Zee yang hanya fokus menatap ke arah depan.
Apakah mereka saling berdiam diri sampai ke tempat tujuan mereka? Itu adalah hal bodoh yang tidak perlu di tanyakan. Sudah tentu jawabannya, iya! Bahkan helaan nafas saja itu sudah lebih dari cukup untuk mengisi kesunyian antara Freya dengan Zee.
"Turun." Perintah Zee saat dirinya sudah memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah.
Freya tidak membalas perkataan Zee dengan apapun. Kalian jangan berharap Freya menjawab "iya". Bahkan melirik sedikit saja pun tidak.
"Hp." Freya menurunkan tangan nya sampai 90° membuat nya membentuk sebuah sudut siku,dengan telapak tangan terbuka menunggu Zee meletakkan ponselnya yang di pegang oleh Zee. Seolah membalas perlakuan Freya tadi, Zee tidak merespon ucapan Freya. Zee hanya mengembalikan ponsel milik Freya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Freya.
Berjalan bersama layaknya dua remaja pada umumnya, Freya dengan Zee... Mereka asik sendiri-sendiri. Bingung? Tidak usah di tanyakan. Hal itu pasti terjadi ketika sosok yang pendiam bertemu dengan sosok yang pendiam puka. Bukan hanya diri mereka masing-masing yang bingung dengan apa yang akan menjadi topik pembahasan mereka, tapi bahkan semua orang yang berada di dekat mereka pun ikut merasa bingung. Percayalah! Ketika seseorang ingin membuat cerita tentang mereka berdua, maka sang penulis sudah pasti akan kebingungan lalu akhirnya menyerah. Karena memang pasti sangat sulit untuk menulis kejadian yang akan di lakukan dua orang yang mempunyai sifat pendiam, dengan golongan mereka yang bertolak belakang, serta tidak ada kisah romantis di antara keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
