1 Januari 2024. 19:00 WIB / 07:00 P.M.
Ini adalah hari pertama di tahun yang baru ini bagi seluruh umat manusia. Semua insan pasti menginginkan sesuatu yang baik di tahun ini, seharusnya. Bahkan untuk orang paling malas sekalipun, dirinya ikut berharap kalau tahun ini akan menjadi tahun yang lebih baik.
Zee si manusia pemalas. Orang paling malas dari orang yang paling malas. Bahkan, jika saja ada kompetisi orang paling malas di dunia, maka Zee tidak akan mendapatkan juara 1, 2, dan 3. Bukan karena dirinya malas ingin naik podium, tapi Zee malas untuk datang ke kompetisi itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19:03 WIB, dan Zee tak kunjung kembali ke dunia yang fana. Dirinya masih melayang indah di alam bawah sadarnya. Aneh bukan? Melayang, tapi di bawah? Entahlah, hanya mereka yang terpilih lah yang dapat mendeteksi dan mengerti kalimat di atas. Memang perlu pemikiran yang kritis, tapi tidak apa. Tidak ada yang marah ataupun kecewa dengan hal itu.
Semenjak terbongkarnya kebusukan Zee selama ini, perlakuan keluarga Levronka terhadap Zee pun menjadi berbeda. Seolah dirinya bukan lagi keluarga Levronka, Zee benar-benar tidak lagi dapat merasakan hal-hal dan peristiwa yang biasanya ia dapatkan. Sapaan dari sang ayah, keusilan dari sang adik, Marsha. Tatapan tajam dari sang kakak, Gracia. Bahkan sang ibu Elen pun enggan untuk membangunkan Zee. Malangnya nasib mu.
Jujur, jauh di dalam lubuk hatinya Zee mulai merindukan perlakuan tersebut. Benar-benar hidup bebas itu ternyata tidak semenyenangkan itu. Rasanya begitu hampa. Tidak ada yang melarang, tidak ada yang menasihati, tidak ada yang menegur. Oh, bahkan mahluk paling kesepian pun akan bersujud syukur karena tidak merasakan apa yang Zee rasakan.
"Heum, jam berapa sih."
Zee mengerang! Sebuah keajaiban dunia kala Zee terbangun tanpa harus dibangunkan. Memerintahkan seluruh setan untuk menarik tubuhnya, Zee yang saat itu benar-benar buta akan hari akhirnya memilih untuk tidur kembali setelah selesai meregangkan tubuhnya. Namun sayang, ketenangan itu tidak berjalan lama karena dering ponsel yang mengganggunya. Itu adalah dering ponsel dari sang sahabat yang tengah mencoba menghubungi Zee. Bagaimana bisa tahu? Ya siapa lagi yang akan menghubungi Zee kalau buka., "kutu buku."...
Kutu buku? "KUTU BUKU!?" Ucap Zee terkanjat, terduduk di atas kasur mewahnya.
"Kutu Buku", adalah nama kontak nomor Freya yang di simpan oleh Zee di ponselnya.
Bergumam sendiri layaknya orang dengan penyakit mental, Zee masih menatap heran ponselnya karena ini adalah hal yang tak pernah terpikirkan oleh Zee sebelumnya. Masuk akal jika yang menghubungi Zee adalah Ashel, ataupun Adel. Namun Freya? Tumben. Benak Zee lalu mengangkat telepon itu...
"Hallo, Zee?"
Memang lembut banget suaranya, "kenapa?"
"Zee, kamu ada waktu nggak?"
"Kenapa?"
"Kalau kamu ga sibuk, kamu bisa ga datang ke lokasi yang aku kirimin?"
Apasih anak ini? Udah malem masih sibuk aja, "kemana? Kapan?"
"Kalau bisa sekarang. Aku kirim ya lokasiku." Ujar Freya lalu Zee mendapatkan notif tempat lokasi Freya berada sekarang.
"Ya." Balas Zee langsung mematikan teleponnya.
Dilihat oleh Zee lokasi tersebut, yang dimana lokasi itu adalah sebuah lokasi yang sebelumnya Zee pun tidak pernah tahu. Namun, karena penasaran dengan apa yang diinginkan Freya sebenarnya, Zee mau tidak mau harus datang. Diluar Zee ingin memperbaiki hubungannya dengan Freya, Zee pun juga masih ingin mengetahui jati diri Freya yang sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
De TodoApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
