Masih dengan hari yang sama dimana Arslan masuk rumah sakit, dan hanya selang beberapa jam dari kepergian Freya dan Adya. Kini, Zee dan Gracia akhirnya juga berpamitan kepada Arslan dan Elen untuk pulang ke rumah mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:29, menandakan bahwa sebentar lagi seharusnya dokter Anin akan datang untuk memeriksa keadaan Arslan. Dan hanya berselang beberapa detik.....
Tok, tok, tok.
"Permisi." Ucap dokter Anin membuka pintu ruangan Arslan, dengan beberapa perawat di belakang mereka.
"Silahkan dok." Ucap Elen.
"Baiklah bapak Arslan, bagaimana kondisi bapak sekarang? Lalu apa yang bapak rasakan saat ini? Apakah bapak merasa lebih baik?" Tanya dokter Anin.
"Terkadang masih sedikit sesak dok, tapi jauh lebih baik." Ucap Arslan.
"Syukurlah kalau begitu. Ingat pak, bapak tidak boleh stress. Jadi, kalau ada masalah, saya harap bapak bisa melupakannya terlebih dahulu. Oh iya, dan satu lagi. Bapak kurangi merokok ya pak." Ucap dokter Anin tersenyum.
"Baik dok." Balas Arslan.
"Sama ada satu hal yang saya ingin tanyakan ke bapak." Ucap dokter Anin.
"Apa itu dok?" Tanya Arslan.
"Siapa yang membawa durian ini?" Tanya dokter Anin tersenyum mengambil durian yang ada di bawah ranjang Arslan.
"Itu tadi di bawa oleh papah Freya." Jawab Elen.
"Oh, tadi Freya berkunjung kesini dengan papahnya?" Tanya dokter Anin.
"Iya dok." Jawab Elen.
"Pantas saja." Ucap dokter Anin mewajarkan hal tersebut ketika tahu kalau Adya lah yang membawa durian.
"Memangnya kenapa dok?" Tanya Arslan.
"Enggak bapak, engga anak sama aja. Sama-sama susah di beri tahu. Ga ada yang bisa melarang mereka pokoknya." Ucap dokter Anin.
"Ternyata kalian berdua sudah sangat saling mengenal ya." Ucap Elen.
"Oh tentu saja. Freya adalah pasien saya. Sudah pasti saya sangat mengenal baik Freya." Ucap dokter Anin membuat Elen dan Arslan terkejut dengan fakta yang ada.
Heran? Sudah pasti. Bingung? Tidak perlu di tanyakan. Penasaran? Oleh karena itu, "Berarti kalau Freya pasien dokter, Freya juga punya sakit jantung dok?" Tanya Elen.
"Iya." Jawab dokter Anin.
"Apakah sakitnya sama seperti saya dok?" Tanya Arslan.
"Tunggu. Apakah kalian tidak tahu kalau Freya punya penyakit jantung? Seharusnya kalian tahu, mengingat Freya yang merekomendasikan saya. Di tambah saya dokter spesialis jantung loh. Tidak mungkin Freya akan menyarankan saya, kalau Freya tidak punya hubungan dengan saya." Balas dokter Anin yang membuat Arslan dan Elen kembali mencoba mengingat setiap detail kecil yang tertinggal.
"Memang Freya berbicara kalau dia punya hubungan dengan dokter. Tapi, Freya bilang kalau dokter adalah salah satu kenalan keluarganya." Ucap Elen.
"Ya kenalan yang dia maksud itu, dia sendiri. Freya sendiri yang kenal sama saya, karena dia pasien saya." Ucap dokter Anin, yang jelas menimbulkan pertanyaan bagi Arslan dan Elen yang baru mengetahui fakta ini.
"Apakah sakit Freya, sama dengan yang di alami oleh suami saya dok?" Tanya Elen, yang dimana sebenarnya pertanyaan ini sudah di pertanyakan oleh sang suami.
"Mohon maaf bu sebelumnya. Tapi, penyakit jantung yang di derita Freya, jauh lebih parah dari pada yang bapak derita." Ucap dokter Anin, membuat Elen langsung menutup mulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
SonstigesApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
