Dua Puluh

1.2K 98 12
                                        

Zee yang baru saja sampai di parkiran sekolah pun mengambil tas kosong nya dan berjalan meninggalkan mobilnya. Baru saja Zee melewati portal parkiran, tiba tiba ada seseorang masuk melewati portal membuat suara bising dengan memainkan gas motor tersebut. Seseorang itu adalah Adel yang baru saja sampai dan langsung terburu buru menemui Zee yang sudah jalan terlebih dahulu.

"Woi tunggu lah." Ucap Adel berlari mendekati Zee yang hanya terus berjalan santai tanpa memperdulikan Adel di belakangnya.

Mereka masuk ke dalam halaman sekolah bersama sama. Sepanjang mereka menyusuri sekolah sampai ke kelas tidak ada satupun murid yang berani lewat di depan mereka. semua murid lebih memilih jalan memutar ketimbang harus berjalan melewati Zee dan Adel. Jangan kan lewat depan mereka, bahkan hanya ingin menatap mereka saja murid murid lain tidak berani karena memang Zee dan teman temannya di takuti di sekolah itu.

Sebelum ke kelas, Adel meminta Zee untuk menemaninya ke kantin terlebih dahulu karena stock permen karetnya telah habis. Saat memasuki kantin terdengar bisikan dari murid murid kelas X yang sedang sarapan di kantin membicarakan pakaian mereka. Bagaimana tidak? Zee datang hanya dengan seragam polos saja lengkap dengan jaket kulit berwarna hitam yang tidak terkancing, memperlihatkan Zee tanpa menggunakan atribut sekolah yang memang wajib di pakai oleh murid murid di sekolah itu. Sama seperti Zee yang tidak memakai atribut sekolah, Adel datang menggunakan seragam polos tanpa atribut dengan kancing terbuka dan tidak di masukkan ke dalam rok nya, memperlihatkan kaos oblong berwarna putih yang di pakainya serta sweater yang melilit di pinggang nya.

DUG!

Adel menendang meja murid murid itu membuat sarapan mereka terjatuh mengenai seragam mereka.

"Sorry sengaja." Ucap Adel lalu mendatangi ibu kantin.

"Bu permen karet satu, kembaliannya ambil aja." Ucap Adel mengambil permen karet yang tersedia di sana, menaruh uang 10 ribu di meja dan langsung pergi meninggalkan kantin.

Tidak ada balasan dari murid murid yang tadi mejanya di tendang oleh Adel, semuanya hanya menundukkan kepalanya saat Adel melewati mereka untuk menemui Zee duduk di salah satu bangku di sana. Adel memberikan permen karetnya satu ke Zee dan mereka makan permen karet bersama hingga ke dalam kelas. Mereka masuk ke dalam kelas yang ternyata sudah ada Ashel di sana yang tengah menyandarkan kepalanya di meja.

Brak!

"Woi." Ucap Adel memukul meja Ashel dengan sangat kuat.

"Ngapa, ngapa, ngapa." Ucap Ashel yang terbangun dari tidurnya karena kaget mejanya di pukul. Bukan hanya Ashel, bahkan seluruh murid di kelas pun ikut kaget.

"Ngapa liat liat." Ucap Adel melihat sekelilingnya. Murid murid yang di tatap oleh Adel pun secara serentak langsung membuang wajah mereka.

"Berisik." Ucap Zee duduk di kursinya.

"Hehe sorry." Ucap Adel lalu juga ikut duduk di kursinya.

Adel melihat ke arah belakang kirinya ingin melihat seseorang di sana, namun Adel tidak mendapatkan seseorang itu duduk di kursinya.

"Weh Anak baru itu udah 2 hari ya ga masuk?" Ucap Adel kepada Ashel.

"Iya gw pikir anaknya kalem, rajin ternyata Rebel juga. Tunggu, sabar, ngapa Lo nanyain anak baru? Suka Lo? Hih lesbi." Ucap Ashel.

"Ga dulu gw masih suka batang. Engga masalahnya dua penjaga nya juga ga masuk." Ucap Adel.

"Ya mereka janjian mungkin? Eh nanti kita mau kemana? Kata ketua kelas sih besar kemungkinan ini guru ga masuk." Ucap Ashel.

"Oh bagus deh." Ucap Adel.

Zee hanya tidur di mejanya tidak memperdulikan perbincangan dua orang di depannya itu. Walaupun sudah tidur namun telinga Zee masih berfungsi, alias Zee tidak benar benar tidur, dirinya masih setengah sadar. Betul apa yang di katakan Ashel, jam pelajaran pertama dan jam pelajaran kedua tidak masuk karena guru yang mengajar mereka sedang mendampingi murid mengikuti lomba sastra. Zee mendengar itu mendongakkan kepalanya sesaat melihat ketua kelas mereka yang sedang menulis sesuatu di papan tulis, dan kembali menyandar kepalanya ke meja dengan tangan sebagai bantalannya.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang